Love-ing You

Love-ing You
Trauma


__ADS_3


*** *** ***


Sabtu pagi .Sesuai dengan jadwal yang ku rencanakan, aku bisa kembali ke Korea lebih cepat ,tak sia-sia usaha ku begadang beberapa hari ini untuk menyelesaikan urusan prusahaan ,Kake juga sudah terlihat sehat .Pagi yang cerah di awal musim panas ,kenapa barang bawaan ku menjadi banyak,bukan kah aku tak membawa apapun saat datang .


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu kamar ku ,saat ku buka ada Miuka asisten rumah tangga kake yang telah berdiri di sana .


"Maaf nona mengganggu "


Dia membungkukan badan nya dan terus menatap lantai kayu rumah ini ,kenapa semua orang di rumah ini selalu segan pada ku ,jujur aku tak suka .Aku mengerti jika Kake yang di perlakukan seperti itu .


"Iya Miu ada apa ?"


"Ada tuan Ken di bawah ,dan tuan Sakurada meminta nona Hanama segera turun untuk sarapan "


Ken adalah anak bungsu dari adik tiri kake ,bisa di bilang dia paman ku meskipun usianya tak terlalu jauh dengan ku dan Sakurada adalah nama Kake ku .


"Baik terimakasih Miu "


Satu tas selempang kecil dan satu koper ukuran sedang yang di bawakan Miuka ,aku masih aneh kenapa Kake repo-repot membelikan ku pakaian dan aksesoris lain nya .


"Hallo Hana ,kau tambah cantik saja "


"Hallo Ken ,selamat pagi "


Dia melarang ku memanggilnya paman katanya dia risih karna merasa kita seumuran .


"Kau jadi pulang hari ini ,kenapa tak tinggal lebih lama ?"


"Aku sudah ada jadwal Kek ,oh ya kenapa Kake membelikan ku banyak barang aku tak bisa membawanya "


"Itu untuk kebaikan mu ,kau tinggal dengan orang lain sekarang kau harus memperhatika pakaian mu "


Sarapan yang cukup mewah untuk ku ,di Korea aku hanya memakan pisang dan susu untuk sarapan paling berat sandwich ,tapi lihatlah ini meja makan penuh dengan makanan yang entah apa nama nya .


"Benar kata paman kau tinggal saja beberapa hari lagi aku akan mengajak mu jalan-jalan "


"Tidak Ken jadwal ku sudah padat ,kapan-kapan saja "


"Kau ini selalu seperti itu ,ya sudah kalau begitu aku yang akan mengantar mu ke bandara "

__ADS_1


Itu lebih baik ,aku mengangguk menyetujui tawaran nya ,sejujur nya aku merasa tak nyaman jika berada di dekat Ken .Ini berawal dari ucapan Kake dan Oma Sizune ibu Ken yang ingin menjodohkan ku dengan nya ,jelas ku tolak rencana itu aku tak mau menikah dengan cara seperti itu ,Kake tak ingin memaksa ku dia takut aku pergi meninggalkan nya sama seperti yang Ayah ku lakukan dulu .


"Kake jaga kesehatan mu ,aku akan langsung terbang ke sini jika terjadi sesewatu "


"Jangan mengkhawatirkan ku ,kau yang harus menjaga kesehatan dan jangan lupa minum obat mu "


Dia memeluk ku erat sebelum akhirnya aku masuk ke dalam mobil .Sepanjang perjalanan aku hanya pura-pura memainkan ponsel terlalu canggung untuk memulai sewatu percakapan .


"Hana kenapa kau memilih bersusah-susah di Korea padahal sudah jelas di sini kau punya posisi ,perusahaan paman bukan main-main hebat nya "


"Aku punya mimpi yang berbeda dengan Kake dan juga dirimu Ken ,mimpi ku ada di Korea dan sedang ku coba raih kembali "


"Musik ?"


"Iya ,mungkin jiwaku bisa mati tapi tidak dengan musik ku "


Ken selalu melakukan nya ,mengucek rambut ku sampai berantakan ketika dia merasa aku sedang menggemaskan .Menggemaskan apa nya ?.


"Aku sangat suka wanita berambisi seperti mu ,bahkan dengan wajah datar itu hehe "


"Hentikan rambutku berantakan "


Lagi-lagi wajah ku yang di bahas ,apa aku harus selalu tersenyum seperti orang bodoh .Ken menunggu sampai jadwal penerbangan ku tiba ,dan masih berdiri saat ku berjalan meninggalkan nya .


