Lucky Book

Lucky Book
suasana yang nyaman


__ADS_3

Tony keluar dari lubang itu dan tak lupa dia menutupinya, si batu itu yang melihat Tony pergi kesal dengannya hingga batu itu hampir menggelinding keluar dari tempat sandarannya, "eh eh eh, fiuh itu hampir saja, ini semua karena orang itu, apa apaan orang tadi, aku bahkan tidak bisa melihat sebanyak apa mana miliknya".


.


"hey Tony kau sudah selesai dengan meteor itu?"


"tentu, dia cukup cerewet"


"yah begitulah dia, jadi kau akan pergi "


"tidak mulai hari ini aku tinggal disini lagi pula ini hotel milik ku kan".


Tony meminta pada tuan Smith untuk menunjukkan kamar paling santai,nyaman dan tenang, "tentu kebetulan aku juga suka ketenangan". Tony dibawa ke belakang dan terlihat ada rumah yang nyaman disana, dengan pemandangan ke pantai langsung.


dia yang baru saja sampai disana merasakan nyamannya tempat itu, dengan suara ombak yang menenangkan, biaya di hotel mawar ini 4 juta permalam dan membuat hanya beberapa orang saja yang bisa menginap, bukan hanya karena mewah tapi juga karena tenang di hotel itu membuat orang orang yang sibuk dikota dapat menenangkan diri disini.


"baik ini kuncinya, pakai kartu ini penuh teknologi, jadi aku akan pergi besok, bisa kau jaga Batu tua itu dan hotel ini".


"baiklah, bisakah kau tidak menggunakan muka itu ", Tony yang risih dengan muka sok imut pak tua Smith.


tuan Smith melangkah pergi dari sana meninggalkan Tony dengan pelayan di ruang mewah itu, dia adalah wanita janda jadi Tony bisa lega karena dia cukup profesional, "maaf tuan aku, adalah pelayan di sini namaku mawar".


"oh kau yang dibilang si tua Smith itu, oke kalau begitu bisa kau membuatkan ku jus alpukat"


dengan heran pelayan itu menanyakan apa itu?, "maaf tuan bukanya alpukat untuk susui dan makanan lainnya bukan untuk jus".


"oh ya ampun, maafkan aku, dimana dapurnya biar aku sendiri yang buat, kau bisa siapkan kasurnya aku ingin tidur".


"mari ikuti saya, ini dia dapurnya, tapi tak apa biar aku saja yang buat tuan"

__ADS_1


"tidak aku lebih suka membuat jus ini menggunakan kedua tanganku"


mawar pergi dari sana dengan perasaan tak enak dan takut jika nanti dia akan dipecat jika ketahuan tidak bisa melakukan apa yang customer minta, dia sangat profesional sesuai apa yang tuan Smith katakan.


dia bisa melakukan apapun bebersih, memasak dan sebagainya.


di dapur Tony sedang membuat jus alpukat yang kental dengan tambahan susu seperti yang biasa dibuat ibunya dirumah setiap pagi, "rasanya tidak sama seperti buatan ibu, tapi tak apa, tunggu bekasku ini cukup berantakan, ".


Tony membersihkan apa yang sudah ia perbuat, mengelap jus yang berceceran dan sampah dari kulit alpukat yang ia kupas,


selesai dengan itu Tony pergi untuk bersantai di kursi yang mengarah ke pantai, dengan pemandangan bintang bintang, dia berpapasan dengan mawar yang sudah beres dengan pekerjaannya, dia menundukkan kepalanya.


Tony pun menundukkan kepalanya, lalu dia pergi ke dapur untuk membereskan bekas Tony, sampai di dapur dia kaget karena semuanya bersih dengan barang barang yang kembali ke tempat semestinya.


lantas mawar tambah tidak enak dengan Tony, dia lantas menghampiri Tony yang sedang meminum jusnya sembari melihat pantai dengan meregangkan kakinya.


