
Michael mengumpat dalam hati, kenapa ia bisa bersikap seperti ini? ini sama sekali bukan gayanya.
"A anu, kak Troy." Panggil Clarissa kepada Troy yang masih menatap kearah Michael.
"Ya?"
"Kenapa kakak bisa ada disini?" tanya Clarissa penasran dengan kehadiran Troy disini.
"Kenapa? tidak bolehkah aku disini?" tanya Troy menggoda Clarissa lagi.
"Nggak kok, bukan begitu maksud Risa. Rissa pengen ta-"
"Aku ada perlu dengan Nino," kata Troy memotong perkataan Clarissa begitu saja.
"benarkah?" tanya Clarissa takut-takut. Ia takut jika Troy memiliki kerjasama yang melibatkan nyawa Nino.
Seperti bisa membaca isi kepala Claarissa, Troy terkekeh pelan, "hahaha, kau tidak usah takut kucing kecil. Pekerjaanku dengan Nino tidak seperti yang kau pikirkan, aku pemasok bahan-bahan kebutuhan dapur untuk caffe ini.” Clarissa mendesah nafas lega mendengar jawaban Troy.
__ADS_1
"kau mengenal tuan Troy, CLarissa?" tanya Nino pura-pura tidak tahu.
Clarissa kaget mendengar pertanyaan Nino, rasa gugupnya kembali. "em, em ti tidak juga. hehehe" kata Clarissa mencoba tertawa.
Troy menggoda Clarissa lagi, "wah,. kau jahat kucing kecil. tidak kusangka kau akan menganggap pertemuan luar biasa kita hanya pertemuan biasa saja," kata Troy pura-pura sedih.
Clarissa bingung, memangnya ia harus bersikap seperti apa? Baginya kemarin malam itu adalah mimpi buruknya yang nyata. Kenapa ia harus repot-repot berpura-pura kenal dekat dengan Troy.
"Troy," tegur Michael yang jengah pada kelakuan Troy. Troy terkekeh pelan mendengar teguran Michael lagi.
"Kulihat tadi kau menangis, kenapa kau menangis?" tanya Ivy tiba-tiba. Ia tampak penasaran dengan gadis kecil itu, gaids yang sudah menarik perhatian Michael.
"kau tidak mau cerita?" tanya Ivy lagi yang membuyarkan lamunan Clarissa. "ya sudah ku tanya sama Nino aja nanti," sambung Ivy lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban Clarissa. Ia tidak ingin memaksa Clarissa untuk menceritakan apa yang terjadi padanya.
CEKLEK
Pintu terbuka kembali. Semua mata tertuju kearah pintu yang terbuka. Masuklah seorang wanita mungil yang tingginya hampir sama dengan Clarissa, sejenak wanita itu hanya diam berdiri di depan pintu. Ia melihat kearah Clarissa, dan sedikit kaget melihat Clarissa. Perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati Clarissa.
__ADS_1
Wanita mungil itu terus saja menatap Clarissa, seolah-olah jika ia mengalihkan sedikit aja tatapannya dari Clarissa, Clarissa akan kabur dari hadapannya. Clarissa jadi gugup dilihat begitu intens oleh wanita mungil itu, tidak biasanya ia mendapat tatapan se intens itu. Ia juga menatap wanita mungil yang tingginya tidak jauh berbeda dengan diri-nya, ia sedikit senang dengan kenyataan itu.
Tak lama wanita mungil itu tersenyum kepada Clarissa dan berkata, "Kau manis juga. Kuberi kau satu saran nona. Yang namanya CINTA memang selalu patut untuk diperjuangkan." Wanita itu terdiam sejenak, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Michael dan tersenyum pada Michael. Sedangkan Michael tidak memperdulikan perkataan Kirana, dan berpura-pura tidak melihat Kirana.
Kirana mengalihkan kembali pandangannya pada Clarissa. "Dan nona, aku juga harus mengatakan hal ini padamu. Jika kau siap memperjuangkan Cintamu, maka kau juga harus siap menghadapi segala cobaan yang datang padamu. Jangan pernah menyerah, jika kau menyerah mungkin saja kau akan kehilangan cinta lagi. ingat kata-kataku baik-baik." Wanita itu kembali memandangi Clarissa yang terlihat bingung mendengar ucapan wanita itu. "Saat ini kau belum memahaminya, Tapi suatu saat kau akan mengerti. Btw salam kenal ya, namaku Kirana ,"katanya sembari memberikan tangannya untuk disalami.
Clarissa menyambut tangan Kira sembari menyebutkan namanya, "aku Clarissa ratna purnama."
"Waw, nama yang indah. Terimakasih karena sudah menyelematkan saudaraku" kata Kira lagi seraya tersenyum dan melepaskan tangannya. Kemudian ia berlalu dari hadapan Clarissa dan duduk disamping Ivy.
Clarissa bingung dengan perkataan Kira. Apa maksud dari perkataanya ya? Siapa saudara yang dimaksud oleh wanita itu? Kapan aku pernah menyelematkan saudaranya? Saudara wanita itu siapa? batinnya bertanya-tanya, tapi tak ada satupun yang mau menjelaskan padanya tentang wanita itu dan ucapannya. Ia menatap ke setiap penghuni ruangan itu yang hanya tersenyum melihat kebingungan Clarissa.
“Troy, saudara yang kumaksud itu Troy,” kata Kirana menjawab pertanyaan yang berkutat didalam pikiran Clarissa. Clarissa kaget, apakah tadi ia mengucapkan dengan jelas pertanyaan yang dipikirkannya? Lagipula bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu kalau Clarissa menyelamatkan Troy? Padahal ia sama sekali tidak cerita apapun tentang kejadian kemarin malam. Apakah ia dapat membaca pikiranku? Oh tidak!! Batinnya gelisah.
Kirana tersenyum lagi, begitu juga Troy. “Kirana tidak perlu membaca pikiranmu kucing kecil, raut wajamu sudah menunjukkan pertanyaan yang akan kau tanyakan didalam hatimu. Kau itu seperti buku yang terbuka, sangat mudah untuk membaca dirimu,” kata Troy, kemudian ia melihat kearah Michael, “Bukan begitu Michael?” tanya Troy yang tersenyum jahil. Michael mendengus kesal dengan tingkah Troy yang sok menyimpulkan sesuatu yang tidak seharusnya ia simpulkan begitu saja.
Clarissa hanya diam, tidak menyangka Troy akan berkata seperti itu mengenai dirinya. Dia jadi sedikit malu. Nino yang melihat Clarissa bertingkah ngga jelas pun merasa kasihan dan memintanya untuk keluar dari ruangannya.
__ADS_1
.
.