
Karangan bunga berjejer sepanjang jalan menuju rumah mendiang Sana ,ini hari ke dua setelah kepergian nya ,masih banyak wartawan dan teman sesama artis yang datang untuk berbela sungkawa termasuk aku .Di dalam mobil coba amati situasi sekitar rumah duka ,Jimi sudah lebih dulu pergi ke sana dia ingin memastikan keadaan sebelum aku pergi .Setelah berita kepergian nya hatiku tak bisa tenang ,selalu terbayang wajah Sana yang datang dan berlutut meminta maaf pada ku ,harus nya hari itu aku memafkan nya .Beribu sesal ku rasa dan semakin menambah sesak di hati .
Tok tok tok
Jimi mengetuk kaca jendela mobil meminta ku untuk segera keluar ,ku satukan kedua jemari yang bergetar karna rasa takut yang luar biasa ,ku seka air mata yang membasahi pipi dengan sapu tangan hitam keberuntungan yang selama 4 tahun menjaga ku .Setelah menarik nafas dalam, ku buka pintu mobil dan berjalan menuju rumah duka di dampingi Jimi yang merangkul ku dari samping .Para wartawan itu langsung mengerubungi ku menghujani ku dengan sejuta pertanyaan yang hanya membuat pusing kepala .
"Apa benar Sana sempat mendatangi agensi mu Hana ,apa yang kalian bicarakan ?"
"Apa kasus ini sama dengan kejadian 4 tahun lalu ?"
"Apa dulu mereka memutar balikan fakta ?"
"Yang di tulis Sana terakhir kali di akun media sosialnya adalah tentang permintaan maaf dan penyesalan nya karna pernah membully lalu malah menuduh mu melakukan bullying bagai mana tanggapan mu ?"
Sungguh tak berperasaan bisa-bisanya mereka menjadikan kejadian ini sebagai keuntungan untuk membuat berita ,aku memilih diam seribu bahasa hingga sampai rumah duka . Ku dekati kamar yang menjadi tempat bersemyam nya Sana ,ada ibu dan adik nya duduk di dekat peti mati Sana ,bunga mawar putih menutupi bagian atas peti itu dan juga pas foto nya terpajang di sana ,wajah ceria dengan senyuman itu sudah jelas palsu .Saat melihat ku ibu mendiang Sana langsung bangun dari duduk nya berjalan dengan cepat ke arah ku kemudian langsung memeluk ku dengan erat ,dia menangis sejadinya dalam pelukan ku .
"Maafkan dia nak ,maafkan anak ibu yang pernah menyakiti mu .Kalian menjadi korban gadis-gadis jahat itu aku akan membalas mereka semua "
"Aku suda memaafkan nya ,tidak apa-apa bu sekarang Sana sudah tak sakit lagi "
"Kamu benar nak tapi kini aku yang sakit hatiku rasanya tercabik-cabik ,dia anak yang baik pada keluarga dia juga tulang punggung kami semua ,tega sekali mereka "
Adik nya pun bangkit dan ikut memeluk ku ,seandai nya hari itu aku memaafkan Sana apa dia masih hidup saat ini .Rasa bersalah membuat ku sesak .Anggota grup flawers yang lain belum ada satu pun yang datang ke rumah duka ,mungkin mereka takut atau tak perduli .Setelah menenangkan keluarga Sana ,aku dan Jim kini duduk di bangku yang tersedia untuk menjamu para pelayat yang datang ,di depan ku sudah tersedia beberpa hidangan dan juga sebotol soju .
"Makan lah sedikit ,ini untuk menghormati mereka "
Ku sendok sup itu dan mulai memakan nya ,sesekali ku lihat lagi kamar itu ,pasti sangat berat bagi keluarga yang di tinggalkan .
"Jangan menyalahkan diri sendiri ,mungkin Sana sudah tak tahan lagi dengan depresi nya .Kau sendiri korban dari mereka "
"Mungkin jika waktu itu aku memaafkan nya Sana masih bisa bertahan "
"Sudah ku bilang jangan menyalahkan dirimu sendiri ,kau juga sama menderita nya kau juga hampir mengakhiri hidup mu sama seperti nya "
__ADS_1
Air mata ku menetes lagi jika teringat saat itu ,aku tau bagai mana perasaan Sana aku mengerti kenapa dia sampai berbuat seperti ini .
"Dia bahkan punya keluarga di samping nya ,kau dulu tak seorang pun hanya aku "
"Terimakasih Jim kau segalanya bagi ku "
"Sudah jangan menangis ,ingus mu keluar "
"Cih dasar aku tak inguasan "
Jimi memakan semua hidangan itu ,bahkan dia memakan milik ku juga ,tak heran badan nya semakin berisi sekarang .Ketika Jimi membantu membereskan piring bekas kita makan aku melihat seseorang yang tak asing sedang berbela sungkawa kepada keluarga Sana ,ya dia Yeol dan Hyun juga beberpa orang anggota ERI lainnya ,saat matanya melihat ke arah ku ,dengan refleks aku menunduk agar dia tak mengenali ku ,tapi sial Yeol datang padaku bersama rombongan nya dan duduk di bangku depan ku .
