
Sepertinya Ken memang berniat untuk liburan di Korea, selama seharian dia memintaku mendatangi semua tempat wisata di kota Seoul ,hingga malam datang kita masih di perjalanan pulang ,sekarang gantian dia yang membawa mobil sedangkan aku tertidur lelap di kursi samping nya .Aku terbangun ketika sudah setengah perjalanan ,lihatlah dia sepertinya juga sama lelahnya dengan ku .Sudah jam 10:00 malam bahkan kami belum makan malam ,perutku lapar sekali .
"Kenapa bangun masih belum sampai "
"Aku lapar "
Ken melirik ku sekilas kemudian tersenyum .
"Mau mampir di restauran ?"
"Boleh tapi bungkus saja kita makan di apartemen "
"Ok "
Kita mampir di salah satu restauran yang menjual semur iga dan memesan nya untuk di bawa pulang ,Ken yang turun dan membelinya sementara aku hanya diam di dalam mobil ,mencoba menelpon Yeol yang sejak sore tak bisa di hubungi .Kemana dia setelah mengirimi ku selfi tadi siang ,bahkan dia tak mengankat telpon ku apa sesibuk itu hari ini .
Entah kenapa hatiku merasa cemas ,ini bukan kali pertama Yeol sibuk sampai tak bisa menghubungi ku ,tapi kenapa rasanya akan ada sewatu hal yang besar ,bahkan makan malam yang lezat itu tak membuat ku berselera .
"Kenapa Han ,ada yang mengganggu pikiran mu ?"
Ponsel yang tengah ku pandangi segera ku letakan ,bahkan aku hanya makan beberapa suap saja .
"Akh tidak ,perutku tak enak .Kau lanjut saja makan nya aku akan ke kamar dan tidur "
"Baiklah selamat malam "
Bahkan setelah hari itu berlalu Yeol masih tak menghubungi ku ,entahlah ada apa ku harap semuanya baik-baik saja .
**
Cuaca cerah hari itu ,musim semi sepertinya akan segera datang ,ku lihat pepohonan sepanjang jalan mulai bertunas kembali ,sebentar lagi daun nya akan rindang .Sedari pagi aku sudah berangkat ke kantor ,prusahaan masih dalam masa transisi jadi masih banyak yang harus di atur kembali. Ichiro ku lihat masih di ruangan nya ,hanya terhalang satu dinding kaca besar jadi aku bisa dengan mudah mengawasi nya, setelah kake tiada dia otomatis menjadi sekertaris ku sekarang .
Masih sama seperti tiga hari yang lalu ,Yeol tak bisa di hubungi dia juga tak memberi kabar pada ku ,bahkan Hyun pun seolah menghindar saat ku tanya bagai mana kabar mereka .
"Nona Hanama sebentar lagi kita akan rapat ,ini file yang akan kita bahas "
Sejak kapan dia masuk ,membuat ku langsung tersentak karna kaget .
"Ahh baiklah ,trimakasih "
"Nona apa ada ada masalah ?"
"Tidak ,aku tak apa-apa "
Perasaan ku masih tak enak ,sesuatu pasti telah terjadi ,ku pikir ini bukan sesuatu yang baik .
__ADS_1
Semuanya sudah hadir di ruang rapat yang cukup luas itu ,aku duduk di kursi tunggal menghadap mereka semua yang duduk saling berhadapan terpisah meja panjang dan besar. Ken sudah kembali ke Jepang kemarin dan kini aku rapat bersama beberapa karyawan perusahaan yang memegang bagian penting di tiap departemen ,belum banyak karyawan yang aktif bekerja karna prusahaan masih belum resmi di buka kembali ,jadi hanya karyawan inti yang sementara bekerja .
"Beberapa pabrik baru di Indonesia dan Malysia sudah mulai beroprasi ,produk baru kita sukses besar dengan kenaikan persentasi yang memuaskan "
Aku ingin fokus tapi tetap saja sesekali ku cek ponsel ,siapa tau ada berita tentang Yeol .
"Ambasador produk CC masih di pertimbangkan , CEO bisa lihat daftar model yang kita sarankan "
Pikiran ku tidak di sini sampai aku tak sadar dengan yang di katakan orang yang sedang persentasi di depan .
"Nona Hanama ?"
"Iya ada apa ?"
Aku kaget dan langsung melihat file si laptop ku kembali .
"Bagai mana dengan model nya "
"Ahh maaf ,biar saya lihat "
Mungkin semua orang di ruang rapat sadar dengan sikap ku hari itu ,sebaik mungkin ku coba untuk bersikap biasa tapi pikiran ku tidak di sini .Setelah rapat selesai semua orang langsung pergi makan siang ,aku tak ikut ajakan mereka kemudian memilih kembali ke ruangan mencoba kembali menghubungi Yeol ,bahka aku mencarinya di sosial media membuka beberapa akun fans yang biasa mengupdate kegiatan nya .
