
"Kau dipecat"
teriak seorang manager membentak seorang karyawan.
"tapi pak itu tidak disengaja pelanggan tadi itu mencoba menipu ku"
di sebuah minimarket yang seperti sudah terjadi suatu hal disana. seorang pria di dekat pintu yang memohon agar tak dipecat pada bosnya.
tubuh yang kurus serta rambut yang panjang dengan tahi lalat di pipi, lalaki itu sangat tak berdaya dan hanya bisa memohon agar tak dipecat. "aku mohon bos , adikku sakit dan aku tak tahu lagi hari bekerja dimana?"
pria didepannya yang memiliki tubuh besar melihatnya dengan sinis .
"apa kau bodoh ton, aku tak bisa lagi menahan kesialan mu itu , sudah 2 tahun dan kita hampir bangkrut karena mu jadi pergilah kau dan jangan pernah kembali lagi!!"
ujarnya yang mulai mengunci mini market itu
....
hujan turun , karena waktu malam tidak ada seorang pun yang lewat jalanan di dekat sana . pria berdiri, tatapannya kosong dan pergi dari sana .
hujan membasahinya, namun dia tak peduli , dia hanya ingin kembali ke rumah. jalanan yang basah serta angin yang mulai semakin besar pria bernama Tony itu menundukkan kepalanya dan perlahan berhenti di halte di depannya.
"sayang sepertinya dia orang gila!"
pasangan yang berada di halte itu bergosip tentangnya, dan mencaci dirinya, bahkan menganggap dia gila.
aku gila?, ya aku memang gila , semua hidupku gila nasibku gila semuanya gila, sekarang aku tak tahu lagi dimana aku harus bekerja, aku hanya mempunyai ijazah SMP dan apa yang bisa kulakukan dengan itu?, mengapa? mengapa ? mengapa hal ini selalu terjadi padaku setiap saat, bukankah ini KUTUKAN setiap aku mendapatkan pekerjaan yang kuperjuangkan selalu saja , selalu hal ini terjadi ini sudah seperti roda yang selalu terjadi LAGI LAGI DAN LAGI!!!, .
disaat dia tengah melamun , sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti di halte .
mbrumm!!!
menurunkan sepasang kekasih yang sepertinya mereka mengenal Tony, seorang wanita berdiri di depan Tony yang melamun, dengan tatapan merendahkan dia mulai mengumpat.
" lihat siapa ini sayang, Tony si pecundang hehehehe, kau dipecat ya sayang sekali itu pasti sebuah Kecelakaan"
__ADS_1
lalaki di sampingnya meludahinya
squerk cuih!!!!
"hahaha hahahahahhahah rakyat jelata bodoh, Tony Tony apakah kau marah sekarang hahahahahhahah, lelaki tadi mengerjakan pekerjaannya dengan baik sekali bukan sayang ?" melirik diwajah Tony
Jadi itu kalian bajingan, !!!!!
Tony berusaha untuk tak terpancing, tangannya mengepal dengan keras karena saking kesalnya, saking kerasnya kepalan tangan itu , tangannya sampai mengeluarkan darah .
"kenapa marah hahahaha, kau memang menghibur Tony, benarkan sayang, mantan tidak begunamu ini sangat menghibur ?"
"tentu , apa kau tahu sayang , pecundang ini bahkan tak mampu melawan segerombolan anak bebek kau tahu hahahahahhahah "
benar benar berisik, mereka terus merendahkan Tony yang terus membendung rasa marahnya.
setelah puas mereka berdua pergi setelah meludahi nya sebanyak 4 kali, " aku tahu kau tidak bisa melawan karena , ayahku yang berkuasa dikota ini hehehehe ".
itu benar kekasih lacur itu adalah walikota kota ini, dan aku menahan amarah ku karena aku tak ingin membuat masalah yang dapat mengancam keluargaku , baik aku pulang segera!