Pukul 10:00 pagi akhirnya aku tiba di Korea ,Jimi sudah menelpon ku saat di Jepang dia akan menjemput dan mengantar ku langsung ke tempat kemping ,ku lihat kanan kiri menyapu semua sudut bandara mencari keberadaan nya .


Seorang pria paruh baya tiba-tiba menghampiri ku yang sedang duduk menunggu Jimi .


"Iya ada apa ?"


"Ahh perkenalkan nama saya Minho ,saya wartawan dari daily morning ,ini kartu nama saya ,apa boleh saya meminta waktu nya sebentar .Saya awalnya ragu takut kamu bukan Hana tapi ternyata benar "


"Maaf tapi saya harus segera pergi "


"Sebentar saja ,saya hanya ingin bertanya satu pertanyaan tentang kebenaran berita Sana "


"Maaf sekali lagi "


Ku seret koper menjauh dari nya ,hal seperti ini selalu membuat ku takut ,media sangat menyeramkan bagiku ,sebelum nya saat berita Sana baru keluar banyak wartawan menghubungi Jimi meminta ku untuk bersedia di wawancara ,jelas Jimi menolak nya dan aku sudah pasti tak mau .


"Hana lima menit saja saya mohon "


Tangan ku di tarik nya ,ini sangat membuat ku tak nyaman ,kenapa baru sekarang merek perduli kemana saja mereka selama ini ,kemana mereka saat dulu aku terjatuh .Sudah jelas mereka hanya ingin keuntungn dari masalah ini .

__ADS_1


"Lepaskan tangan nya ,kau siapa mau aku panggil petugas kemanan bandara "


Yeol bagai mana bisa dia di sini dengan Jimi .


"Maaf saya hanya ingin mewawancarai Hana "


"Tidak bisa ,Ayo Hana "


Kenapa Yeol bisa bersama Jimi menjemput ku di bandara .Yeol langsung merangkulku tadi menepis tanga wartawan itu dan Jimi membawa koper ku ,mendadak banyak orang mengrumuni kami bertiga bahkan mereka mengikuti kami sampai di depan mobil .Dada ku sesak Jimi segera memberiku obat dan air minum ,Yeol terlihat bingung dengan kondisi ku ,dia seolah mengerti dan tak bertanya tentang itu dia terus menerus mengelus punggung ku membuat ku nyaman di dekat nya .


"Bagai mana sekarang ?"


"Aku baik-baik saja "


Jimi duduk di kursi kemudi ,aku dan Yeol duduk di kursi belakang ,ternyata Yeol juga sama masih memiliki jadwal dan baru akan menyusul ke sana mereka bertemu di rumah saat Jimi akan mengambil barang ku yang tertinggal .


Ku lihat wajah nya yang sangat mengkhawatirkan ku ,sejujurnya aku malu mengetahui Yeol sekarang tau kondisi ku .


"Bisakah kau merahasiakan nya "


"Merahasikana apa ,kau baik-baik saja "


Senyum hangat nya lagi ,dia sangat baik mungkin terlalu baik tanpa terasa air mataku jatuh Yeol dengan lembut memeluk ku membuat aku semakin nyaman saat bersama nya .


"Semuanya akan membaik kau akan baik-baik saja ,kita hanya perlu melawan trauma itu bersama-sama "


"Terimaksih "


Jangan sampai perasaan ini semakin dalam ,aku tak ingin semakin menyukai mu .Ku lepas pelan pelukan itu dia kemudian menundukan tubuhnya untuk melihat ku lalu dengan lembut mengusap air mata ku .


"Jangan menangis lagi ,sekarang kau tak sendiri ada kami semua "


Tatapan matanya meyakinkan ku ,ku anggukan kepala mulai tersenyum meyakinkan nya aku baik-baik saja sekarang .


"Jangan sembarangan tersenyum pada lelaki lain "


"Kenapa ?"


"Kau jelek jika tersenyum begitu "


Ku pukul lengan nya sekencang mungkin .Kenapa dia sangat senang meledek ku ,dia malah tertawa dengan telinga besar nya yang sudah sangat merah .


...

__ADS_1



...


__ADS_2