Love & Gun

Love & Gun
Chapter 14


__ADS_3

“Berikan tangamu,” perintah Kira. Michael tanpa banyak bertanya segera memberikan tangannya dan dengan segera disambut oleh Kira. Kira memejamkan matanya sejenak dan mencoba berkonsentrasi. Suasana di dalam ruangan tampak sunyi dan tenang. Tak lama, Kira membuka matanya dan melepaskan tangan Michael. Seolah tidak terjadi apa-apa, ia berjalan kearah kulkas yang disediakan didalam ruangan Nino dan membukanya, kemudian ia mencari minuman atau makanan yang menarik perhatiannya.


“So?” tanya Digo yang ditujukan pada Kira. Ia penasaran dengan penglihatan Kira saat memegang tangan Michael tadi. Namun, Kira masih sibuk dengan kegiatannya mencari makanan dikulkas, mengabaikan Digo.


“Kira,” panggil Ivy.


“Hmm” jawab Kira tanpa mengalihkan kegiatannya dari mengubek kulkas.


“Kira,”panggil Ivy yang mulai kesal.


“Apa sih?” Kira mulai kesal dengan panggilan Ivy padanya. Ia berbalik setelah menemukan apa yang dicarinya, cokelat kit kat.


“Apa yang kau lihat?” tanya Digo.


“Lihat apa?” tanya Kira bingung. Yang lain menghembuslkan nafas keras, mereka gemas dengan tingkah Kira yang sok misterius.


“Kau melihat sesuatu saat kau memegang tangan Michael little angel. So, beritahu kami apa yang kau lihat” kata Troy tenang.


Kiran menaikkan alisnya sebelah tidak suka. “Buat apa? Toh nanti kalian akan tau sendiri juga. Lagipula Michael saja tidak bertanya apapun padaku, kenapa jadi kalian yang ribut?” kata Kira seraya memakan cokelat yang ada ditangannya.


“Argghhh.” Digo terlihat kesal. “ Terkutuklah Kira dan penglihatannya, aku tidak suka jika dia sudah bergulat dengan sisi misteriusnya” kata Digo seraya meminum sodanya dalam tegukan besar.


“Mistery biarkan tetap menjadi mistery. Waktu jua lah yang akan mengungkapkan mistery itu” kata Troy sambil menatap Kira. Perkataan Troy sontak membuat ruangan kembali sunyi, bahkan Kira yang asyik mengunyah cokelatnya, menghentikan kegiatannya dan terdiam. Ia membuang pandangannya dari Troy yang menatapnya, kemudian melanjutkan memakan cokelatnya, mengabaikan perkataan Troy.


TOK TOK TOK

__ADS_1


Nino segera beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu. Terlihat Reza berdiri didepannya seraya tersenyum menatap Nino, disampingnya terlihat Dante yang menatapnya datar.


“Haii Nino, pesanan datang,” kata Reza sambil mengangkat pesanannya.


“Kau lama sekali, sudah ditunggu dari tadi,” kata Nino seraya memberikan Reza dan Dante jalan.


“Hallo boss, tuan Troy, Tuan Digo, Nona Ivy dan nona Kira,” sapa Reza dengan senyum khasnya. Troy mengangguk membalas sapaan Reza, sedangkan Michael dan Digo tidak memperdulikan sapaan Reza. Berbeda dengan para pria, Ivy membalas sapaan Reza dengan senyuman sedangkan Kirana mengabaikan sapaan Reza dan langsung mengambil barang belanjaan yang dibawa Reza. Reza hanya tersenyum melihat tingkah sahabat bos imutnya ini.


Sesaat Kirana melirik Dante tajam, ia masih kesal karena minuman favoritnya dihabiskan Dante.


Dante biasanya bersikap tenang dan datar, namun ketika melihat tatapan tajam Kirana, ia merasa gugup dan cemas bercampur sedikit takut. Ia sebenarnya takut dengan bosnya Michael, tapi ia lebih takut lagi dengan Kirana. Ia menggaruk kepala mencoba menghilangkan kegugupannya, dan berjalan mendekat kearah Michael seolah meminta perlindungan. Sedangkan Kirana berjalan kembali ketempat duduknya disebelah Ivy.


Michael menatap Dante heran sembari menaikkan sebelah alisnya. Dante yang merasa ditatap oleh bosnya hanya bisa menatap Michael dengan tatapan datarnya. Michael tidak peduli dengan sikap Dante, ia tahu kalau Dante sedikit takut dengan Kiran, tapi ia tidak menyangka kalau ia sampai harus mendekat padanya.


“Dante, bagaimana?” tanya Michael to the point, seolah tidak peduli dengan sikap kekanakan Dante.