Tony dengan muka herannya melihat ke mawar, "apa apaan wanita ini, bukankah itu bukan masalah, aneh?, oh dia berfikir jika tuan Smith masih pemilik hotel ini, ku kerjain nih cewek hehehe".


"tidak masalah!!", dengan nada yang meragukan, dia masih ragu pada Tony dan merasa jika besok dia akan dipecat, dia ini ibu muda yang menjanda karena suaminya dulu hanya ingin merasakan tubuhnya saja, dan tidak ingin bertanggung jawab pada anaknya dan pergi begitu saja dengan wanita lain.


mawar pergi, Tony tidak pernah merasakan senyaman ini, biasanya dia pasti akan mendengar suara tetangga ribut lah, anak anak nangis, bahkan suara orang bercinta dan kendaraan yang berisik, tapi sekarang disana hanya ada suara ombak yang menenangkan dan pemandangan yang memukau dari bintang bintang.


"ini baru namanya hidup"


[tuan emosi anda sangat stabil, apakah anda ingin mempelajari, bela diri dari klan shadow]


"sial aku kaget, kenap tiba-tiba, tunggu dulu klan shadow bukankah itu klan yang punah dari Jepang, dan dikatakan jika mereka adalah klan paling kuat pada zamannya, namun entah kenapa mereka menghilang secara misterius, kalau begitu oke"


Tony membuka bajunya dan terlihat badan yang membuat ibu-ibu bahkan Tante Tante kepanasan melihatnya, six pack sempurna.

__ADS_1


Tony lalu berjalan ke depan dekat pantai, dan mulai mempelajari semuanya, yang tadinya ingin santai malah tergoda oleh jurus bela diri, dan Tony hanya membutuhkan beberapa latihan agar jurus nya bisa di transfer ke tubuhnya.


dimulai dari pemanasan yang ditampilkan lucky, hingga yang terakhir disuruh meninju batu karang laut yang kebetulan ada satu disana, "hey apakah kau serius lucky, kurasa ini bukan ide yang bagus, hey lucky?....... sia dia pura pura tidak mendengar,".


dengan mengumpulkan kesiapan, Tony pun meninju batu itu pertama tidak berhasil, tinjuan kedua hanya retak sedikit, tinjuan ketiga....


booom, suara keras terdengar hingga ke dapur dimana ada mawar disana, mendengar suara itu lantas dia melihat apa yang terjadi, melihat tidak ada Tony disana dengan panik dia melihat ke kanan dan kiri, namun tidak ada siapapun.


melihat dari kejauhan ada bayangan seseorang mawar lantas berlari ke dekat bayangan itu yang ternyata Tony, dengan tangan yang berdarah membuatnya semakin panik, dia menuntun Tony yang sebenarnya tidak kenapa kenapa.


"tak apa mawar, kau bawakan perban saja".


"........ ba baiklah"


dengan cepat mawar membawa kotak obat dan mulai membalut luka Tony dengan teliti, sudah selesai membalut tangannya mawar membereskan peralatannya dan baru menyadari jika Tony telanjang dada yang membuatnya malu sendiri, dan pergi begitu saja.


"eh kenapa wanita itu?"


"jadi lucky bagaimana ?"


[bagus tuan, kau menyelesaikannya hanya 39 menit, teknik itu sudah di kirim dan bonus teknik rahasia mereka karen menyelesaikan dengan cepat]


"kau tahu apa lucky, kurasa kau dan pembuat mu terlalu berlebih-lebihan, membuat mu"


di tempat mawar dia begitu malu hingga wajahnya memerah, karena sebagai wanita yang sudah lama menjanda membuat jiwanya yang kesepian sejak lama meronta-ronta.


di pikirannya masih terbayang tubuh Tony, yang sebagai wanita normal dia manjadi terangsang.


"baiklah saatnya tidur, sudah larut sekarang, walaupun baru pukul 8 tak apa, lebih cepat tidur lebih baik".

__ADS_1


__ADS_2