
Di dalam gua yang berlubang bagai labirin. Dingin dan lembab. Suatu pristiwa terjadi. 2 orang budak meregang nyawa sacara mengenaskan. Kepala dan jantungnya tercabut menghilang. Membuat Jack, Kelar dan Slimin berusaha mencari kebenaran dari semua itu. Menimbulkan satu pertanyaan besar, siapa dan untuk apa?, Jack, Kelar dan Slimin mencari dalang dari pembunuhan itu. Masih menjadi misteri siapakah pelakunya, manusiakah atau justru bukanlah seorang manusia, melainkan mahluk yang belum mereka kenal. Yang bersembunyi di dalam bayang yang gelap.
“Slimin” kata Jack menatap pria rambut kuning keriting kembali “Aku harap kau membawa sesuatu yang berguna”.
“Ahaha, tentu saja. Aku Slimin tidak pernah pulang dalam kesia-siaan” ucap Slimin dengan percaya diri. Senyum lebar itu bisa mayakinkan keraguan Jakc, dan Slimin percaya diri dengan apa yang akan ia ucapkan nanti. Namun Jack tidak ingin berbesar hati sebelum mendengar apa yang ingin ia dengar.
“Jadi katakan, apa yang kau dapatkan?” Jack memasang wajah serius.
Juga begitu dengan Kelar yang terlihat tidak sabaran ingin mendengar, Kelar sudah memasang telinga untuk mendengar kata yang keluar dari mulut Slimin. “Aku harap ini bagus” kata Kelar.
“Baiklah tuan-tuan pasang telinga kalian baik-baik” Slimin bergaya seperti para pembawa acara. “Mereka” yang berubah menjadi seorang narrator.
“Apa?” kata Kelar
“Tenang Kelar” sanggahnya yang melihat Kelar tidak sabaran. “Ini tidak dilakukan oleh satu orang saja. melainkan melibatkan beberapa orang. Seperti komplotan. Yang mereka bilang mereka berjumlah 6 orang dengan satu orang yang menjadi ketua dari komplotan ini”
“Tunggu, kau mau bilang mereka membunuh temannya sendiri?” potong Kelar yang menghentikan kalimat
Slimin yang tampak aneh. “Kelompok macam apa itu?” Kelar melabarkan bibir.
“Aku belum selesai Kelar” Slimin menatap tajam kearah pria bertopi.
Kelar mengangkat bahu “Maaf, giliranmu untuk bicara” Kelar pun menyepitkan kedua jarinya di mulut. Seperti mengkancing mulutnya.
Jack hanya memantau saja. Tanpa ada satu patah kata pun yang berbunyi dari balik masker itu.
“Boleh” meminta ijin untuk bicara lagi, Kelar hanya memberikan telapak tangan sebagai tanda persetujuan. “Baiklah, seperti yang aku katakana mereka berjumlah 6 orang, dan yang di sana adalah 2 diantara mereka. Apa yang menjadi tujuan dari pembunuhan ini masih jadi tanda tanya untuk kita. Dan disinilah kita untuk memecahkan misteri itu. Tapi ada seseorang yang mendengar percakapan mereka. Dia bilang mereka mengincat harta karun atau semacam benda berharga dari dalam sana” Slimin menunjuk lorong gelap yang dalam. “Salah satu di antara mereka terlihat aneh ketika matahari terbenam, itu yang mereka katakan padaku. Mungkin ini alasan kenapa Jack begitu terpaku pada lorong ini sejak matahari terbenam, apa aku benar Jack?” tanya Slimin.
__ADS_1
“Yah, kau benar Slimin. Aku merasa ada yang aneh sejak sore tadi” jelas Jack. Walau sebenarnya bukan itu yang menjadi alasan utaman kenapa Jack selalu memandangi kedalam gua gelap itu.
“Jadi sudah terjawab Kelar” Slimin beralih menatap Kelar. “Dan mereka tidak bergerak sembarangan. Ada yang mengarahkan tindakan mereka” Slimin diam sejenak. “mereka juga mempunyai hubungan dengan Serge. Sangat mengejutkan. Hah” Slimin melebarkan senyum. Tapi bukan untuk hati yang gembira.
“Keparat itu” kata Jack menggeram. Tidak pernah terpikirkan oleh Jack, Serge juga telibat dalam masalah ini.
