
** **
Menatap langit-langit kamar terasa sangat indah saat ini, seolah aku melihat angkasa dengan berjuta bintang, dengan nafas yang masih memburu aku tersenyum mengingat wajah tampannya, apa yang membuat Yeol nakal seperti tadi aku masih ingat bagai mana wajah nya menjadi sangat merah dan setelah itu dia langsung meminta maaf padaku.
"Maaf aku melewati batas "
Aku yang masih kaget hanya bisa mengangguk, dia sangat takut aku marah .
"Kau tak marah padaku ?"
"Tidak hanya saja aku keget "
Setelah melihat ku masuk gedung apartemen Yeol baru pergi. Kebahagiaan ini ku harap bisa bertahan sedikit lebih lama.
Hampir saja aku tertidur ketika tiba-tiba sebuah panggilan masuk membuat ponselku berdering, nomor yang tak ku kenali, kepalaku pusing dengan perlahan ku bangkit dan mengambil posisi duduk sebelum akhirnya menerima panggilan itu.
"Hallo, siapa ini ?"
"Kami dari rumah sakit Diamond, apa benar Anda putri dari ibu Clara beliau sekarang ada di rumah sakit kami "
Tunggu apa yang terjadi, perasaan ku tak enak.
"Kenapa dengan Ibu saya ?"
"Beliau di temukan pingsan di sebuah toko obat, dan banyak luka lebam di sekujur tubuh nya. Kami harap anda segera datang ke rumah sakit untuk informasi lebih lanjut "
"Baik "
Kesadaran ku langsung pulih seutuh nya, apa ibuku yang jahat itu kecelakaan, atau lelaki itu memukulinya lagi, sejahat apapun dia tetaplah ibuku saat dia terluka hatiku juga sakit. Ku ambil jaket, tas, dan kunci mobil segera bergegas menuju rumah sakit, tak butuh waktu lama karna memang apartemen ku berada di pusat kota jadi dekat ke manapun, aku langsung menuju unit gawat darurat tampat ibu ku di rawat.
"Suster pasien ibu Clara di mana ?"
Ku tanya salah satu suster yang sedang berjaga malam itu, untung saja rumah sakit cukup sepi jika malam, sehingga aku tak jadi pusat perhatian.
__ADS_1
"Ah Anda putrinya, mari ikut saya kita temui dokter terlebih dulu dia telah menunggu kedatangan anda "
Ku ikuti langkah suster itu menuju salah satu ruangan, saat pintu ruangan itu di buka seorang dokter terlihat sedang sibuk dengan laptopnya.
"Permisi dok ini putri ibu Clara "
Dia mendongak begitu melihat kita masuk.
"Silahkan masuk "
Kini aku duduk di kursi depan meja dokter, dia dengan pelan menjelaskan bagai mana keadaan Ibu, saat di periksa Ibu mengaku kalau dia jatuh dari kendaraan dan tak langsung pergi ke rumah sakit untuk berobat, dokter yang memeriksa merasa curiga karna luka lebam yang ada di tubuh Ibu sepertinya ada yang sudah cukup lama.
"Luka-luka itu bukan di sebabkan karna jatuh atau kecelakaan, sebagai dokter saya sudah berpengalaman dengan kejadian seperti ini, sepertinya Ibu anda mengalami kekerasan saya sudah meminta beliau untuk jujur tapi dia tetap menyangkal nya, sekarang ini tugas anda sebagai putrinya tolong bujuk beliau untuk bicara terus terang "
Aku sudah menduga hal ini, kenapa ibu masih bertahan dan selalu membela lelaki sepertinya ini bukan yang pertama kali, saat aku SMA pun dia pernah melakukan hal yang sama pada Ibu. Setelah mendengar semua penjelasan dokter kini suster mengantar ku menuju ruang rawat Ibu. Sejahat apapun Ibu aku tetap putrinya, jika melihatnya seperti ini hatiku juga sakit, dia terbaring lemah di ranjang dengan infus menancap di lengan nya, aku duduk di samping nya melihat wajah kurus dan penuh lebam, dia tidur kata suster Ibu sudah di beri obat, aku hanya terus mebatap nya hingga kesadaran ku perlahan hilang. Entah kapan aku tertidur mungkin karna sudah malam dan tubuhku sangat lelah, hingga aku tak sadar tertidur di kursi dekat ranjang Ibu, aku terbangun saat mendengar suara Ibu yang sedang menelpon seseorang.