"Hana kau sendiri di sini ?"
"Tidak ,ada Jimi ,dia sedang membantu pelayan di sini "
Yeol bangkit dari tempat duduk nya kemudian pindah dan duduk di samping ku ,Hyun menatap ku dan Yeol tapi dengan segera ku berpaling dari tatapan nya yang membuat ku canggung .
..."Ahhh teman-teman ini Hana dia teman serumah ku "...
Mereka sangat ramah pada ku ,kecuali Hyun yang sepertinya merasa canggung dekat dengan ku .Entah lah selama 4 tahun ini kita tak pernah bertukar kabar atau pun saling menyapa ,dia yang tau aku bagai mana dulu tapi masih tetap menganggap ku pembully dan percaya dengan kata-kata Ross pemimpin grup flawres yang dulu sempat menjadi kekasih nya .Aku tak berharap kita kembali menjadi seperti dulu sebagai sahabat yang sangat dekat ,aku tak mau menyakiti diriku sendiri dengan berharap seperti itu .
"Hana sebaiknya kita pulang ,anak-anak sudah menunggu "
Jimi akhirnya kembali ,setelah menyapa semua member ERI dia mengajak ku segera pergi dari rumah duka itu ,untung lah sangat canggung berada di dekat Hyun apalagi dia terus mencuri-curi kesempatan melihat ku .
"Yeol dan semuanya saya permisi pulang terlebih dulu "
"Iya Hana kapan-kapan kamu harus ikut kita kumpul bersama ,makan-makan begitu "
"Iya kak Jun kalau ada kesempatan dengan senang hati "
Setelah pamit pada mereka dan keluarga Sana aku akhirnya benar-benar pulang .Entah ini hari sial ku atau apa kenapa bisa-bisa nya aku berpapasan dengan rombongan grup flawres ketika hendak keluar dari sana .Ada pak Lie juga yang mendampingi mereka ,sepertinya mereka takut jika datang tanpa nya .
"Hana sudah lama tak melihat mu ,bagai mana kabar mu ?"
__ADS_1
Pak lie selalu ramah pada ku ,berbeda dengan anggota flawers yang terus menunduk tanpa sepatah kata pun .
"Iya pak kabar ku baik bagai mana dengan kabar pak Lie "
"Kau tau sendiri aku sangat kacau .Kenapa kalian diam saja sapa Hana ,kalian benar-benar,, "
Baru kali ini ku lihat pak Lie membentak seperti itu ,bahkan di depan banyak orang dan wartawan ,member ERI pun terlihat sangat kaget .
"Hana maafkan aku "
Ross berlari dan memeluk ku ,dia menangis .Apakah ini asli atau hanya akting nya semata .Aku tak menjawab nya ,ku lepaskan dengan pelan pelukan nya itu ,anggota yang lain juga datang dan meminta maaf pada ku .Ada Jarim ,Anggel ,dan Lusi ,aku masih ingat wajah mereka rasa sakit nya juga dan setelah semua kejadian ini mengapa baru sekarang mereka mengatakan maaf pada ku ,mungkin jika Sana tak pergi mereka tak akan mengatakan itu pada ku .
"Sudah lah itu sudah lama sekali ,lebih baik minta maaflah pada keluarga Sana .Pak Lie aku harus pulang duluan "
Setelah membungkukan badan pada pak Lie aku langsung pergi dari sana ,tanpa memperdulikan mereka dan wartawan yang datang menyerbu ku kembali .
Setelah hari itu wajah ku mendadak ramai terpampang di mana-mana baik itu artikel, berita gosip ,bahkan di akun fans flawers ,dari yang ku baca semua berita tantang ku dan Sana hampir sama semua ,meskipun terlambat akhirnya mereka tau fakta yang sebenarnya ,mereka akhirnya tau aku bukanlah seorang pembully .
"Ku bilang juga apa mereka semua aneh "
Zoy sedari tadi diam di kamar aku dan kak Rin dia dengan bisik-bisik terus menggosipkan masalah yang sedang ramai itu ,dengan duduk di atas ranjang tepat di samping ku yang sedang sibuk dengan laptop.
"Ku dengar keluarga Sana akan membawa kasus ini ke ranah hukm "
"Benarkah ?"
"Iya pasti kaka akan di panggil dan menjadi saksi "
Apakah harus sejauh itu ,bagi ku semuanya telah berlalu tapi bagi keluarga Sana mungkin ini pukulan yang menghancurkan hidup mereka .
"Sudah jangan bahas masalah itu terus ,ngomong-ngomong besok kita kedatangan bintang tamu "
Kak Rin telah selesai mandi ,aku juga tau akan ada bintang tamu besok, PD meminta kita rapat nanti malam ,tapi mereka merahasiakan siapa orang nya .
"Aku harap dia seorang pria yang tampan "
__ADS_1
Cengir Zoy ,dia selalu menjadi penghibur di antara kami semua .