“Serge” Kelar tersenyum. “Keparat”
“Itu benar” Slimin membenarkan apa yang keluar dari mulut kedua rekannya. Bahkan yang masih terpikirkan oleh keduanya juga. “Dan mereka adalah penyusup. Serge yang menyelundupkan mereka. Melalui peti-peti itu” Slimin menunjuk sekumpulan peti. “Sekarang 3 orang sudah kita tahu di mana mereka, Serge yang menghilang di hutan. Dan aku percaya dia masih menunggu kita disana, menunggu waktu yang tepat untuk menebas kepala kita” ucapnya dengan penuh penekanan.
“Itu benar benar berita bagus Slimin” Jack memuji. Sangat jarang Jack memuji sesorang. Namun kali ini Jack percaya pada Slimin. Perlahan kepingan itu mulai tersusun dengan rapi. Mulai telihat dengan jelas gambaran
besar yang sedang terjadi.
“Terima kasih Jack” Slimin tersenyum. Wajahnya tidak bisa berbohong. Merona merah seperti mendapat hadiah besar yang begitu menggembirakan.
Slimin bergeming “Tato, aku baru saja mendengarnya, mereka mempunyai tato?” terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Slimin malah terlihat linglung.
“Yah, mereka punya. Bulu hitam bersilang, lihatlah ini” Kata Kelar yang menunjukan letak tato itu.
“Oh, di tempat yang tersembunyi, pantas saja mereka tak melihatnya” kata Slimin yang ingin membela diri.
“Tidak apa Slimin. Kita masih punya satu tubuh lain disana” kata Jack menunjuk mayat beku yang belum mereka lihat. “Kelar” ucap Jack yang terlihat memerintah.
“Baiklah” Kelar pun mulai dengan melepaskan semua pakaian mayat itu. “Semua luka ini terlihat sama. Mungkin saja pelakunya sama. Aku yakin itu” ucap Kelar dengan percaya diri. “Tapi tidak ada tato pada yang satu ini”
Jack menghela nafas “2 tubuh dengan ciri yang berbeda, ini cukup sulit” ucap Jack.
__ADS_1
“Kelar kau yakin sudah melihat semuanya denga teliti” Slimin menatap pria bertopi dengan sorot meragukan.
“Yah, aku yakin 100 persen” ucap Kelar dengan pecaya diri.
“Lalu bagaimana dengan yang disana” Slimin menunjuk daerah di antara ************. “Kau yakin itu tidak ada tato bulu burung” katanya dengan serius.
“Oh, tidak, tidak tidak, tidak mungkin” Kelar menggelang kepala dengan senyum palsu.
Jack hanya menatap.
“Ayolah Jack” kata Kelar yang mulai lesu.
“Apa, kita adalah seorang Profesional Kelar” kata Jack.
Kelar menghela nafas. Dan dengan berat hati ia melakukannya. Di lain sisi Slimin sudah menahan tawa yang akhirnya meledak juga “Ahahaha, Kelar, apa kau melihat bulu burung di sana atau memang melihat burungnya utuh hahaha”
“Ah sial, tidak ada sana. Saran yang bagus Slimin, sangat bagus” kata Kelar yang kesal.
“Maaf, tapi ini AHaahahaha” Slimin benar-benar puas tertawa seorang diri disana.
Di dalam gua lembab itu. ketiga orang ini pun saling tatap satu sama lain. Berdiam sesaat melihat 2 mayat yang ada disana. Amis masih tercium dan akan terus tercium sampai mereka menyingkirkannya dari sana.
“Jadi apa yang kita lakukan?” Slimin membuka hening dengan pertanyaan yang membuat Jack ragu. Jack tidak bisa menjawab dengan kata tidak tahu. Jack adalah satu-satu orang yang akan menjawab pertanyaan ketika semua orang dalam kebingungan. Betigulah sehausnya seorang pemimpin kelompok.
“Kita pecahkan masalah ini bersama, kita temukan pelakunya” kata Jack yang terlihat berwibawa. “Bawa mayat ini keluar. Kita diskusikan masalah ini bersama” perkataan Jack barusan merujuk pada seseorang yang ada di luar gua.
“Apa, tidak. kau bercanda bukan?” Slimin tampak kesal dengan ucapan Jack barusan. Seperti ada hal yang mengganggu dirinya.
__ADS_1