.
" pak , kita sampai, apartemen mawar"
pria itu sampai di tujuannya dan lantas turun karena sepertinya awan gelap ini akan membawakan badai yang cukup besar .
"ini pak ongkos nya "
dia masuk ke apartemen yang merupakan apartemen kelas bawah itu, perbulan bayaran apartemen ini adalah 3 juta dengan hanya 1 kamar 1 kamar mandi saja , tidak ada dapur ruang tamu ataupun yang lainnya.
siapapun akan ogah untuk tinggal disini , harganya yang mahal serta sempit membuat tempat ini jarang sekali peminatnya, namun di kota besar ini, apartemen ini adalah yang termurah yang kutahu. "misi ibu ibu!" Tony menyapa ibu ibu yang tengah berkumpul cukup dekat dengan kamarnya.
saat Tony sedang membukakan kunci kamarnya, ia mendengar obrolan ibu ibu tentangnya, walaupun mereka berbisik, namun suaranya sangat jelas.
" eh , kalian tahu tak, dia harus tinggal dengan adiknya karena orang tua mereka meninggal di sebuah kecelakaan, "
__ADS_1
"aku dengar juga dia terpaksa mengurus adiknya yang mengalami depresi sendirian"
dasar kalian, aku mendengar kalian sialan
"kakak pulang, " Tony mengunci kembali pintunya, di depan sana langsung terlihat seorang wanita dengan tatapan kosong menghadap ke jendela, ia mencium pipi adiknya yang tak menggubris apapun perkataan dan perbuatannya.
dia duduk di kasur , menatap adiknya, entah kenapa setiap ia melihat adiknya dia selalu meneteskan air mata , itu karena Tony saat melihat adiknya selalu teringat kejadian itu, kejadian yang membuatnya menjadi begini, kejadian yang membuat adiknya trauma.
yakni saat ibu dan ayah mereka mengalami kecelakaan kereta api yang membuat mereka berdua mati seketika, saat itu sebuah keluarga bahagia tanpa permasalahan dengan anak anak yang ceria akan pergi jalan jalan .
dan saat mereka di setengah perjalanan , kejadian itu terjadi. mereka tertabrak kereta api karena kecerobohan kami.
mereka yang berada di kursi depan seketika seperti menghilang dari alam dunia , Tony dan adiknya yang merangkak keluar di pintu belakang mobil itu perlahan lahan berjalan di depan kecelakaan dan saat berjalan, adiknya dan Tony melihat tubuh orang tuanya yang terpotong potong dan kepala ibu mereka menggelinding berada tepat di depan wajah mereka .
.
hujan diluar kembali turun , kali ini hujan diluar seperti mengamuk, angin tak karuan akan kearah mana serta petir yang keluar berkali kali. Tony yang terus menangis dan seperti berirama dengan petirnya , lalu saat ia dipuncak tangisannya, tas yang ia masih gendong bergerak yang membuat tangisan Tony berhenti, "apa ini ?"
ia membanting tas itu karena kaget
bam
'ini bukan sesuatu yang baik , aku tak membawa apapun di tas itu , sebaiknya aku lihat saja '
ia takut dan menjauh, namun karena ia penasaran apa itu , Tony membuka tasnya yang kosong dan melihat sebuah buku biru yang bercahaya. ia mengangkatnya perlahan-lahan ,
tulisan di buku itu mulai terlihat oleh Tony
lucky book
"aku pasti menghirup narkoba atau sejenisnya, ya ampun mana ada buku bercahaya , dan buku ini mengatakan buku keberuntungan, yang benar saja bahkan saat aku berkhayal pun aku selalu diledek oleh kesialan ku sendiri".
lalu saat dia membuka buku itu
duarrr! sebuah petir menyambar tembok di kamar mereka yang membuat kabel yang Tony injak menyambarnya.
__ADS_1
seketika membuatnya tak sadarkan diri