Love Script : Nona Muda

Love Script : Nona Muda
Cemburu


__ADS_3

Harumi melepaskan genggaman tangan Hyun dengan tiba-tiba saat mereka sudah keluar dari bioskop. Gadis itu gugup melihat orang-orang yang ada dihadapannya. Takut seseorang akan memperhatikan kalau Hyun sedang menggenggam mesra tangannya.


"kenapa lagi?" tanya Hyun


"jalanlah duluan, aku akan menyusul dibelakangmu."


"apa-apaan kau ini?"


"nanti ada orang yang mengenalimu." kata Harumi sedikit cemas.


"kenapa memangnya kalau ada yang mengenaliku? Aku baik-baik saja dengan itu."


"tapi aku tidak baik-baik saja." Harumi menatap dengan memohon.


Hyun akhirnya mengalah dan menuruti kemauan Harumi.


"tapi kau jangan jauh-jauh. Jangan lebih dari lima langkah dibelakangku. Mengerti.?"


Harumi menganggukan kepala. Kemudian Hyun melepaskan tangannya dan berjalan didepan Harumi.


"hai.! Kak.!" sapa Nayeon yang langsung menghampiri Hyun. Gadis itu menatap heran kepada Harumi. "kenapa kalian berjalan berjauhan seperti itu?"


"cerewet.!" hardik Hyun. Nayeon hanya meringis mendengar itu.


"bagaimana filmnya kakak ipar?" tanya Nayeon menghampiri Harumi.


"bagus."


"kakak ipar mau belanja apa lagi? Aku akan menemani kalian."


"tidak ada, kami akan langsung pulang saja."


"hei,,mana bisa begitu, berkelilinglah sebentar. Kakak ipar harus tau apa saja yang ada didalam sini dan minta kak Hyun membelikannya untukmu. Lagipula mall ini miliknya."


"tidak usah Nayeon, lain kali saja. Tidak ada barang yang kubutuhkan saat ini."


Ponsel Harumi bergetar disakunya. Dia memicingkan alisnya saat tau siapa yang menelfon.


"kau ingin beli sesuatu?" tanya Hyun ditelefon.


"kan tinggal bertanya langsung padaku, kenapa harus lewat telfon.?"

__ADS_1


"kenapa protes? Kan aku cuma menuruti keinginanmu?"


Harumi menghembuskan nafas keras. "tidak usah, kita langsung pulang saja." dia langsung menutup telfon.


Nayeon menatap bergantian kedua pasangan itu. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Merasa aneh dengan sikap keduanya.


"kakak ipar, ada apa dengan kalian? Habis bertengkar ya?"


"tidak, kami tidak bertengkar."


"kalian ini aneh sekali. Kufikir kalian akan semakin mesra setelah menonton film bersama."


"kenapa begitu?"


"apa kakak tau? Kakak ipar adalah orang kedua yang diajak menonton oleh kak Hyun. Aku fikir kak Hyun sudah membuka hatinya untuk kakak ipar. Aku ikut senang."


"begitukah?"


"hm,,hm,,"


Mereka sudah sampai dilobi mall. Nayeon masih menggandeng tangan Harumi. Mereka nampak akrab dengan seringnya tertawa besama. Nayeon gadis yang ceria.


Sementara Hyun masih berjalan didepan mereka. Menaruh satu tangannya disaku celana. Dilihat dari belakangpun dia nampak sempurna.


"aku sangat merindukanmu." kata wanita itu lagi mempererat pelukannya. Dia tidak peduli dengan orang-orang disekelilingnya yang melihat mereka. Sementara Hyun hanya berdiam diri dan membiarkan wanita itu memeluknya dengan erat.


Hati Harumi berdebar hebat, dia merasa marah. Wajahnya memerah karna marah. Walau tidak mengenalnya, tapi dia tau wanita itu. Itu adalah masalalu Hyun yang belum selesai sepenuhnya.


Mata Harumi berkaca-kaca. Ada perasaan marah yang tidak bisa dijelaskannya. Dia mengatupkan giginya dengan kuat.


"Nayeon, aku pulang dulu ya." kata Harumi


Nayeon yang masih tercengang bahkan tidak menjawab Harumi.


Harumi berjalan terus melewati pasangan yang sedang berpelukan itu tanpa menoleh kearah mereka. Sesampainya diluar, ia segera menyetop taksi.


