Love-ing You

Love-ing You
Terbuang


__ADS_3


Saat bunga layu wanginya kian pudar, warna indah keemasan yang dulu di puja kian menunduk jatuh ketanah.


Hawa gerimis mengundang kabut, semakin membuat bunga dirundung. Saat kelopaknya jatuh bunga kini menjadi sampah.


Aku tak ingin menjadi bunga itu, biarkan aku menjadi ilalang saja. Yang tegar walau tak semerbak baunya. Dalam rentang waktu yang Tuhan janjikan, aku meminta waktuku di pangkas saja. Segeralah jemput aku pulang, biar bungaku tak jadi sampah jalanan. Biarkan aku tidur untuk waktu yang sangat lama, biarlah bungaku tak tumbuh.


Seoul 20 Mei 20***


Malam penghargaan anugrah musik nasional yang selalu diadakan dengan meriah. Lampu yang indah menyoroti setiap gerak gerik tarian kami. Tidak peduli bagai mana kondisi ku. Yang mereka lihat hanya senyuman palsu kami yang mengembang. Meskipun begitu aku selalu bahagia. Dalam tarian dan nyanyian aku selalu merasa melayang di angkasa. Hanya saja itu adalah saat-saat terakhir aku bisa tampil di atas panggung semewah ini. Tepat setelah acara ini selesai semua keindahan itu juga berakhir di hidupku. Sorak sorai penonton terdengar sangat merdu, kerlipan light stik bagai lautan perak yang menyilaukan. Ini bagian terakhir dalam karirku juga hidupku.


Grup kami memenangkan piala penghargaan untuk yang ke sekian kalinya. Seharusnya aku senang, tapi mereka tak ingin ada aku di dalam kebahagiaan itu. Mereka menginginkan aku pergi sejauh mungkin, menghilang dan tak kembali.


Dua hari menjelang malam penghargaan. Sebuah berita muncul dan membuat heboh media masa. Berita itu tentang aku yang di tuduh menjadi seorang pembully saat SMA. Tentu saja semua berita itu salah. Tapi semuanya sudah terlambat berita itu terlanjur menyebar bagai virus, menghancurkan semuanya.


Aku tau dalang nya siapa, dia yang bisa di sebut saudaraku. Dia yang selalu ingin aku jatuh dan hancur. Mungkin di tempat yang tidak aku ketahui dia tengah tersenyum, merayakan keberhasilannya telah mendorongku jatuh.


"Beritanya semakin panas. Kenapa juga anggota grup lain memposting Foto itu seolah membenarkan apa yang terjadi. Pak lie lakukan sesuatu"


Ini adalah saat-saat yang sulit untuk Pak pimpinan juga. Agensinya sedang di ambang kehancuran. Sorot matanya tajam dia bukan main berang melihat tingkah anggota grup lain yang seolah tak memikirkan apapun. Yang mereka mau hanya membuang aku.

__ADS_1


"Aku akan keluar dari grup sudah jelas mereka memang tak menginginkan ku "


"Hana, maafkan aku melibatkan mu dalam grup yang kacau seperti ini. Seharusnya dulu aku menyetujuinya kau berkarir solo "


"Semuanya telah terjadi. Satu-satunya cara agar semuanya normal kembali adalah mengorbankan aku Pak Lie"


"Agensi ini bisa maju berawal saat kau datang Hana, aku akan memberi pelajaran pada gadis-gadis yang tak tau terimakasih itu"


Pimpinan selalu baik pada ku, dia selalu lebih baik padaku dari pada anggota lain. Mungkin itu yang membuat mereka semakin membenci. Setelah diskusi berakhir aku memberitahu anggota tentang keputusan itu. Tidak ada yang sedih akan itu, mereka bahkan tak peduli padaku.


"Aku akan berhenti jadi ku mohon berhenti melakukan ini "


Setelah mendengar itu mereka tanpa sepatah kata pun pergi meninggalkan aku di ruang latihan. Sangat jelas aku dengar mereka tertawa bersama di luar ruangan. Mereka tak memikirkan hatiku sedikit pun.


