Love & Gun

Love & Gun
Chapter 19


__ADS_3

Clarissa yang terlihat kesal, menggerutu sepanjang jalan ke dapur untuk menghindari Via. Di dapur ia melihat pastry chef yang baru masuk kerja dua hari lalu sedang membuat kue.


Pastry chef yang baru ini terlihat imut dengan wajah asianya yang chubby dan senyumnya yang memberikan kesan manis. Clarissa suka sekali melihat pastry chef yang baru ini membuat berbagai macam kudapan kecil yang cantik. Tak jarang Clarissa yang sedang dirundung rasa galau, mengobati kegalauannya dengan melihat Kay –nama sang pastry chef- membuat kue. Yah, walaupun tujuan utamanya adalah agar ia dijadikan bahan percobaan untuk setiap kue kreasi baru yang dibuat Kay.


“ehem,” Clarissa berdehem barmaksud menyadarkan Kay yang tenagh serius membuat adonan kue.


“eh Rissa, sejak kapan ada disini?” tanya Kay yang kembali mengaduk adonan kuenya.


“baru saja. chef Kay lagi buat apa?” tanya Clarissa penasaran sambil melihat tangan Kay yang cekatan mengaduk adonan secara lembut.


“pudding choco lava,”


“wuah, seepertinya enak nih chef. Clarissa boleh coba ngga?” tanya Clarissa.


Kay mendengar perkataan Clarissa hanya tersenyum menanggapi. Ia sudah tahu tujuan utama Clarissa datang ke dapur hanya untuk menjadikan dirinya percobaan setiap kue baru yang ia buat.


“Nggak boleh,” sahut suara yang tiba-tiba mengagetkan mereka berdua.


“mister Nino,” teriak Clarissa girang dengan kehadiran Nino.


Kay tersenyum melihat kadatangan Nino, ia menyapa Nino dengan melambaikan spatula yang digunakan untuk mengaduk adonan kue. Nino membalas sapaan itu dengan tidak semangat dan terkesan mengabaikan, karena memang ia tidak pernah suka dengan Kay.


“Clarissa, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Nino pada Clarissa yang terlihat seperti cacing kepaanasan karena melihat kedatangan Nino.


“mister Nino datang sama siapa? Tuan Michael ikut juga ngga?” tanya Clarissa mengabaikan pertanyaan Nino.


Nino kesal sekaligus gemas melihat Clarissa yang malah balik bertanya padanya. Ia pun mencubit dan menarik kedua pipi Clarissa yang tembem. “kamu ini ya, kalau ditanya itu dijawab bukan malah balik nanya,” kata Nino.


“ugh mr. Nino lepasin, sakit” keluh Clarissa yang mencoba melepaskan pipinya dari cubitan Nino. Nino pun melepaskan pipi Clarissa ketika melihat warna merah mulai meninggalkan bekas di pipi Clarissa. Clarissa mengusap pipinya yang menjadi korban cubitan Nino.


“Mr. Nino mah KDTK sama pegawainya,”kata Clarissa lagi yang sedikit mengaduh sakit akibat cubitan Nino.


“KDTK?” tanya Nino tidak mengerti.


“iya, kekerasan dalam tempat kerja,” kata Clarissa sembari menampilkan raut wajah tanpa dosa.


Nino makin kesal, ingin rasanya ia mencubit pipi Clarissa lagi. Tapi Clarissa buru-buru menutup kedua pipinya. Nino tidak kehilangan akal, ia pun menyentil kening Clarissa.


“Auch,”


“rasakan, itu akibatnya jika suka menggoda orang tua,” kata Nino.


Kay yang melihat interakasi antara bosnya dan Clarissa hanya tertawa tanpa berniat ikut campur dalam perseteruan itu.


“Chef Kay kenapa tertawa? Seneng ya lihat Rissa di bully sama Nr. Nino,” kata Clarissa kesal.

__ADS_1


Kay semakin tertawa melihat Clarissa yang ngambek sambil menggembungkan kedua pipinya. Hal ini semakin membuat Clarissa tambah terlihat imut, ia pun jadi gemas ingin mencubit pipi tembem Clarissa juga.


