Love Script : Nona Muda

Love Script : Nona Muda
Kamar Hotel


__ADS_3

Choi Hyun melajukan motornya dengan sangat kencang. Beberapa kendaraan disalipnya. Ia bahkan tidak peduli dengan bunyi klakson saat ia menyalip kendaraan-kendaraan itu. Menuju kesebuah bar yang biasa ia kunjungi bersama teman-temannya.


Sesampainya dibar, ia langsung dipersilahkan masuk oleh dua orang penjanga yang berada dipintu masuk. Mereka sudah mengenal Hyun jadi langsung menyuruhnya masuk.


Beberapa gadis berteriak saat melihat kedatangannya. Ia tidak pemperdulikan mereka dan langsung berjalan menuju kesebuah ruangan.


Didalam ruangan itu sudah ada dua orang temannya, masing-masing merangkul dua wanita berbeda. Terlihat beberapa botol minuman yang sudah kosong diatas meja.


"hai.! Kau sudah datang?" tanya salah seorang temannya. Hyun hanya melihat saja tanpa menjawabnya. Kemudian ia duduk disofa.


Salah seorang wanita penghibur menghampiri Hyun yang sedang menyandarkan tubuhnya diatas sofa. Wanita itu nampak merayu dan bergelayut manja dilengan kiri Hyun.


"mau kutuangkan minum?" wanita itu menawarkan. Sambil meletakkan tangannya diatas paha Hyun


"hei.! Kau jangan menawarinya minum, dia tidak bisa minum alkohol." jawab temannya.


"ambilkan aku soda itu." perintah Hyun menunjuk kaleng soda diatas meja dengan wajahnya. Wanita itu dengan sigap mengambilkan minuman itu lalu membukakannya untuk Hyun.


"kenapa kau terlihat kesal Hyun? Tidak seperti biasanya."


"kau tidak tau apa yang sudah kulalui hari ini." jawab Hyun kesal.


Aku tidak percaya kini aku sudah berstatus sebagai seorang suami.! Sial.!


Hyun meremas kaleng sodanya hingga hancur.


"kau, temani aku tidur malam ini." katanya kepada wanita penghibur yang ada disebelahnya.


Tentu saja wanita itu tersenyum senang mendengarnya. Itu adalah yang diharapkan oleh banyak wanita sepertinya. Tidur dengan seorang aktor sekaligus pewaris tunggal grup CN yang tentu saja kaya raya.


Wanita itu terus saja bergelayut di lengan Hyun sampai mereka meninggalkan bar itu.


"naiklah taksi sendiri. Dan ikuti aku. Kalau kau tidak bisa mengikutiku, kau tidak akan bisa menemaniku tidur." Hyun berkata ketus kepada wanita penghibur itu.


Tentu saja itu membuat wanita itu terbelalak. Dia segera memberhentikan taksi dan masuk kedalamnya. Sementara Hyun memacu motornya dengan kencang.


Ternyata wanita itu berhasil mengikuti Hyun tanpa kehilangan jejaknya. Mereka sampai kehotel milik ayah Hyun. Setelah meminta kunci kamar pada resepsionis, Hyun berjalan menuju lift yang akan membawanya ke kamar. Wanita itu dengan senang hati mengikuti Hyun.


Para karyawan hotel sudah terbiasa dengan pemandangan itu. Karna itu bukan kali pertama Hyun membawa wanita kesana. Wanita yang selalu berbeda.


Tapi dari sekian banyak wanita hanya satu wanita yang tangannya digenggam mesra oleh Hyun. Dan itu sudah lama sekali.


Hyun membuka kamar hotel dan masuk kedalamnya. Melepaskan jaketnya dan kemudian berjalan masuk kekamar mandi. Dia cukup lama berada dikamar mandi, membuat wanita penghibur itu was-was.


Wanita itu memilih duduk disofa dan meminum anggur yang tersedia diatas meja sambil menunggu Hyun selesai mandi.


Tidak lama kemudian Hyun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk mandi. mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya dan kemudian membaringkan tubuhnya ditempat tidur.