“Kerja bagus, persiapkan semua rencana kita sekarang,” kata Michael sembari mengembalikan dokumen tadi kepada Dante.


“Baik bos” ujar Dante.


Reza hanya menatap bosnya tersenyum dan menyerahkan berkas yang diminta oleh bosnya tanpa bertanya, hanya mengulurkan tangannya. Michael menerima berkas yang diberikan Reza. Ia pun membuka berkas yang dibawa Reza. Ia mengernyitkan alisnya membaca berkas yang diterimanya dari Reza. Berbeda dari berkas yang diperolehnya dari Dante, saat ini Michael malah terlihat berusaha menahan eksperesi bahagia yang menguar dari dalam dirinya.


“Tidak perlu sampai berpikir keras begitu, Mickey. Dia memang seperti itu, anak yang unik dan hebat bukan?” Ucapan Kirana membuat Michael sedikit kaget. Ia menatap Kirana yang tengah asyik memakan pizzanya sambil tersenyum nakal. Michael tampak salah tingkah, ia berdehem mengurangi rasa gugup yang tiba-tiba hadir seperti dirinya saat kepergok telah melakukan sesuatu hal yang memalukan. Ia seakan sedang ditelanjangi dengan apa yang diketahui Kirana. Ia lupa, kalau ia tidak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu dari gadis mungil itu.


Sahabat-sahabat yang lain menatapnya heran. Sebelum sahabatnya angkat bicara dan menanyakan maksud dari perkataan Kiran, Michael langsung beranjak dari tempatnya untuk melarikan diri.

__ADS_1


“Aku ada pekerjaan, aku duluan,” kata Michael kepada sahabat-sahabatnya. Troy menganggukkan kepalanya, Digo melambaikan tangannya tanpa melihat kearah Michael karena ia kembali disibukkan dengan ponselnya. Ivy segera berdiri, berjalan kearah Michael dan meminta Michael untuk menundukkan badanya sedikit agar ia bisa memberinya kecupan. Setelah Ivy memberinya kecupan, Michael mengusap kepala Ivy. Tatapannya beralih kepada Kirana yang sibuk memakan pizaa favoritnya seraya memainkan ponsel ditangan kirinya. Kirana merasakan tatapan Michael, ia pun balik menatap Michael masih dengan senyum nakal dibibirnya.


“Saat kau keluar dari ruangan ini, dirimu tidak sama lagi Mickey. Jadi persiapkan dirimu, terutama hatimu.” Kirana berbicara santai seolah perkatannya tidak bermakna sama sekali. Semua yang berada dalam ruangan itu semakin penasaran dengan apa yang diketahui Kirana, tapi tidak ada yang mau menanyakannya. Karena mereka semua tau, kalau Kirana tidak akan pernah memberitahu apa yang ia ketahui, hobinya adalah bermain dengan teka-teki yang harus dijawab sendiri. Michael menarik nafas panjang, ia mencoba untuk tidak memikirkan perkataan Kirana yang mengusik hatinya. Ia melangkahkan kakinya kembali, namun tepat saat ia ingin membuka pintu, Kirana kembali memanggilnya.


“Mickey, besok aku akan keluar kota,” kata Kirana dengan mulut penuh pizza yang masih dikunyah. Michael manikkan alisnya bingung dengan perkataan Kirana barusan.


“Kira, habiskan dulu makanan yang ada dimulutmu,” perintah Troy. Kiran hanya tersenyum menanggapi perintah Troy, kemudian ia pun menelan pizza yang sudah dikunyah halus didalam mulutnya.


“Kemana?” tanya Michael tanpa berniat menanyakan alasan pemberitahuan Kirana yang ingin keluar kota.


“Surabaya,” kata Kiran lagi.


“Aku juga,” kata Ivy tiba-tiba.


Kiran menatap Ivy tidak percaya. “Ada perlu apa kau disana?” tanya Kiran.


“Ada deh, mau tau aja” kata Ivy seraya mengejek Kiran. Kiran mendengus jengkel melihat tingkah Ivy, sedangkan Ivy tersenyum senang karena sudah membuat Kiran jengkel.


“Baiklah. Hati-hati” kata Michael seraya berbalik dan keluar ruangan dengan diikuti Dante dan Reza.


“Little angle, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dan aku tahu kalau kau tidak mau menjelaskannya. Aku hanya ingin bertanya padamu, apakah dia akan baik-baik saja?” tanya Troy memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada Michael.


“Entahlah Troy, aku tidak tau dan tidak bisa memberitahumu” kata Kiran pelan. “Kita doakan saja agar ia baik-baik saja”


.

__ADS_1


.


__ADS_2