“Ngomong-ngomong, kalau saya diperkenankan bertanya, Tuan Michael ini siapa?’ tanya Kay.


“Chef Kay tidak tau?” tanya Clarissa seolah tidak percaya dengan pertanyaan Kay.


“Tuan Michael ad-“


“Tuan Michael itu, calon pujaan hati Clarissa. Ia tampan, tinggi, ganteng, suaranya itu loh chef sexy cetar membahana. Udah gitu dia baik, pernah ngantarin Clarissa pulang, terus itu apalagi ya, ah pokoknya tuan Michael itu sempurna deh.” Belum sempat Nino menyelesaikan kalimatnya, sudah keburu di potong oleh Clarissa yang begitu menggebu-gebu mendeskripsikan Michael.


Nino menatap Clarissa tak percaya dengan setiap ucapan Clarissa, terutama pada kalimat ia diantar pulang oleh Michael. Kay mengangkat alisnya bingung mendengar perkataan Clarissa. Sedangkan Clarissa masih tersenyum senang membayangkan sosok Michael.


“Oke, saya mengerti. Tapi apa hubungannya Tuan Michael dengan bos Nino?” tanya Kay yang masih tidak mengerti dengan perkataan Clarissa.


“memangnya Mr.Nino berhubungan dengan tuan Michael?” gumam Clarissa ketika ia berpikir sejenak tentang pertanyaan Kay. Tiba-tiba mata Clarissa membulat tidak percaya, “Mr.Nino, kok tega sih sama Rissa,” ucap Clarissa sedih.


Nino menaikkan alisnya tidak mengerti dengan ucapan Clarissa. “apa maksudmu Rissa?” tanya Nino bingung.


“Mr.Nino tega nikung Clarissa,” kata Clarissa lagi sembari menampilkan raut wajah sedih.


“Nikung? Siapa yang saya nikung?” tanya Nino.


“Mr.Nino dong. Clarissa tidak menyangka kalau Mr.Nino akan nikung dengan menjalin hubungan dengan Tuan Michael.” Clarissa menampilkan wajah sedih imutnya. “Please Mr.Nino, kalau Mr.Nino suka dengan cowok cari yang lain deh jangan sama tuan Michael dong” kata Clarissa lagi.


Mata Nino membulat besar begitu juga dengan Kay. Nino terlihat geram sekali dengan perkataan Clarissa kali ini, masak dirinya dikira homo!


“itu tadi, waktu chef Kay tanya-“


“Kay bertanya karena ia tidak tau apa posisi Michael disini. ‘Hubungan’ yang ditanyakan Kay pada saya, bukan yang seperti kamu pikirkan Rissaa,” geram Nino.


“jadi, Mr.Nino tidak menjalin hubungan dengan tuan Michael?” tanya Clarissa polos.


“tentu saja tidaakk,” tegas Nino.


Kay sudah tidak mampu lagi membendung tawanya, ia tertawa sangat keras tanpa memedulikan Nino yang terlihat marah karena ditertawakan. Dari luar dapur juga terdengar tawa yang cukup keras sekali, pintu pun terbuka disana tampak Troy sedang tertawa sambil memegag perutnya yang sakit akibat tertawa.


Clarissa bingung dengan Kay dan Troy yang tertawa keras sekali, bahkan mereka tertawa sampai sakit perut. Nino menggelengkan kepalanya samberi memijit kepalanya pelan karena lelah mebghadapi kepolosan Clarissa.


“sudah puas tertawanya?” tanya suara yang sangat dirindukan Clarissa.


Ia disana, pria pujaan hati Clarissa berdiri dibelakang Troy yang masih saja tertawa walau tawanya sudah tidak sekeras tadi.


“hahaha, kau dengar itu Mike. Ada hubungan apa kau dengan Nino?” tanya Troy menertawakan Michael.


“berhenti tertawa Troy,” geram Michael.

__ADS_1


“baiklah, baiklah,” kata Troy yang belum bisa menghentikan tawanya.