Choi Hyun masih setengah tertidur saat merasakan ada tangan yang menggerayangi dadanya yang memang sedikit terbuka. Dia lantas mencengkeram tangan itu dan menghempaskannya. Wanita itu terkejut.


"kubilang kau boleh menemaniku tidur, bukan berarti kau bisa menyentuhku sesukamu.!" kata-katanya datar tapi tegas.


Wanita itu langsung bangkit dan memundurkan langkahnya. Ia menatap mata Hyun dengan penuh ketakutan. Dia tidak menyangka kalau tatapan Hyun semenakutkan itu. Akhirnya dia memilih kembali duduk disofa dan menenggak minumannya.


Sudah hampir pagi, tapi Hyun malah terlelap sendiri diatas ranjang. Sedangkan wanita itu gusar setelah menghabiskan separuh botol anggur. Wanita itu terkejut saat mendengar Hyun terbangun dan kemudian mengenakan pakaiannya kembali.


Hyun mengambil beberapa lembar cek dan memberikannya kepada wanita itu, jumlah yang tidak sedikit. Cukup membuat wanita penghibur itu tercengang.


"kau tau peraturannya kan?" tanya Hyun. Wanita itu mengangguk.


"apa yang terjadi disini, jangan sampai ada orang yang mengetahuinya, kalau kau bercerita sedikit saja, aku akan menghajarmu dan menghabisimu.!" masih dengan nada yang sama. Suaranya terdengar mencekam, sampai membuat wanita itu ketakutan.

__ADS_1


Hyun pergi meninggalkan hotel. Saat dihotel tadi, sempat terlintas difikirannya tentang Harumi. Ia sedikit tidak tega saat meninggalkan gadis itu sendirian dirumahnya. Perasaan was-was muncul begitu saja tanpa disadari. Iapun memacu motornya dengan sangat kencang.


Sesampainya di apartemen, Hyun segera membuka pintu rumahnya, dan mendapati gadis itu tengah tidur disofa dengan pulasnya.


Cih.! Lihat dia tertidur pulas dirumah orang asing. Walau kini aku sudah menjadi suaminya, tetap saja aku ini adalah orang asing. Percuma aku mengkhawatirkannya. Batin Hyun.


Dia lantas masuk kedalam kamar dan mengambil sebuah selimut. Menyelimuti Harumi yang tengah terlelap. Lalu mematikan televisi.


Sekilas Hyun merasa iba dengan gadis itu. Ia menatap wajah Harumi dalam. Nampak keletihan dan kesedihan disana. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya telah beristri. Dan bukan 'si dia' yang menjadi istrinya. Dengan kesadarannya dia berharap ini adalah sebuah mimpi.


**********


Harumi memicingkan matanya. Terlihat matahari yang sudah meninggi. Sinarnya merangsek masuk melalui jendela balkon. Hidungnya mencium sesuatu, sesuatu yang lezat.


Hah? Apa semalam aku berselimut? Batin Harumi melihat selimut yang menyelimuti tubuhnya.


Lebih terkejut lagi saat melihat Hyun yang sedang memasak didapur. Pria itu tengah memasak sesuatu, terlihat keren dengan memakai kaus berwarna abu-abu dan menggulung lengannya sampai ke siku. Untuk sesaat mata Harumi menjadi silap.


"kau sudah bangun?" tanya Hyun saat melihat sosok Harumi yang sedang berdiri memperhatikannya.


"sedang apa?"


"menyiapkan sarapan. Cepat basuh mukamu, setelah itu ayo sarapan." perintah Hyun.


Harumipun segera masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya. Membersihkan muka, Setelah itu dia kembali ke dapur dan segera duduk dimeja makan.


"kau yang memasak semua ini?" tanya Harumi setelah melihat banyak sekali makanan diatas meja.


Hyun menarik kursi dan ikut duduk dihadapan Harumi.


"tidak, aku pesan online." jawabnya singkat.


Pantas saja.