Apa ini ,mengapa akun fans membuat berita hoax seperti ini ,bagai mana mungkin .
"Nona baik-baik saja ,apa anda sakit perlukah saya panggil dokter ?"
"Hana ?"
Dari balik pintu Jimi muncul degan nafas terengah-engah ,dia sepertinya juga tau berita yang tengah panas itu .Aku setengah berlari menghampirinya yang masih di depan pintu ruangan .
"Ini tak benar kan ,mana mungkin Yeol melakukan itu ,dia tak begitu "
Air mata begitu saja keluar dari mata ku ,aku tak ingin percaya begitu saja berita itu ,aku mengenal Yeol dia tak mungkin berbuat seperti itu sampai Sandra hamil .
"Kau tenang dulu ,coba hubungi dia "
"Dia tak bisa di hubungi ,sudah tiga hari ponsel nya saja mati "
"Aku sudah bertanya pada orang di agensi SS ,mereka juga masih belum tau ,beritanya masih simpang siur"
Mungkin aku sudah gila karna merasa masalah ini,semuanya kini seolah gelap ,semua spekulasi berakhir dengan membenarkan berita itu ,tak ada bukti untuk menyangkal .Sepulang dari kantor aku sengaja lewat cafe Vanilla ,mungkin ini memalukan tapi lebih baik aku menanyakan nya dan mendapat sebuah celah dari masalah ini .
"Non sepertinya cafe nya tutup "
"Benar ,apa yang harus ku lakukan ?"
__ADS_1
Bahkan aku tak bisa menahan tangis saat bersama Ichiro ,bagai mana mungkin ini terjadi ,bahkan saat terakhir kita berkirim pesan dia masih terlihat ceria dengan senyum khas nya .Yeol kau di mana ?.
"Kami bisa membantu jika di perlukan nona Hanama "
Benar ,Kake pernah bilang bahwa perusahaan bisa melakukan apapun bahkan hal yang tak terpikirkan sekalipun ,ku hapus sisa air mata di pipi lalu beralih menatap Ichoro dengan serius .
"Apa kalian bisa menyelidiki nya ?"
"Tim IT prusahaan bisa dengan mudah menyelidiki nya ,saya akan urus, mungkin butuh satu atau dua hari "
"Trimakasih Ichiro "
"Itu sudah tugas kami melindungi prusahaan ,dan juga Nona yang menjadi pimpinan kami "
Ichiro mengantar ku sampai depan gedung apartemen ,aku memintanya segera kembali ke kantor dan mulai menyelidiki kejadian ini .Benar yang pernah Hyun katakan Sandra bukan wanita biasa ,Yeol tak akan mudah bisa lepas dari nya .Sandra sangat terobsesi pada Yeol segala cara dia lakukan untuk mendapatkan nya dan menjadikan Yeol kekasih nya ,lalu saat dia kehilangan Yeol dari genggaman nya dia merasa seolah telah kalah dari ku yang di mata nya tak ada apa-apanya .Langkah ku terhenti di pintu masuk gedung ,seseorang yang kini sangat ku benci berdiri di sana ,dia tersenyum sinis begitu melihat kedatangan ku .
"Mau apa kau ?"
"Hallo ,wahh ternyata kau tinggal di apartemen kecil ini "
Apartemen kecil ?,bahkan semua gedung ini milik ku .
"Kau masih punya muka datang ke sini ?"
"Aku hanya ingin mengatakan satu hal pada mu .Jangan ganggu kami lagi ,aku Yeol dan anak kita "
Dia mengelus perut nya yang masih rata ,aku tak yakin dia hamil anak Yeol .
"Kau yakin itu anak Yeol ?,berapa banyak pria yang melakukan itu padamu sampai bisa hamil seperti ini ?" .
"Ini anak Yeol ,kami sering melakukan nya .Mungkin beberapa hari lagi kita akan menikah "
"Dalam mimpi mu "
"Kau yang harus bangun dan mulai sadar siapa dirimu ,sudah ku bilang Yeol hanya bosan dan bermain-main dengan mu "
Semua ucapan nya sangat menyakiti ku ,tapi tak satupun yang aku percaya ,sebelum Yeol yang bicara sendiri pada ku .
"Baiklah ,sekarang kau pergi dari sini "
"Rupanya kau paham juga "
"Iya aku paham ,aku mengerti kenapa Yeol muak dengan mu "
"Kau ?"
__ADS_1
Matanya kini menyala menatap tajam pada ku ,ingin sekali ku jambak rambut nya dan mendorong nya hingga terhempas ke aspal .Ku berjalan melewati nya segera masuk ke gedung apartemen .