Michael mengernyitkan alisnya melihat Kay ada di dapur. Ia menatap Troy seolah keberadaan Kay disana bukan maslaah besar. Troy mendekati Clarissa, wanita yang telah mencuri perhatiannya.


“Hallo kucing kecil,” sapa Troy pada Clarissa yang masih sibuk menatap Michael. Troy tersenyum melihat Clarissa yang begitu focus pada saudara tak sedarahnya itu.


“kucing kecil,” panggil Troy lagi. Saat itu Clarissa tersadar dan langsung cengenge-san malu karena kepergok memperhatikan Michael lagi. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan kegugupannya.


Michael sendiri sedari tadi mencoba mengabaikan keberadaan Clarissa. Ia mendekat kearah Nino dan membicarakan urusannya saat ini dengan Nino. Nino pun langsung mengajak bos besarnya untuk ke ruang kerja.


Michael, Nino dan Dante segera meninggalkan dapur menuju ruang kerja Nino. Clarissa menghela nafas sedih melihat kepergian Michael tanpa sedikitpun menyapa dirinya. Troy yang melihat kesedihan wanita mungil itu, mengusap kepala Clarissa.


“jangan sedih kucing kecil, saat ini Michael sedang sibuk jadi wajar kalau dia tidak menyapamu,” kata Troy mencoba menghibur Clarissa. Clarissa tersenyum mendengar perkataan Troy.


“kamu chef baru?” tanya Troy pada Kay yang terlihat bingung dengan kedatangan Troy.


Kay menganggukkan kepalanya, belum sempat Kay ingin memperkenalkan diri, Clarissa langsung menyerobot mengenalkan Kay pada Troy. “Ini chef Kay, kak Troy. Dia pastry chef yang baru menggantikan chef Damar. Kue buatannya enak loh, Rissa sering banget mencicipi kue terbaru buatan chef Kay. Semuanya tidak ada yang tidak enak, terus chef Kay baik sekali. Chef Kay sering mengantar Clarissa pulang dan juga membawakan Clarissa kue yang enak untuk dimakan di rumah.”


“wah, benarkah?” tanya Troy.


“hu’um, tanya saja kalau ngga percaya,” kata Clarissa lagi. Kemudian Clarissa menceritakan segala hal tentang Kay pada Troy.


Troy tersenyum mendengar segala celotehan Clarissa, ia seperti melihat Ivy kedua. Troy selalu senang mendengarkan segala celothen Ivy, tidak seperti Digo, Michael dan Kira yang selalu jengah mendengar omongan Ivy yang tidak ada habisnya. Jadi, wajar saja jika ia begitu tenang dan antusia mendengar celothen Clarissa.


Kay yang melihat interaksi antara Troy dan Clarissa hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya karena sebentar lagi pesanan akan datang.


“ya uda, kalau gitu Rissa pamit dulu ya kak Troy. Waktu istirahatnya sudah habis nih. Bye kak Troy,” pamit Clarissa samberi meninggalkan dapur.


Sesaat dapur terasa sunyi, yang terdengar hanya dentingan alat-alat dapur yang digunakan Kay untuk membuat kue.


“kau menemukan sesuatu Kay?” tanya Troy pelan sambil menikmati kue Kay yang telah matang.


“saat ini tidak ada tuan,” kata Kay tanpa mengalihkan pekerjaannya.


“bagus, tetap awasi dan lindungi Clarissa. Penglihatan Kira tak pernah salah, jika ia melihat suatu hal buruk akan terjadi maka pasti akan terjadi, meski ketepatannya hanya 50%” kata Troy lagi.


“baik tuan.” Kay mengeluarkan kue yang telah matang dari dalam oven. “tapi tuan, sepertinya tuan Michael tidak suka dengan kehadiran saya,” kata Kay sedikit cemas.


“serahkan urusan Michael padaku.” Troy berdiri dari tempat duduknya. “kerjakan saja tugasmu, jangan sampai mengecewakanku,” kata Troy berlalu dari hadapan Kay.


“Baik tuan,” kata Kay penuh percaya diri.


.


.

__ADS_1


***Terimakasih sudah membaca ceritaku, mohon dukungan nya lewat komentarnya.


Terimakasih***


__ADS_2