"Kau pikir karna siapa aku begini, terserah apapun aku sudah muak "
Ibu menangis apa yang harus aku lakukan sekarang, kita memang pasangan Ibu dan anak tapi hubungan kita tak sedekat itu.
Ibu hanya mengangguk sambil mengusap air matanya dengan tangan.
"Mau makan apa biar aku beli, makanan rumah sakit rasanya tak enak "
"Apa saja "
"Baiklah tunggu sebentar "
Rasanya sudah sangat lama aku dan Ibu bisa makan bersama seperti ini, begitu banyak hal yang telah terjadi begitu banyak luka di antara kita, satu-satunya kenangan indah yang aku punya tentang Ibu adalah saat Ayah masih ada di antara kita.
"Maafkan aku tak pernah menjadi orangtua yang baik bagi mu, aku telah begitu jahat sehingga Tuhan membalasnya dengan caranya sendiri "
Sesaat hanya hening, aku tak tau harus berkata apa untuk membalas ucapan nya barusan.
__ADS_1
"Sudahlah aku tak pernah berharap apa-apa, lebih baik sekarang Ibu melaporkan kasus ini pada polisi"
"Tidak bisa, aku tak bisa melakukan itu "
Wahh aku masih tak habis pikir, apa lagi yang bisa di harapkan dari lelaki bereng*ek seperti dia.
"Apa ini karna uang, aku bisa memberi Ibu banyak uang mulai sekarang "
"Bukan, dia mengancam ku akan menghancurkan perusahaan mu"
Entah kenapa aku tersenyum, rasanya ini sangat lucu bagai mana cara dia menghancurkan perusahaan besar milik Kake.
"Itu tak akan pernah terjadi, aku yang akan membereskan semuanya "
Hari itu aku terpaksa libur bahkan ku suruh Ichiro datang ke rumah sakit untuk mengurus masalah ini, setidaknya aku harus memberi pelajaran pada suami Ibu ku yang jahat itu. Dan setelah keadaan Ibu membaik, ku ajak dia pulang ke apartemen untuk sekarang lebih baik Ibu tinggal dengan ku, meskipun hubungan kita canggung aku tak mungkin membiarkan Ibu kembali pada keluarga yang menyiksa nya .
"Kau mau ke mana ?"
Seharian itu Ibu istirahat di kamarnya menjelang malam Ichiro menjemput ku untuk pergi ke acara makan malam perusahaan, kami harus mengadakan seremoni penyambutan dan memperkenalkan aku kepada semua patner penting perusahaan, dan beberapa rekan artis yang menjadi ambasador merek-merek brand terkenal perusahaan.
"Aku ada urusan di kantor, aku sudah masak Ibu makan lah, Jim akan datang untuk mengambil beberapa dokumen jadi Ibu tak akan sendiri "
Ibu melihatku dari ujung kepala sampai kaki, apa ada yang salah dengan gaun yang aku kenakan.
"Kenapa ?"
"Kau sudah dewasa, aku terlalu egois hingga berbuat jahat pada mu "
Terlalu banyak hal mengejutkan di tahun ini, bertubi-tubi masalah dan kebahagiaan datang, aku hanya takut sesuatu akan menarik ku kembali ke titik gelap dulu, aku bahagia sekarang sampai rasanya lupa bagai mana rasa sakit yang dulu ku rasakan .
"Ini belum terlambat masih banyak waktu untuk kita memperbaiki semuanya "
"Kau benar aku akan menebus semua kesalahan ku sekarang "
__ADS_1
Mungkin hubungan canggung ini perlahan akan membaik, sesakit apapun aku karna kesalahan nya Ibu tetaplah Ibuku dan aku tak bisa membenci nya.