
Nino meminta Clarissa meninggalkan ruangannya namun sebelum meninggalkan ruangan, Nino memerintahkan Clarissa untuk tidur diruang istirahat, karena tidak mungkin ia melayani pelanggan dalam keadaan mengantuk. Didalam ruang tersebut tinggal Nino, Michael, Troy, Digo, Ivy dan Kira.
"Aku yakin jika kau melihat sesuatu little angel," kata Troy yang sedang duduk disebelah Digo. Mendengar pertanyaan Troy, Kira hanya mengangkat bahunya dan tersenyum sambil menyesap susu kotak cokelat yang diberikan Nino.
“Bagaimana kau bisa berkesimpulan seperti itu Troy?” tanya Digo penasaran.
“Tidakkah kau lihat jika Kira sempat kaget dan melihat kearah Clarissa cukup lama. Lagipula tidak mudah mendapat kan nasehat dari Clarissa jika orang itu tidak pantas mendapat nasehatnya,” jelas Troy seraya tersenyum senang karena kesimpulannya benar.
Ivy mengangguk membenarkan perkataan Troy. Sifat ingin tahunya keluar, "Kira, beritahu aku. Jika Troy bertanya seperti itu, berarti kau benar telah melihat sesuatu, ya kan?" tanya Ivy penasaran. Kira hanya menggelengkan kepalanya, ia enggan menjelaskan penglihatannya kepada sahabat-sahabat yang sudah dianggap saudara ini. Namun sayangnya, Ivy tidak mau menerima kata tidak, akhirnya ia mengguncangkan tubuh Kira hingga susu kotak yang berada ditangannya jatuh.
"UPS,"kata Ivy melepaskan pegangannya pada Kira. Kira menatap Ivy tajam tidak suka saat minuman favoritnya jatuh, ia pun menatap Ivy kesal.
"Wow Ivy, kau sudah membuat Kira mengeluarkan tanduknya," kata Digo memanasi Kira.
"Ma maaf Kira, aku hanya, em" Ivy tampak gugup dibawah tatapan tajam Kira yang marah.
"Sudah, sudah. Little Angle ini minum saja milikku," tawar Troy sambil menyodorkan sekaleng Fanta yang belum sama sekali diminum.
Kira menatap minuman yang diberikan Troy, kemudian dia menggeleng, "Tidak mau, aku mau susu cokelat," kata Kira. Kira menatap Nino yang sejak tadi memperhatikan dirinya dan Ivy. Mendapat tatapan dari Kira sahabat bos nya yang memiliki sikap yang tidak bisa ditebak dan penuh misteri membuat Nino gugup. Entah kenapa diantara bos dan sahabat-sahabat bosnya, ia selalu gugup jika berhadapan atau bahkan berpapasan dengan Kira. Kira memiliki aura yang tidak bisa dijelaskan sehingga selalu membuat dirinya… takut? Entahlah. Padahal wanita itu terlihat biasa saja, tapi ia memiliki sesuatu yyang cukup membuat bulu kuduk Nino berdiri.
__ADS_1
"Nino, Susu cokelatnya masih ada?" tanya Kira. Nino menggelengkan kepalanya, "maaf nona Kira, susu coklatnya sudah habis." Nino menatap Kira menyesal.
"Bukankah, kau selalu menyediakan banyak minuman kesukaan kami, kenapa kau hanya menyediakan satu kotak cokelat kali kni?" tanya Michael pada Nino.
"Maaf bos, sebenarnya saya selalu menyediakan suau cokelat dilemari pendingin. Tapi beberapa hari ini, Dante sering kemari dan setiap datang, ia selalu meminum susu cokelat yang saya sediakan untuk nona Kira," kata Nino menjelaskannya dengan penuh rasa bersalah.
"Dimana Dante? suruh dia mengganti minumanku, aku tidak mau tau," kata Kira tidak terima jika minuman yang disediakan untuknya diminum oleh orang lain. "Kenapa dia harus meminum milikku, seharusnya dia beli sendiri" kata Kira lagi yang terlihat kesal.
"Baiklah nona, saya akan menghubungi Dante sekarang," kata Nino segera mengeluarkan ponselnya.
"Tidak perlu Nino." Cegah Michael. "Dante sibuk, tapi aku sudah menghubungi Reza dan memintanya untuk membelikan pesanan Kira," kata Michael tampak sedang mengotak atik ponselnya.
"Benarkah Micky? oh iya, bilang ke Reza juga untuk membelikan pizza dan cheese burger dong," kata Kira kesenangan.
Kira menatap Ivy tanpa merasa bersalah dan tersenyum senang, "so what? yang penting aku menghabiskannya" kata Kira lagi.
"Ya setidaknya kau bisa menunggu sebentar lagi, aku yakin perutmu akan meledak jika makan banyak" kata Ivy menasehati Kira, tapi Kira malah mengabaikanya sembari memainkan ponselnya.
"Kira kau dengar tidak?" marah Ivy.
__ADS_1
"Iya dengar kok," kata Kira malas.
"Ck kau ini, pokoknya kalau kau sakit perut aku tidak mau urus ya." Ivy memperingatkan Kira.
"Troy yang akan mengurusku kok, wlee" kata Kira mengejek Ivy.
"Ih kau ini, Toy tidak akan mau mengurusmu" kata Ivy
"Kenapa tidak? Troy kan lebih menyayangiku dari pada kamu" kata Kira dengan senyum imutnya. ia tahu perkatannya akan menimbulkan kecemburuan Ivy.
Ivy langsung kesal mendengar perkataan Kira dan mem-poutkan mulutnya. Tatapannya beralih ke Troy yang tersenyum geli menatap dirinya dan Kira. Ia semakin kesal dan melipat tangannya ke dada nya sambil melempar pandangan kearah lain.
Troy yang melihat hal itu jadi tertawa, ia bangkit dari duduknya dan mendekati Kira dan Ivy. Ia menyentil dahi Kira yang masih asyik dengan ponselnya.
"Aauucchhh, ish apaan sih Troy?" Kira memegang keningnya yang baru disentil keras oleh Troy.
"Kau tidak boleh berkata seperti itu Kira, lihat Ivy sudah cemberut sekarang" nasehat Troy.
"Cih, siapa suruh dia menumpahkan susu cokelat ku!" seru Kira kesal. Ia mematikan ponselnya dan berjalan kearah Michael. Michael menatap Kira heran, ia menaikkan alisnya seolah bertanya ada apa?
__ADS_1
.
.