
Jantung Harumi berdegup kencang tak berirama. Wajahnya masih memerah. Kakinya gemetar serasa tak mampu berdiri. Apa Hyun benar-benar menyukainya.? Bagaimana dengan perjanjiannya? Bagaimana dengan wanita yang selalu ditunggunya.?
Hyun menoleh kearah Harumi yang masih berdiri ditempatnya dan tersenyum manis yang nampak licik. Dan itu membuat Harumi menjadi salah tingkah.
Setelah mencuci piring Harumi berjalan hendak masuk kedalam kamarnya, dan melihat Hyun yang tengah bersantai disofa didepan tv.
"kau tidak ada kegiatan hari ini? Biasanya kau sudah pergi pagi-pagi." kata Harumi masih berusaha mengendalikan degup jantungnya dan bersikap normal.
"tidak, aku sudah tidak memperpanjang kontrak, jadi aku pengangguran sekarang."
"pengangguran. Yang benar saja."
"apa ada hal yang selama ini ingin kau lakukan?"
"hm,,," Harumi berfikir sejenak. "aku ingin menonton film di bioskop. Tapi terlalu banyak orang, aku tidak suka."
"ch.! Kau ini. Cepat ganti bajumu, kita pergi." kata Hyun bangkit dari duduknya.
"pergi? Kemana?"
"kau bilang ingin menonton film?. Aku akan menemanimu."
"menonton film? Denganmu? Apa itu bisa?"
"kenapa tidak?"
"waaahhh,,,aku tidak suka keramaian, tapi pergi menonton film dengan seorang aktor terkenal? Hheeii,,sudahlah. Itu tidak perlu." tolak Harumi dengan halus. Mana mungkin mereka pergi bersama, bisa-bisa seisi bioskop dibuat heboh dengan kedatangan Hyun.
"aku bisa menyamar seperti biasanya. Kau tidak perlu khawatir."
"aku tidak mengkhawatirkanmu. Aku mengkhawatirkan diriku sendiri."
"waahhh,,,kau egois ternyata."
"tentu saja. Aku melindungi diriku dengan baik selama ini. Tapi, benarkah tidak apa-apa?"
"hm,,hm,, cepat ganti pakaianmu."
"baiklah."
Sebenarnya Harumi sedikit ragu. Benarkah akan baik-baik saja? Bagaimana kalau mereka dikerumuni oleh penggemarnya Hyun yang ada dimana-mana? Itu akan sangat tidak nyaman untuk Harumi.
Harumi mencoba beberapa pakaian yang dia punya. Tidak ada yang cocok. Setelah memilih dengan hati-hati diapun mendapatkan pakaian yang lumayan cocok.
Hyun sudah menunggu didepan pintu kamar Harumi. Membuat gadis itu terkejut saat membuka pintu.
__ADS_1
"sudah siap?" tanya Hyun.
"benarkah tidak apa-apa?" tanya Harumi memastikan.
"tidak apa-apa, tidak usah takut." Hyun meyakinkan Harumi yang nampak ragu-ragu.
Merekapun turun kelantai bawah, menuju ke garasi. Hyun memakaikan helm ke kepala Harumi. Gadis itu tersipu.
Hyun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Seperti biasa, dia hanya menyetir dengan satu tangan. Sedangkan satu tangannya memegang tangan Harumi yang memeluknya dari belakang.
Setelah sampai di pusat perbelanjaan, Hyun segera memarkirkan motornya dilobi. Dengan masih mengenakan masker, Hyun bermaksud menggandeng tangan Harumi. Tapi gadis itu menolaknya.
"tidak apa-apa, tidak akan ada yang tau kalau aku Choi Hyun." tegasnya dan kembali meraih tangan Harumi.
"aku yang tidak baik-baik saja. Tolonglah. Kau jalan saja duluan aku akan mengikutimu dibelakang."
"tidak mau.!" Hyun langsung berjalan tidak menghiraukan Harumi yang berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya.