"dasar bodoh.!" Nayeon memaki Hyun yang masih berdiam diri. Memukul pundak sepupunya itu. Hyun yang terkejut, langsung melepaskan diri dari pelukan wanita itu dan berlari mengejar Harumi yang sudah jauh didepan.


Harumi sudah masuk kedalam taksi. Hyun berusaha mengejar dan memukul-mukul jendela taksi menyuruh Harumi berhenti.


"Rumi.! Berhenti.! Rumi.!" teriak Hyun dengan terus berusaha mengejar.

__ADS_1


"jalan terus saja pak." ucap Harumi kepada pak supir. Taksipun terus melaju meninggalkan Hyun yang nampak khawatir.


Hyun mengeluarkan ponselnya dan berusaha menghubungi Harumi. Tapi sia-sia. Gadis itu mematikan ponselnya.


Wanita yang memeluk Hyun tadi menatapnya dengan heran. Dia berjalan menghampiri Hyun yang kebingungan dipinggir jalan.


"ada apa? Siapa itu?" tanya wanita itu kepada Hyun. Tapi dia tidak menggubrisnya.


Hyun langsung berlari menuju tempat parkir untuk mengambil motornya. Dia langsung mengemudikan motornya dengan sangat cepat. Berharap bisa mengejar Harumi.


Harumi sampai disebuah tepi sungai, dimana dulu dia sering menghabiskan waktunya bersama ibunya.


Disana ada sebuah taman kecil yang sengaja dibangun pemerintah untuk wisata keluarga. Banyak orang yang nampak berlalu lalang, ada juga yang sedang bermain bola bersama anaknya disebuah lapangan kecil yang tak jauh dari tempat harumi berdiri.


Harumi mengedarkan pandangan kesekelilingnya, mencari tempat duduk yang kosong.


Diujung lapangan bola mini, ada tempat duduk yang kosong, tepat menghadap kesungai. Dia langsung berjalan kesana dan duduk dibangku itu.


Keramaian yang ada disekelilingnya sama sekali tidak membuat harumi terganggu. Dia menghembuskan nafas dengan kasar. Siap mengumpat.


"apa-apaan itu tadi? Dia bersikap seperti itu setelah mengungangkapkan perasaannya? Setelah dia ******* habis hati dan mulutku.? Dasar jahat.!" Harumi menangis dalam diam.


Sementara itu, Hyun dibuat kalang kabut. Dia tidak tau harus mencari Harumi kemana lagi. Rumah atapnya kosong, gadis itu tidak ada disana.


Hyun menghubungi Jisan dan bertanya kemungkinan keberadaan Harumi. Jisan berkata mungkin saja Harumi ada ditaman dekat sungai. Diapun langsung menuju ketempat yang diberitahu oleh Jisan.


Sesampainya ditaman, Hyun mengedarkan pandangan disekelilingnya. Mencari sosok istrinya.


"ketemu." katanya lirih. Dia berdiri dibelakang Harumi yang sedang mengeluh. Gadis itu tidak menyadari kedatangannya.


"dasar.! Laki-laki jahat.! Berani sekali kau memperlakukanku seperti itu.! Padahal kau masih menyimpan perasaan pada wanita itu. Tega sekali kau. Huhuhuhu..." Harumi tergugu disela umpatannya.


Mendengar itu Hyun tersenyum senang. Sekarang dia yakin tentang perasaan gadis itu padanya.


"kau cemburu?" suara Hyun mengejutkan Harumi yang tengah menyeka airmatanya. Gadis itu menoleh kebelakang dan mengernyitkan dahinya.


Dug. Hatinya kembali berdetak cepat.


"bagaimana kau bisa menemukanku disini?"


"mulai sekarang kemanapun kau berlari, aku akan menemukanmu." Hyun melangkahkan kakinya mendekati Harumi. "maafkan aku, sudah membuatmu sedih." dia kemudian meletakkan kedua tangannya dipipi harumi.

__ADS_1


"trimakasih karna sudah cemburu." perlahan Hyun mengecup kening Harumi. Jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Pria itu lama menempelkan bibirnya yang tertutup masker di keningnya. Ada perasaan nyaman yang mengaliri sudut-sudut hatinya.


__ADS_2