Love-ing You

Love-ing You
Mengobati rasa rindu


__ADS_3

Bola basket itu menggelinding lepas dari tangan ku, cukup lama kita saling berpelukan melepas rindu yang lumayan lama terpendam. Lalu Yeol merenggangkan pelukannya dia menahan kedua bahu ku, membuat aku mendongak menatap nya .


"Maaf "


Untuk apa Yeol meminta maaf, apa dia telah melakukan kesalahan ?.


"Kenapa kau minta maaf ?"


"Karena Eomma ku telah menyakiti mu "


Dari mana Yeol tau, bahkan aku tak pernah cerita masalah itu pada siapapun yang tau mungkin hanya aku Eomma nya dan supir mobil itu .


"Kau tau ?"


Dia mengangguk, lalu tangannya menyibak helaian rambut yang menghalangi wajah ku. Jemari besarnya menggenggam jemari ku, dia menuntun ku untuk mengikutinya lalu kita duduk di bangku taman tak jauh dari lapang itu.


"Hari itu setelah pulang dari gedung agensi Eomma mendatangiku ke apartemen bersama Sandra, dia bersikeras memintaku untuk bertanggung jawab atas kehamilan nya. Jelas aku menolak, bahkan Eomma menampar ku juga, dia tak pernah marah atau membentak ku apalagi sampai memukul orang, Sandra benar-benar telah mencuci otak Eomma membuat dia menjadi seperti orang lain "


Yeol mulai menceritakan apa yang terjadi setelah hari terakhir kita bertemu, dia terlihat sudah tak murung lagi, mungkin karena masalah ini telah selesai .


"Aku memberikan bukti itu pada Eomma foto-foto Sandra dengan lelaki itu dan video mereka, Sandra masih mengelak lalu aku menyakinkan Eomma, aku tak akan pernah menodai wanita manapun aku tak akan menghancurkan hidup wanita manapun hanya karena nafsu sesaat, lalu aku bertanya pada Eomma apa dia masih tak mempercayai ku .Setelah itu tanpa berkata lagi Eomma langsung menyeret Sandra keluar "


Sudut bibirnya terangkat, Yeol tersenyum mengingat kejadian hari itu .


"Aku sangat lega, ini semua berkat mu Hana, terimakasih "


Yeol menggenggam tangan ku, menatap dengan mata yang berkaca-kaca, aku tau dia sangat sentimentil .


"Aku tak mungkin diam saja "


"Terimakasih telah mempercayaiku dan menolong ku, lalu maaf soal Eomma waktu itu dia juga menyesalinya dan ingin meminta maaf secara langsung pada mu "


Sungguh aku tak berharap apapun bahkan permintaan maaf dari Eomma nya Yeol, melihat dia bahagia saja aku sudah senang .


"Aku lapar"


Tiba-tiba saja dia berkata begitu, aku tau tatapan itu Yeol ingin aku memasak untuk nya .


"Di rumah ku tak ada apapun untuk di masak Yeol, aku harus belanja dulu "


"Di apartemen ku ada, ayo ke sana "


"Bolehkah aku ke apartemen mu ?"


Aku belum pernah pergi ke rumah lelaki sebelum nya .

__ADS_1


"Boleh lah "


Setelah berganti pakaian kita pergi, Yeol membawa mobilnya sendiri rasanya sudah lama sekali udara segar seperti ini tak ku hirup, bukan berarti kota Seoul berpolusi hanya saja kita sudah lama tak menikmati waktu senggang seperti ini berdua. Kita sudah sampai di gedung apartemen Yeol, dia menggandeng tangan ku berjalan menuju lift katanya unit apartemen nya berada di lantai lima.


"Selamat datang di rumah kecil ku "


Rumah kecil apanya, ini unit apartemen yang cukup mewah dan luas, mataku menyapu semua sudut apartemen Yeol yang bersih dan rapih, biasanya seorang pria suka malas kalau masalah membersihkan rumah, tapi rumah Yeol tertata cukup rapih. Aku melihat satu ruangan dengan pintu tertutup di atas pintu itu tertulis studio 027 apa itu studio milik Yeol .


"Yeol ini studio mu ?"


Aku menunjuk pintu itu saat kita hendak pergi ke dapur, Yeol tersenyum lalu tanpa d minta membuka pintu ruangan itu. Aku masuk melihat studio musik mini milik Yeol yang lumayan lengkap, dia bilang selama beberapa hari ini sangat sibuk di ruangan itu jika sedang fokus mengerjakan musik Yeol akan lupa segalanya .


"Sebelum kejadian Sandra sebenarnya aku sedang sibuk mempersiapkan album solo pertamaku, direktur memberiku kesempatan untuk membuat laguku sendiri, semuanya hampir selesai kalau saja Sandra tak membuat skandal itu, lalu saat semuanya sudah kembali normal aku melanjutkan pekerjaan ku. Jadi maaf seminggu ini aku jarang mengabari mu"


"Benarkah, aku malah senang kau mulai membuat musik mu sendiri, harusnya kau bilang lebih awal agar aku tak khawatir "


"Maaf "


Yeol sengaja membuat studio sendiri di dalam rumahnya, musik sudah menjadi bagian dari hidupnya jadi dia bilang akan lebih baik jika setiap hari bisa pergi ke studio. Dia akhirnya membuat studio mini di salah satu ruang dalam rumahnya, jadi sekarang dia tak perlu jauh-jauh pergi ke gedung agensi, dia juga tak mungkin selamanya berada dalam naungan agensi SS ada saatnya dia pergi dan membuka jalan sendiri .