Akhirnya gadis itu menurut saja dengan yang dilakukan Hyun. Hatinya tidak bisa tenang. Dia khawatir seseorang akan mengenali mereka. Dan itu akan sangat merepotkan. Belum lagi artikel yang pasti akan muncul setelahnya.
Sesampainya dibioskop,
"film apa yang mau kau tonton?"
"kenapa sepi sekali?" tanya Harumi menyadari kalau hanya ada mereka berdua disana.
"hm? En entahlah, mungkin karna masih siang." Hyun gugup.
"benarkah.? Belikan aku popcorn." kata Harumi lagi, dia bersikap manja dengan memeluk lengan Hyun. Hyun terkejut senang dengan sikap tak terduga itu. Harumi berani karna mereka hanya berdua disana.
Penjual popcorn menatap risih dengan sikap Harumi. Entah kenapa dia seperti ingin memamerkan Hyun pada penjual wanita itu.
Harumi menerima sekotak popcorn dengan tersenyum senang.
"ada apa denganmu? Uuhh,,imutnya" gumam Hyun.
Tidak perlu menunggu waktu tayang, mereka langsung dipersilahkan masuk oleh petugas karcis. Harumi semakin heran karna belum ada satu orangpun yang datang. Hyun memilih kursi tepat ditengah-tengah.
"kenapa tidak ada orang sama sekali?" Ternyata Harumi masih saja penasaran.
"mungkin sebentar lagi." jelas Hyun singkat.
Film sudah diputar. Dari awal ceritanya sudah menegangkan. Ada beberapa adegan mesra yang diselipkan. Harumi menatap aktor yang sedang berakting membuka baju. Kemudian seorang wanita datang dan memeluknya dari belakang. Dada Harumi berdegup kencang melihat adegan itu wajahnya merona. Untung gelap, jadi Hyun tidak melihatnya.
Sesekali Harumi menoleh kearah Hyun yang sedang tersenyum melihat adegan mesra itu. Tiba-tiba muncul rasa marah dihatinya. Tanpa sengaja dia meremas kuat tangan Hyun yang sedang menggenggam tangannya.
__ADS_1
"au.! Kenapa?" tanya Hyun terkejut.
"enak ya, diraba-raba begitu" kata Harumi. "kau seperti menikmati sekali." Harumi cemberut tanpa alasan.
"apa? Itu kan cuma akting. Aku cuma sebagai second lead disitu."
"ya tetap saja. Enak kan?" Harumi masih cemberut.
"kenapa? Kau cemburu? Padahal cuma adegan begitu saja."
"aku jadi tidak menikmati filmnya. Ayo kita keluar." Harumi bangkit dari duduknya.
Tangan Hyun spontan menarik Harumi. Gadis itu terjatuh ditempat duduknya. Hyun memegang erat tangan Harumi. Mendekatkan wajahnya dan langsung mengulum bibir Harumi dengan lembut. Harumi sampai menahan nafas karna terkejutnya.
Lama kelamaan Harumi menikmati serangan Hyun dan membalasnya. Merekapun saling berpagutan untuk waktu yang lama.
"kau masih marah?" tanya Hyun setelah melepaskan bibirnya.
Harumi menggeleng pelan dengan malu-malu dan memperbaiki posisi duduknya.
"itu cuma akting. Dan aku tidak pernah melakukan yang lebih dari itu walaupun itu cuma akting. Percayalah padaku, jangan marah, ya."
Hyun kembali ******* bibir Harumi. Gadis itu hanya pasrah saja. Mereka bahkan tidak peduli dengan filmnya lagi sampai film itu selesai diputar.
**********
Epilog.
Setelah Harumi masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian, Hyun segera meraih ponselnya yang ada diatas meja dan menghubungi seseorang.
"Nayeon. Ini aku."
"oh. Ada apa kak?"
"dimana kau sekarang?" tanya Hyun.
"sedang berangkat kekantor. Kenapa?"
"kosongkan bisoskop untuk beberapa jam kedepan. Aku akan mengajak Harumi menonton film."
"hah?! Sekarang? Kenapa mendadak sekali?"
"sudah, lakukan saja.!"
"baiklah." dasar! Umpat Nayeon.
__ADS_1