Love & Gun

Love & Gun
PART 1


__ADS_3

Dibalik gelapnya hutan belantara, seorang pria berjalan perlahan tanpa menimbulkan suara mendekati pondok yang berdiri tegak ditengah hutan. Pria tersebut tidak sendiri, ada beberapa pria lagi melakukan hal yang serupa seperti dilakukan pria itu dengan jarak yang cukup dekat.


"Semua sudah berada pada posisi?" Pertanyaan tersebut terdengar dari masing-masing alat pendengar yang terpasang ditelinga setiap orang yang mengintai pondok tersebut. Jawaban bersautan dari setiap orang yang mengintai pondok bahwa mereka sudah siap diposisi dan menunggu perintah selanjutnya.


Dalam pondok yang menjadi sasaran pengintaian, tampak empat orang laki-laki sedang bersantai. Mereka menikmati permainan kartu yang mereka mainkan, tiap taruhan yang mereka pasang dimeja semakin membuat mereka semangat bermain. mereka tak merasakan sedikitpun akan ancaman yang mendekat.


Di luar pondok terdapat dua lelaki yang sedang berjalan bolak-balik di depan pintu. Dua laki-laki tersebut sedang berjaga, ditambah dengan dua orang lagi yang berada di lapangan depan pondok. Para penjaga masih terlihat santai tanpa merasakan akan adanya penyerangan.


Tiba-tiba saja salah seorang dari penjaga pondok mendengar suara gemerisik daun. Dengan hati-hati, ia berjalan pelan mendekati sumber suara untuk mengecek keadaan. Sementara tiga temannya yang lain hanya melirik sekilas dan mengabaikan temannya yang berjalan menjauh.


Semakin lama, laki-laki yang mengecek keadaan tadi semakin memasuki semak-semak yang cukup gelap. Dirasa tidak ada apa-apa di daerah tersebut, ia pun membalikkan badannya dan berniat kembali ke tempatnya semula. Namun, secara tiba-tiba dan sangat cepat, Sebuah tangan menutup mulutnya dan menarik dirinya kedalam semak-semak yang gelap.


KREK


Terdengar suara tulang yang patah. dapat ditandakan bahwa laki-laki tersebut telah tewas. Semak-semak tersebut kembali hening.


Penjaga yang berjaga didaerah lapangan pondok merasa bahwa teman yang bertugas bersamanya terlalu lama menghilang. Ia berjalan menuju tempat temannya menghilang tadi sambil menyerukan namanya.


"Jack"


"Jack"


"Jack, are you there?"


Tidak adanya sautan dari temannya, menjadikan ia meningkatkan kewaspadaan. Ia mengangkat senjatanya yang selalu ia selampangkan didadanya selama berjaga. laki-laki itu semakin mendekat ditempat semak-semak dimana jack menghilang. Ia masih menyerukan nama jack sambil mendekat.


"Jack"


Sebuah pergerakan menarik perhatiannya. Ia pun melepaskan tembakan secara tiba-tiba.

__ADS_1


DOR DOR DOR


kemudian suasana kembali hening. Dari dalam semak keluar seekor tupai yang berlari cepat dan melompat kearah laki-laki tadi. Sontak laki-laki tersebut terkejut dan kehilangan keseimbangan karena berusaha menghalau tupai yang melompat kearahnya dan menyerang wajahnya.


"Brengsek" maki pria itu saat terlepas dari tupai yang menyerangnya.


"Ada apa Tom?" Tanya salah satu temannya dari depan pondok.


"tidak ada apa-apa, hanya seekor tupai" kata pria yang dipanggil Tom itu. Tom pun segera bangun dari duduknya. Ia mengebas-ngebaskan tangan pada bajunya yang kotor. Namun,


CLEB CLEB


Saat ia ingin memegang senapan yang di pegangnya, Tiba-tiba dua buah pisau telah tertancap dalam di jantungnya. Tanpa adanya teriakan dan ringisan kesakitan ia tumbang dan tewas seketika.


Mendengar suara seperti orang jatuh, dua pernjaga yang tersisa menjadi kaget. Sesaat mereka saling berpandangan dan mengangguk menandakan mereka akan berjalan ke sumber suara. Mereka berpencar, yang berkumis tebal dan berbadan kekar dengan penuh tato tengkorak berjalan ke arah tempat temannya tewas. Sedangkan yang kurus dan berwajah garang berjalan ke arah yang berlawanan.


Lelaki yang berkumis tebal dan bertato berjalan menuju dimana jack dan temannya menghilang.


mendengar bunyi tembakan beruntun, para penghuni pondok berlarian keluar pondok.


Dalam waktu yang sangat cepat, tembakan kembali dilepaskan, dua orang berhasil menghindari tembakan dengan bersembunyi di balik pagar pondok.


Baku tembak terus berlangsung. Dua orang yang tersisa dari penghuni pondok berusaha sebaik mungkin menyelamatkan diri mereka. Tembakan demi tembakan terus di arahkan pada mereka. Mereka pun yakin para penyerangnya kurang lebih ada 10 orang.


Salah seorang diantara mereka berusaha menghubungi kantor pusat untuk meminta bantuan.


"Ha ha llo, sir pondok hutan telah diserang, hallo hallo"


Sambungan tiba-tiba terputus.

__ADS_1


"BRENGSEK" ia mengumpat sambil melemparkan hp nya ke dinding


"Bagaimana? Kau berhasil menghubungi kantor pusat?" Tanya temannya sambil mengganti pelurunya yang habis dengan yang baru.


Temannya yang mendapat pertanyaan menggeleng lemah.


"Shit, lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanyanya lagi.


"Kita secepatnya harus lari dari sini. kau cepat masuk ke dalam dan lari lewat pintu belakang" perintahnya pada temannya.


Tanpa berpikir panjang lagi, dalam terjangan peluru dengan cepat ia masuk kedalam pondok. Tak lama temannya pun menyusul.


Didalam pondok, tanpa mereka sadari pondok telah diobrak abrik sedemikian rupa. Mereka berdua saling berpandangan. Berarti para musuh ternyata telah masuk ke dalam pondok dan mendapatkan apa yang mereka inginkan.


KLUK KLUK KLUK


suara benda yang dilemparkan kedalam pondok mengalihkan perhatian mereka.


"SHIITT"


DUUAAAARRRRR


Granit yang telah dilempar meledak dan menghancurkan pondok meninggalkan puing-puing banguna tak berarti.


Senyum puas terukir di setiap wajah penyerang pondok. Salah seorang diantara mereka yang memimpin penyerangan tersenyum puas sambil memegang kertas dan beberapa chip memory ditangannya. Kertas dan chip memory yang menjadi incaran mereka. Ia mengambil hp nya dan menghubungi atasannya.


"Mission completed" sambungan diputuskan, seringaian kepuasan tetap tersungging di bibirnya. Ia pun membalikkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan puing-puing pondok yang tersisa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2