
Aku masuk ke dalam kamar ,membuka isi koper dan mulai bebenah .Ini tak normal jantung ku berdetak sangat kencang sejak bertemu Yeol barusan ,ku ambil tas kecil di atas meja rias kemudian masuk kamar mandi dan minum obat yang ku simpan di sana ,hanya tempat itu yang tak di pasangi kamera ,aku tak ingin ada orang lain tau kondisi ku .
"Jika kau butuh bantuan panggil saja aku ,kamar kita berhadapan "
Senyum nya lagi ,kenapa tak bisa hilang dari kepala ,jelas ini bukan gangguan panik , bahkan setelah meminum obat jantung ku masih saja berdebar .Ku alihkan pikiran dengan mulai merapihkan barang bawaan ,kamar ini cukup nyaman dengan dua tempat tidur ukuran sedang ,kamar mandi besar dengan ruang ganti pakaian yang di lengkapi dua lemari .Aku memilih tempat tidur di ujung dekat jendela kaca besar dengan balkon yang mengarah ke halaman depan rumah .Siapa kira-kira teman sekamar ku ,ku harap dia baik dan menyukai ku .
Tok tok tok
Apakah itu Yeol ,dengan ragu ku dekati pintu kamar lalu membukanya ,benar itu dia,lihatlah dia tersenyum seperti itu lagi .
"Aku tak tau apa ini penting ,aku sepertinya harus keluar ada pekerjaan yang harus ku lakukan ,apa tidak apa-apa ? "
"Tentu saja itu pekerjaan mu ,pergi lah hati-hati di jalan "
Ku coba membalas senyum nya dengan muka kaku ku ,apa itu terlihat canggung di matanya .
Hari mulai beranjak sore dan penghuni lain mulai berdatangan ,aku masih bertahan di kamar karna bingung harus berbuat apa ,tepat nya aku takut mereka tak menerimaku dengan baik ,tapi aku tak bisa terus di sana ,ku remas ujung baju yang ku kenakan lalu perlahan mulai melangkah keluar dari sana .
"Hallo selamat siang ?"
Ada dua orang lelaki duduk di sofa ruang tengah lantai dua ,mereka langsung menoleh dan menatap ku dengan cukup terkejut .
"Hallo ,kamu Hana kan ?"
"Dia Hana mantan agota flowers itu ,aku tau dari PD ternyata benar kau ikut acara ini "
Mereka tampak diskusi membahas tentang ku ,mereka tau aku tapi aku tak kenal mereka .
"Ahh kita malah ngobrol berdua ,perkenalakan aku Biin dan ini aktor Jespher "
"Saya Hana "
"Wahhhh kamu lebih cantik dari foto, ini pertama kalinya kita bertemu "
Kak Biin usianya jauh lebih tua dari ku sedangkan Jespher seusia dengan ku ,mereka adalah seorang host dan aktor ,aku tak cukup tau karna jarang menonton televisi .Dan setelah nya anggota lain juga mulai berdatangan totalnya ada 10 orang lima lelaki dan lima wanita ,aku sekamar dengan kak Rin seorang model senior yang untung nya sangat baik pada ku ,dia banyak membantu ku selama tinggal di sana dan dia juga satu-satunya penghuni rumah ini yang tau tentang kondisi mental ku yang bermasalah .
"Bukan kah sekarang kau punya agensi sendiri ?"
"Iya kak ,"
"Wah hebat masih muda sudah berhasil sejauh itu "
"Itu hanya agensi kecil ,aku masih banyak belajar "
__ADS_1
Kami menobrol sebelum tidur sambil berbaring di kasur masing-masing .
"Kau sangat cantik Hana ,kau mengingatkan ku pada aku yang dulu .Dulu juga aku sepertimu ,terlihat dingin dan punya banyak ketakutan .Dunia begitu kejam pada ku yang sedang tumbuh saat itu ,kau juga mengalaminya ,hanya saja kau lebih cepat bangkit kembali tak seperti ku yang sangat payah "
"Kenapa bicara begitu ,kaka adalah model terkenal dan berbakat .Sangat sulit membuat kontrak dengan mu "
"Kontrak ,apa kau pernah ingin bekerja sama dengan ku "
"Bukan aku ,itu kata orang "
Aku gugup ,perusaan Kake ku pernah ingin mamaki nya sebagai model ,tapi itu tak berhasil dia sangat selektif memilih pekerjaan nya .Aku tak ingin kak Rin salah paham tentang itu ,aku tak ingin dia langsung tau itu .Aku sangat nyaman saat bersamanya ,aku hanya ingin dia mengenal ku apa adanya .
*** *** ***
Satu hari sudah berlalu ,ternyata tak sesulit itu ,mereka cukup baik menerima ku dan tak mengungkit masa lalu ku .Semua orang di rumah ini adalah orang hebat Kak Rin adalah model papan atas ada juga Ruby penari balet yang seusia dengan ku ,lalu Yoona dan Zoy mereka idol yang sedang naik daun. Zoy yang paling muda di sini. Dan lima lelaki lain ada kak Biin ,Jespher ,Yeol ,Maxx ,dan Pak Kim .merka semua orang hebat ,bahkan pak Kim adalah seorang pengacara terkenal yang sering muncul di televisi ,dia yang paling bijaksana di sini .