Dan semuanya benar-benar berakhir, aku menyeret koper keluar dari asrama ada manajer grup kami Jimi yang membantu dan menemani ku. Dia terlihat menangis karena mengasihani aku.


"Jangan menangisi aku lagi, sudah cukup Jim semuanya akan kembali normal "


"Kenapa mereka jahat sekali pada mu, aku akan berhenti jadi manajer mereka dan terus di samping mu "


Saat itu aku hanya bisa tersenyum mendengar Jim yang bersimpati. Aku tau dia orang yang baik mungkin hanya dia yang aku punya saat ini. Keluargaku pun tak ada yang peduli, mereka sepertinya senang melihat karir ku berakhir, itu yang mereka inginkan. Setelah selesai dengan semua barang di asrama, pimpinan meminta aku untuk datang ke agensi ada beberapa berkas pembatalan kontrak yang harus segera aku tanda tangani. Sejujurnya tanganku gemetar saat menandatangani dokumen itu. Hal yang aku kejar dengan susah payah harus berakhir dengan ketidak adilan. Aku bagai sebuah bunga yang layu, semua sari dariku telah di hisap dan kini hanya tinggal menjadi sampah.

__ADS_1


"Hana maaf aku ada rapat dengan pimpinan, kau bisa pulang sendiri kan ,aku sudah pesan taksi "


"Jangan khawatir Jim aku sudah besar "


Dari kejauhan Jim masih sesekali berbalik melihat aku, dia tak perlu khawatir sampai seperti itu. Taksi yang Jim pesan pun tak segera datang. Dan saat itulah hal yang tak aku inginkan terjadi, mereka yang kini menjadi mantan anggota grup ku terlihat berjalan semakin mendekat, aku tak ingin berurusan lagi dengan mereka. Tetapi yang membuat aku kehilangan fokus adalah salah satu di antara mereka, lelaki yang sangat aku kenal. Dia Hyun sahabat ku sejak SMA, saat mereka lewat tatapan mata Hyun jelas berbeda dia bukan orang yang ku kenal dulu. Apa yang telah terjadi, apa yang mantan anggota grup ku katakan pada nya. Aku melihat sorot mata penuh kebencian Hyun.


** **


Beberapa hari setelah aku resmi keluar dari grup dan agensi. Aku pikir keadaan akan kembali normal tapi ternyata tidak, Yerim saudara tiri jahat ku sepertinya sedang menikmati panggung yang dia buat. Dengan wajah yang tampak di buat sedih dia tampil di berbagai acara televisi menceritakan kisah karangan nya tentang aku. Yang jelas itu semua kebohongan


BYURRR !!


"Rasakan ,harusnya orang seperti mu lenyap dari dunia ini !!"


Aku berniat mengambil beberapa barang di loker agensi yang masih tertinggal. Saat segerombolan orang tak di kenal melempari aku telur dan cairan hitam yang entah apa itu. Aku tersungkur di tempat parkir gedung itu menahan semua rasa sakit yang mereka lempar. Hingga aku mendengar langkah kaki berlari menghampiriku. Masih dengan menunduk aku mulai menangis, rasa sakit dari hinaan mereka lah yang membuat sakit di hatiku.


"Kau tidak apa-apa ?,apa yang kalian lakukan pergi dari sini !!"


Dia melindungi ku dengan memeluk tubuhku yang jelas-jelas kotor saat itu. Aku tidak tau siapa dia ,yang aku tau hanya sura beratnya yang khas dan sapu tangan yang dia beri. Setelah itu para petugas keamanan mulai berdatangan bersama manajer Jim lalu menangkap segerombolan orang itu .


"Semuanya akan indah pada akhirnya, yang harus kau lakukan hanyalah bertahan sedikit lebih lama "

__ADS_1


Kata-kata lelaki itu masih aku ingat hingga sekarang, jika hari itu dia tak menolong mungkin aku tak akan bertahan sampai sejauh ini .



__ADS_2