"Sama sepertimu aku ingin membuat rumah musik ku sendiri "


Kita sekarang berada di dapur, ku buka kulkas yang cukup besar itu dan melihat apa saja bahan masakan yang bisa kita olah. Aku tersenyum melihat sekantung besar sosis tersimpan di dalam kulkas, sepertinya Yeol memang sudah merencanakan ini, membawa aku ke apartemennya dia menyetok sosis sebanyak ini untuk apa ?.


"Hehe sengaja supaya kau sering datang ke sini"


Ku suruh Yeol mencuci semua sayur yang telah di pilih lalu sekalian memotong nya. Dia memintaku untuk memasak semur iga sosis, itu sebenarnya menu favorit ku tapi semenjak tinggal di rumah bersama Yeol juga sering ku buatkan dan jadilah sekarang menu ini favorit kita berdua.


"Udah jadi ?"


"Belum sebentar lagi "


Sepertinya Yeol benar-benar lapar, dia terus berdiri di sampingku menatap panci berisi semur yang sudah mengepul. Hingga tiba-tiba terdengar seseorang masuk, sepertinya orang itu tau sandi pintu apartemen ini. Yeol bergesas pergi untuk melihat dan tak lama kemudian seorang wanita cantik datang bersama nya dia menggendong seorang anak lelaki yang usianya mungkin baru tiga tahun, anak lelaki itu kenapa mirip sekali dengan Yeol jangan-jangan ?.


"Ahh ini pasti Hana "


Saat itu aku sedang menaruh masakan yang telah matang di meja makan.


"Hallo selamat siang "


Dia tersenyum ramah pada ku. Anak lelaki itu sangat lucu, ku lirik Yeol meminta penjelasan dari nya .


"Hana kenalkan ini Kaka ku ka Yuri dan Yuan keponakan ku "


Akh syukurlah aku hampir terkena serangan jantung karna berpikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Hallo kak saya Hanama, hallo anak tampan mau Kaka gendong ?"


Yuan tersenyum saat ku ulurkan tangan untuk menggendong nya, dia tak menangis malah tak mau pergi dari pangkuan ku. Kita akhirnya makan bersama dengan Yuan masih di pangkuan ku, dia tak makan masakan orang dewasa jadi kak yuri memberinya sebotol susu untuk di minum.


"Hana masakan mu enak sekali, kau juga baik pantas saja Yeol tergila-gila pada mu"


"Benarkah, aku tak tau Yeol begitu. Padahal yang pertamakali menyukainya adalah aku "


"Apa yang kau katakan, aku menyukaimu sejak kita masih jadi trainee kau saja yang selalu mengacuhkan ku, dia memang sangat berhati dingin"


Yeol menghentikan makan nya lalu minum setelah itu mulai mengoceh tentang masa lalu kita. Aku tak pernah sadar bahwa dulu Yeol ada di dekatku bahkan aku tak tau dia yang selalu memasukan coklat dan permen ke dalam loker ku. Takdir kadang jahat dan lucu tapi dia tau kapan saat yang tepat mempertemukan kita lagi, aku berterimakasih pada Tuhan karna Dia tak mengabaikan aku sendirian .


"Kak sepertinya Yuan tidur "


"Akh benarkah, dia sangat nyaman bersama mu Hana biasanya Yuan tak mau di gendong orang yang pertama kali di temui nya "


Yuan sangat lucu dia benar-benar mirip Yeol, kak Yuri memintaku untuk menidurkan Yuan di kamar Yeol. Aku dengan hati-hati mulai membaringkan nya di ranjang king saiz itu, ku cium pipi chuby Yuan sebelum meninggalkan nya kembali ke ruang tengah, apa Yeol juga semenggemaskan Yuan saat kecil.


"Aku juga ingin di cium seperti Yuan "


"Yeyy nakal "


Saat aku keluar kamar Yeol ternyata melihat semua yang aku lakukan dia dengan senyum misteriusnya mendekatiku merangkul tangan ku dengan lengan berototnya .


"Menikah saja lalu buat yang seperti Yuan "


Tiba-tiba aku merasa sangat kegerahan, ku lihat Yeol semakin melebarkan senyum nya.


"Benar ayo menikah lalu buat yang seperti Yuan "


"Jangan bercanda "


Ku cubit pipinya entah kenapa Yeol tak tau malu di depan Kaka nya. Mereka malah tertawa bersama setelah itu, mungkin kini pipiku sudah seperti tomat merah .


Hari beranjak malam aku harus segera pulang karna besok harus kerja pagi sekalih, Yeol juga di hubungi meneger katanya mereka ada meeting dadakan malam itu. Setelah berpamitan pada kak Yuri, dia mengantarku pulang sekalian pergi ke agensi setelah nanti mengantar ku, mungkin kita akan semakin jarang bertemu tapi hari ini sudah cukup untuk ku mengobati rindu dan rasa khawatir pada nya.


"Jangan lupa istirahat kurangi begadang nya, jangan menghilang jika sibuk kirim pesan saja "


"Baik nyonya Park "


Dia masih saja bercanda, membuat aku tak ingin kita berjauhan .Kita masih di dalam mobil di tempat parkir, tanpa aba-aba Yeol menarik ku lalu dengan gerakan kilat bibirnya kini mengecup lembut bibirku, sudah lama sekali setelah ciuman terakhir kita, aku merindukan nya, ku balas ciuman itu sambil melingkarkan kedua tangan ku di leher nya. Entah sejak kapan ciuman lembut itu berubah menjadi panas ini pertamakalinya Yeol begini bahkan setelah melepaskan ciuman itu Yeol beralih mengecup leherku, ku coba menahannya tapi tak bisa .


TITTTTT !!


Tanpa sengaja tangan nakal nya memencet klakson, dia kaget sendiri sedangkan aku hanya diam membisu, perlakuan Yeol barusan lebih mengagetkan dari pada bunyi klakson itu .

__ADS_1


__ADS_2