Aku terbiasa bagun pagi meskipun kadang tak melakukan apapun dan hanya diam di kasur ku . Pagi ini sedikit berbeda awalnya aku terkejut ketika bangun mendapati kamar yang masih asing untuk ku ,apalagi saat ku dengar seseorang mendengkur tak jauh dari ku .
"Ahhh aku di rumah ini "
Ucapku sendiri sambil sedikit merapihkan rambut ,setelah mandi ku coba turun ke lantai bawah ,dapur ada sisi pojok bawah rumah ini ,aku sangat lapar terakhir aku makan adalah saat di apartemen sebelum berangkat ke sini .Ku buka kulkas ,isinya lumayan banyak sepertinya staf yang membelinya ,ku keluarkan telur ,kol ,sawi ,tomat ,roti tawar dan potongan tipis beef .Aku akan membuat roti bakar sebelum berangkat kerja ,perlukah ku buat untuk mereka .
Ku mulai memotong sayuran menjadi setipis mungkin ,memanaskan wajan dan menabahkan buter ke dalam nya lalu mulai memasak .
"Kamu sedang apa ?"
"Ahhh kaget aku "
"Hehe maaf "
"Aku sedang membuat sarapan ,kau mau ?"
Sebenarnya ini sedikit canggung tapi aku harus mulai membiasakan diri .
"Boleh ,aku akan sarapan sebelum tidur "
Yeol baru pulang bekerja ,dia syuting dari siang hingga subuh ,pasti ini sangat berat untuk nya .Ku percepat peroses memasak dia terlihat sudah sangat mengangtuk dan kelelahan .
"Ini makan lah "
Ku sodorkan satu piring berisi roti bakar dan segelas susu segar .
"Terimakasih ,selamat makan "
__ADS_1
Dia mulai melahap makanan nya ,aku hanya diam ingin tau apa rasanya pas untuk nya ,atau tak enak .
"Emmm sangat lezat "
Senyumnya mengembang ,aku mulai memakan punyaku .
"Sepertinya aku akan tidur nyenyak hari ini "
Senyum itu lagi ,hanya melihatnya saja aku sudah tau dia lelaki yang baik .Selama aku tinggal di sana Yeol yang paling manja dan jahil pada ku ,dia akan memintaku memasak untuk nya saat tengah malam pulang kerja ,bahkan dia tak sungkan meminta ku membuatkan bekal untuk nya ,tentu saja aku tak bisa menolak sama sekali ,apalagi jika dia tersenyum seperti itu .
Aku mendapatkan keluarga baru di sana ,kita saling menjaga satu sama lain dan saling peduli ,tak pernah ada yang peduli bagai mana aku dulu ,mereka tak sama seperti orang-orang yang menghakimi ku .
"Kak Hana kau tau Sana anggota flawers yang kemarin keluar dari grup ,kau lihat beritanya dia membuat sesewatu di sosial media katanya dia di bully dalam grup berita ini sedang heboh sekarang"
Zoy yang baru pulang langsung menarik kami .Aku ,kak Rin ,dan Ruby ke kebun belakang rumah ,itu tempat kami menggosipkan seseorang meskipun aku tak pernah ikut mengobrol dan haya mengangguk agar obrolan itu cepat selesai,di sana tak ada kamera pengawas jadi kita bebas melakukan apapun .Gosip yang di bawanya kali ini cukup membuat ku tertarik .
"Coba lihat akun sosial media nya "
"Aku tak punya akun sosial media "
Semua memandang ke arah ku ,apa aneh tak punya sosial media .
"Kaka apa kau hidup dalam gua ,ya tuhan kau benar-benar pendiam bagai mana bisa mereka menuduh mu melakukan bullying,aku sudah duga ada yang tak beres dengan grup itu "
"Kau sudah seperti pak Kim,pengacara di rumah ini Zoy haha"
Benar yang di katakan kak Rin ,Zoya selalu totalitas dalam bercerita dia akan menggebu-gebu dengan tangan menunjuk-nunjuk . Dia selalu membawa keceriaan di rumah ini tak seperti ku yang sedingin es.
"Ini benar ,aku pernah melihatnya sendiri "
Entah kenapa aku mengikuti intruksi nya kami mulai menunduk mendekatkan telinga pada Zoy yang duduk di tengah .
"Di ruang tunggu nya aku pernah mendengar salah satu anggota menampar anggota lain ,saat itu ruangan kita bersebelahan aku tak tau siapa tepat nya yang memukul dan kena pukul ,kaka pasti tau kan siapa ?"
Kini semua berbalik menatap ku .
"Aku tak tau ,aku kan sudah tak ada di sana "
"Iya pasti kaka tau siapa yang paling berkuasa di sana "
"Yang di tulis Sana di sosial media nya itu benar "
Semua langsung membekap mulut masing-masing saking terkejut nya .
__ADS_1
"Tak ada yang mempercayai ku dulu ,dia juga sama seperti yang lain "
Mereka menatap ku dengan tatapan yang tak pernah ku lihat sebelum nya ,bahkan Ruby memalingkan mukanya menyeka air mata di pipinya .