
"Jelaskan padaku kenapa kau bisa tertembak?" tanya Digo kesal.
Digo kesal, karena kesenangannya terganggu. Pagi tadi, saat ia sedang merakit senjata terbarunya, ia mendapat telepon kalau Troy tertembak dan sempat dirawat dirumah sakit. Tentu saja setelah mendengar kabar buruk tentang Troy, dengan kecepatan super dia segera membawa mobilnya untuk melihat keadaan Troy. Sesampainya di apartemen milik Troy, dia malah melihat Troy sedang santai meminum Wine bersama Michael dan Nino.
"Sudahlah Digo, aku tahu kau khawatir. tapi jangan berlebihan begitu" kata Troy santai.
"Aku tahu, tapi tidak dengan anak kecil itu. Kau ingin mengulangi kejadian 10 tahun yang lalu?" tanya Digo yang makin kesal dengan jawaban Troy yang terdengar santai.
Tampak semua terdiam mendengar pertanyaan Digo. Troy terdiam dan senyum santainya menghilang. Michael menaikkan alisnya, ia tidak menyangka Digo mengungkit masa kelam itu. sedangkan Nino memperlihatkan raut wajah bertanya-tanya, memang apa yang terjadi 10 tahun yang lalu? batinnya bertanya-tanya.
"Mudah sekali jika kau menganggapnya santai, tetapi tidak dengan wanita-wanita itu. Cukup sekali aku melihat kemurkaannya, tidak untuk yang kedua kalinya" Teriak Digo yang hampir kesal.
"Digo, tenanglah" kata Michael mengingatkan Digo.
"Tenang kau bilang? bagaima-"
BRAAKKKK Suara pintu yang terbuka tiba-tiba menghentikan perkataan Digo.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu?" suara dingin seorang wanita yang tiba-tiba muncul memotong perkataan Digo.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada wanita mungil yang berdiri tepat di depan pintu, wanita mungil itu menatap Troy tajam. Dari raut wajahnya terlihat sekali kalau ia sedang menahan amarahnya. Disamping wanita mungil yang menatap tajam Troy, terlihat Ivy yang sedang mengatur nafasnya, tampaknya dia berlari-lari untuk sampai ke apartemen Troy.
"Little angle, ka-"
"Jangan panggil aku Little angle, kau mengabaikan pesanku Troy. Bukankah sudah kukatakan padamu untuk berhati-hati dan jangan lewat jalan itu!" kata wanita yang dipanggil Little angle itu gusar.
"aku tahu Little angle, hanya saja…" Troy menghentikan perkataannya.
"Sudahlah Kira, yang penting Troy baik-baik saja," ucap Michael membela Troy yang merasa bersalah.
Gadis yang dipanggil Kira itu mendecih dan terlihat kesal, ia beranjak dari depan pintu dan membaringkan tubuhnya di sofa di ruangan itu. Ia cukup lelah setelah berlari-lari karena mengkhawatirkan keadaan Troy.
Ivy hanya bisa diam menatap Troy dan wanita mungil yang dipanggil Kira tadi. Perlahan ia berjalan mendekati Troy dan memeluknya erat. Ivy tidak mampu berkata apapun, ia terlalu cemas dan khawatir sampai tidak tahu ingin berkata apa. Belum lagi ia sedikit takut ketika melihat raut wajah Kira tadi. Saat berpapasan dengan Kira, ia bahkan tak ingin menyapa Kira saat melihat amarah yang ada pada Kira. Dibiarkan saja Kira yang mengomel disepanjang jalan menuju apartemen Troy. Ivy tau kalau Kira marah karena cemas dan khawatir. ia juga tau, pasti Troy mengabaikan peringatan yang telah diberikan Kira sehingga Kira sangat marah.
Perlahan Troy mengusap kepala Ivy lembut sambil menggumamkan permintaan maaf ditelinga Ivy karena ia telah membuatnya khawatir. Mendengar gumaman maaf Troy, Ivy melepaskan pelukannya dan menatap Troy khawatir. ia mendesah pelan "Ucapkan maaf pada Kira, ia terlihat sangat panik tadi. Dia bilang kali ini ia tidak berbuat apapun karena luka yang kau derita tidak terlalu parah. Tetapi, dia tetap meminta kau untuk bersikap tegas dengan musuhmu itu. Jangan sampai dia yang turun tangan. Kau tau sendiri kalau Kira yang turun tangan hasilnya seperti apa!" kata Ivy dengan nada cemas dan takut. Setelah itu Ivy berjalan kearah Sofa dan ikut mengistirahatkan tubuhnya, seperti Kira yang sudah terlelap di sofa.
Nino menjadi sedikit canggung didalam ruangan itu, karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya dibicarakan oleh bos dan teman-teman bos-nya. Didalam ruangan itu Nino masih dapat disebut orang baru, walau ia sudah lama bekerja pada Michael. Perlahan ia pamit dengan beralasan kalau caffe membutuhkan dirinya. Setelah Michael mengijinkan, Nino pun berlalu dari ruangan itu.
Tinggal Digo, Michael, Troy dan duo lady yang sudah tertidur pulas disofa. Tampak Digo menuangkan minumannya kegelas agar dapat menghilangkan kegelisahan dan kekesalannya. Michael masih dengan tenang menyesap minumannya tanpa berniat ikut campur urusan Troy.
__ADS_1
"Apakah aku telah membuka luka itu?" tanya Troy pada Michael.
"Tentu saja," kata Digo yang menjawab pertanyaan Troy bukannya Michael. Michael melirik Digo tajam, sedangkan Dgo yang ditatap hanya melihat Michael dengan tatapan bertanya.
Troy bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati sofa dimana wanita-wanita kesayangannya berada. Dia berjongkok dihadapan Kira dan mengusap kepalanya pelan sambil menggumamkan kata maaf pada Kira. Namun, Kira tidak berkata apapun karena ia tertidur lelap.
"Maafkan aku, jika aku menyakitimu, tapi perlu kau tau Little angle, aku tidak bisa melepaskannya, hati ini telah memilihnya. maafkan aku, biarkan aku menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri," ucap Troy, kemudian ia mengecup kening Kira lama.
Setelahnya ia beralih pada Ivy dan mengecup keningnya juga.
"Maaf, sudah membuatmu khawatir," kata Troy mengusap kepala Ivy pelan.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya Troy? kau ingin aku turun tangan?" tanya Michael menatap Troy tajam.
"Tidak perlu, biar aku sendiri yang membereskannya. Kurasa sudah cukup sampai disini toleransiku pada wanita itu. Sudah selesai semuanya Michael, biar kuakhiri dengan tanganku sendiri," ucap Troy terkesan dingin dan penuh dengan amarah.
"Terserah padamu," ucap Michael tidak peduli.
"Kita lihat saja," Troy tersenyum kecil, senyum yang menyimpan luka, kecewa dan amarah.
__ADS_1
.
.