"benarkah, mungkin karna aku lelah. Pulang jam berapa memangnya?"


"lewat dini hari."


"bukankah kau bilang tidak pulang?"


"ya mau bagaimana lagi, aku terus memikirkanmu."


Hah? Apa maksudnya?


"memangnya aku kenapa?"


"aku khawatir kau ketakutan sendirian disini."


Apalagi itu?


"aku baik-baik saja, tidak takut sama sekali."


"karna mengkhawatirkanmu aku sampai meninggalkan seorang wanita dihotel." Hyun mencari alasan. Sebenarnya dia juga terkejut dengan ucapannya sendiri.


"hotel? Kau dihotel bersama dengan seorang wanita.?"


"iya, kenapa?"


Lantas kenapa mengkhawatirkanku? Dasar aneh.!


"apa kau tidak pernah dengar rumornya?"

__ADS_1


"rumor apa?"


"waah,, kau ketinggalan infotainment."


"aku tidak pernah melihat yang semacam itu. Rumor apa memangnya?" Harumi menjadi penasaran.


"bahwa aku sering berganti-ganti wanita dan tidur dengan mereka."


"o."


"o? Cuma itu?"


"kenapa? Itu bukan urusanku. Aku tidak peduli seberapa banyak wanita yang kau tiduri. Dan dengan siapa kau tidur. Aku sama sekali tidak penasaran."


"baguslah kalau begitu."


"oh ya, aku menemukan ini didekat tempat tidurku. Bukankah ini milikmu? Aku tidak tau harus meletakkannya dimana."


Harumi menyodorkan selembar foto. Nampak sosok Hyun merangkul seorang wanita muda yang sangat cantik dengan rambut hitam panjang menjuntai. Hyun terkejut melihat foto itu. Dia merasa sudah membersihkan semua foto dari kamar itu. Kenapa masih ada yang tersisa?


"wanita inikah? Yang kau tunggu?" Harumi mulai menyelidiki.


"dia wanita pertama yang kubawa ke hotel."


Wow.! Tidak menyangka Hyun akan menjawab seperti itu.


Wah,, Hyun bicara terang-terangan dengan Harumi. Memperlihatkan sosok seperti apa dirinya. Entah apa maksudnya bercerita seperti itu dengan Harumi. Apa yang dia harapkan?


Disisi lain, Harumi sebenarnya tidak peduli dengan itu semua. Yang penting mereka tidak saling menganggu, mengurus diri mereka masing-masing dan tidak saling ikut campur. Itu sudah cukup bagi Harumi. Walaupun mereka terikat dengan tali pernikahan.


Mereka menghabiskan sarapan tanpa bersuara. Roti isi yang dipesan Hyun benar-benar enak. Harumi bahkan menghabiskan sampai tiga potong. Mungkin karna dia kelaparan dan hanya memakan telur goreng saja semalam.


Hyun tersenyum tipis melihat betapa lahapnya Harumi menyantap sarapannya.


"apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Hyun kemudian.


"aku akan pergi berbelanja. Tidak ada apapun disini yang bisa diolah."


"mau kutemani?"


"tidak, tidak perlu. Aku bisa sendiri. Bisa bahaya nanti kalau orang tau."


"kenapa?"


"aku tidak mau repot. Berjalan bersama aktor terkenal itu sangat merepotkan."


"jadi aku merepotkanmu?"


"tidak, bukan itu maksudku."


"hahahahahaha..." tiba-tiba Hyun tertawa sangat keras. Dia merasa sudah berhasil mengerjai Harumi.


Sial.! Batin Harumi.


"baiklah, akan kupanggilkan Jang untuk mengantarkanmu belanja. Dia tinggal dilantai bawah."


"oke. kau sendiri? Apa rencanamu hari ini?"


"hmmmm...entahlah. jadwalku kosong hari ini. Aku akan beristirahat saja dirumah."


"ow. Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


Selesai sarapan Harumi membereskan meja makan dan mencuci piring. Sementara Hyun duduk santai mononton tv.


__ADS_2