
Pagi ini Clarissa masuk kerja seperti biasa dengan hati riang. Saat ia sudah sampai di tempat kerja dan mengganti pakaian kerjanya, ia bergegas menemui Via. Via yang saat itu sedang sibuk mengelap meja tersentak kaget saat Clarissa sudah berdiri dibelakangnya dengan cengiran andalannya.
“chibi, ada apa?” tanya Via penasaran dengan tingakh Clarissa yang dua kali lebih aneh.
“Via, tau ngga? Rissa lagi seneng” kata Clarissa sambil tetap mengikuti Via yang berjalan ke meja lain untuk dibersihkan.
“kenapa?” tanya Via mengabaikan Clarissa yang mengekorinya.
“Kemarin malam Clarissa di antar pulang sama tuan Michael.”
“WHAATTT?” teriak Via kaget menatap Clarissa tak percaya. “wow, serius?” tanya Via. Clarissa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar. “gimana ceritanya?” tanya Via yang mulai tertarik mendengar cerita Clarissa. Ia pun menarik tangan Clarissa dan memaksa Clarissa menceritakan kejadian kemarin malam. Clarissa pun dengan senang hati menceritakan semua kejadian kemarin malam tanpa ditambah atau dikurangi sedikit pun.
“bener yang dikatakan tuan Michael, chibi-chan,” kata Via gemas saat ia menceritakan bagian kalau dirinya sedang sakit. “Jantungmu baik-baik saja dan itu merupakan gelaja normal pada orang yang lagi jatuh cinta,” jelas Via sambil tersenyum menatap Clarissa.
“Jatuh cinta gini amat ya, sampai bisa bikin sakit jantung,” kata Clarissa polos.
__ADS_1
“Oh chibi-chan, kenapa kau terlalu polos sih? Padahal kau itu sering nonton film india tapi kenapa ngga belajar tentang cinta dari film itu?” Via geleng-geleng kepala.
Clarissa nyengir, “yee… Rissa kan nonton film india bukan menikmati ceritanya tapi menikmati lagu dan pemainnya.”
“Pantes,” kata Via. Kalau gitu, tidak heran jika Clarissa tidak tahu apa-apa tentang cinta. Jangan tanya apakah Clarissa nonton film lain atau ngga, soalnya dia ngga punya TV di rumahnya, sepanjang hidupnya hanya digunakan untuk mencari uang. Hutang yang dimilikinya tidak memberbaskannya untuk menikmati masa mudanya. Miris sebenarnya, dengan kepintaran dan kebaikannya, ia malah dimanfaatkan oleh saudara angkatnya sendiri. Untung saja Mister Nino mau membantunya, hingga penderitaan Clarissa tidak terlalu berat. Semua orang di café juga merasakan sendiri bagaimana mister Nino sangat menyayangi Clarissa layaknya adik sendiri.
“He.. jadi, adik kecil ini sudah jatuh cinta?” tanya Nino yang tiba-tiba muncul dibelakang Clarissa yang sedang melamunkan kejadian kemarin malam.
“Mister Nino,” sapa Clarissa dan Via kaget atas kedatangan Nino.
“emang kamu jatuh cinta sama siapa?” tanya Nino.
“tuan Michael dong.” jawab Clarissa sambil mesem-mesem.
“emang tuan Michael mau sama kamu?” tanya Nino lagi menggoda Clarissa. “kamu kan kecil, sering dimarahi Leo, suka ngambek, dan sering jogged-joged ngga jelas,” kata Nino tanpa dosa menyebutkan semua kejelekan Clarissa.
__ADS_1
Clarissa langsung ngambek mendengar perkataan Nino. Sedangkan Via malah tertawa kecil, tak disangka Nino akan menjelaskan semua keburukan Clarissa dalam satu kali serangan.
“ih, mister Nino nih. Ngga seneng banget lihat Rissa senang,” kata Clarissa sambil mempoutkan bibirnya. Nino Tertawa melihat tingkah lucu Clarissa, sedangkan Via semakin keras tertawa.
“tapi ya mister Nino, kadang tuh Rissa takut kalau dekat-dekat dengan tuan Michael, kenapa ya?” tanya Clarissa penasaran.
“mana saya tau,” kata Nino enteng. Clarissa makin mempoutkan bibirnya, karena ia merasa Nino ttidak serius mendengar pertanyaanya. Sedangkan Nino makin senang melihat Clarissa yang makin ngambek.
“Udah deh, sana kerja jangan mikirin tuan Michael terus,” kata Nino mengakhiri percakapan sambil menepuk kepala Clarissa dan Via. Clarissa dan Via pun mengikuti saran Nino karena memang sudah waktunya mereka bekerja.
Nino menatap punggung Clarissa yang sedang memulai pekerjaannya mengelap meja yang tersisa. Clarissa gadis yang unik wajar jika bosnya manaruh perhatian lebih padanya. Tapi ia tidak menyangka akan secepat ini, kedekatan yang terjalin anatara bos dan gadis itu. Lagipula, apakah Clarissa akan menerima latar belakang Michael? Nino bertanya-tanya bagaimana kelanjutan hubungan Clarissa dan bosnya itu.
.
.
__ADS_1