Lucky Book

Lucky Book
membuat rekening bank


__ADS_3

"hey Tony apakah keu ingin pulang bersama ku, sekian bayarkan ongkosnya hehe"


Andre dengan muka suram memohon pada Tony yang segera naik bis, selesai mereka masuk dan membayar biayanya mereka duduk di belakang, Andre yang begitu kelelahan sayup sayup tertidur hingga sampai tujuan, Tony berusaha membangunkannya tapi karena tidak bangun bangun.


"sialan ini!!!" dengan marah


Tony menamparnya agar bangun dan cara itu bekerja dengan sempurna, mereka kembali kerumah masing masing dan Tony juga balik ke rumahnya.


di pintu masuk Gonzalez sedang berdiri didepan pintu yang sepertinya menunggu Tony, tapi karena tidak peka Tony begitu saja melaluinya tanpa menyapanya, Gonzalez sebisa mungkin untuk tidak emosi untuk itu dia mengikuti Tony hingga lantai 2.


"mengapa tuan mengikutiku, apakah kau perampok"


Gonzalez bingung dan dengan panik mengatakan dia hanya seorang pelatih sepakbola saja dan ingin menemui Tony, Tony melihatnya dengan saksama ...... Tony pun ingat jika dia adalah om om yang mesum di tim SMA light.


"ya terserahlah, btw Tony bisakah aku berbicara denganmu di atap"


"oke".


Gonzalez sepertinya memiliki banyak pertanyaan pada Tony untuk itu dia mengajaknya ke atap gedung untuk mengobrol santai, singkat waktu mereka sampai diatap, Gonzalez menawarkan rokok Tony menolaknya dikarenakan tidak menyukai asap rokok yang baunya minta ampun.


disana Gonzalez langsung to the points kalau dia sebenarnya ingin mengajak Tony untuk ke Brazil dan bermain di clubnya, Gonzalez juga berkata jika Tony akan dibayar disana dan memungkinkan akan banyak klub klub besar yang ingin merekrutnya, Tony menolaknya dengan alasan yang sebenarnya agak aneh.


"pak Gonzalez bisa kembali ke Brazil, aku tidak mau lagipula aku tidak tertarik lagi dengan sepakbola, namun akan ku berikan beberapa tips latihan yang cocok untuk melatih kecepatan dan kelincahan pemain pada anda, dengan syarat bawa Andre bersama anda, ini bukan taruhan namun kau belum tahu bakat apa yang dimilikinya sebenarnya, bagaimana?".

__ADS_1


Mr Gonzalez mengatakan dia bisa saja menyetujui hal tersebut, namun sejauh pengelihatannya Andre bermain dengan permainan biasa biasa saja dan tidak ada yang hebat darinya, Tony menjelaskan jika Andre akan mau bermain serius ketika di turnamen yang ada agen agen sepakbola saja dan itu yang dikatakan Andre pada Tony.


"oke deal, aku akan ke SMA luwoon dan menyeleksinya disana, siapa tahu aku bisa dapat lebih dari satu kan".


Tony lalu memberikan buku yang sedikit agak tebal, tebalnya seperti LKS sekolah dengan gambar yang sepertinya tulisan tangan, Tony sendiri membuat itu berdasarkan riset dari dirinya sendiri, ilmu kesehatan, cara latihan tim nasional dan latihan pemain pemain liga Eropa.


berisi tulisan Tony original, beserta gambarnya, caranya dan kelebihannya. Tony lalu pergi turun untuk masuk kerumahnya takut orang tuanya khawatir, setelah turun Gonzalez meremehkan apa yang ada didalam buku itu untuk itu dia sedikit melipatnya dan masuk ke kamarnya.


Gonzales menaruh buku itu di meja makannya, dia menyiapkan makanan makanan yang sehat yang biasa dia makan setiap harinya, dan meminum telur mentah yang dicampur madu, dengan nikmatnya dia meminum minuman itu tanpa muntah. setelah menyiapkan makanan dia menaruhnya dimeja dan mulai membaca buku itu kata demi kata.


"apa ini, bahasa yang digunakan bukankah ini bahasa Brazil, jadi dia bisa bahasa Brazil. tunggu dulu mengapa isinya begitu sempurna, penempatan kata dan caranya begitu sempurna tidak seperti buka panduan yang dijual di pasaran, bahkan ..... ohhhhh ini campuran dari berbagai pelatih top dunia latihannya begitu sempurna".


dengan terus membaca dia begitu riang , dia lalu kembali ke daftar menu, di bagian bawah ternyata ada menu taktik dan cara melakukannya, dia melihat menu taktik dan ada berbagai macam taktik 433 -343 - 4321 semuanya ada. "ini bukan apa apa seperti taktik dan metode latihan biasa namun, dia menyempurnakannya menjadi seperti ini, ini karya benar benar karya, apa ini jangan menjualnya... gak bakalan lah hehe begitu rupanya okelah lusa aku akan datang ke sana Tony dan menepati janjiku".


"ini masih belum cukup, ini wajar modalku hanya sedikit, oh ya aku lupa hey lucky mana hadiahku kau berbohong".


[tentu sudah tuan tuan pasti lupa, sekarang coba tuan tinju benda apapun yang keras".


Tony lalu menghampiri pintu kamarnya, dia dengan keyakinan yang tinggi mengepalkan tangannya dan meninju pintu itu. dia membuka matanya tangannya menghilang dan tanpa diduga tangannya menembus pintu itu, beruntung tetangga sedang renovasi jadi aman tidak ada yang dengar. "hebat lucky yuhu uyehhhh.... eh sebentar biar ku lihat ke belakang lagi, oh tidak!!! bagaimana ini ya".


dia panik karena dia merusak pintunya, Tony lalu mendapatkan ide untuk menutupi dengan gambar yang dia buat agar tidak ada yang melihatnya. " fiuh untung kemarin aku menganggur membuat gambar". Tony menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan lega.


adiknya tanpa diduga ingin mengetuk pintu, beruntung Tony menyadarinya dan dengan cepat kilat membuka pintunya, "kak aku pinjam pulpen". ternyata Nina hanya ingin meminjam pulpennya dikarenakan pulpennya malah jatuh ke bawah, setelah memberikan barang yang diinginkannya Nina pergi ke kamarnya untuk belajar.

__ADS_1


dirasa sudah aman Tony mengunci pintunya dan segera melakukan kegiatan seperti biasanya, memainkan pasar saham dan melihat lihat blog di sebuah website bernama lite, website seperti Facebook namun dengan tampilan lebih kuno.


"kita cari jual rumah saja kali ya..... sebentar tapi ya sudahlah. hey lucky apakah uang di sistem ini bisa pindah ke rekening ku ini".


[bisa tuan namun saran saya tuan buat sendiri saja kebetulan ada peraturan yang memperbolehkan anak 18 tahun memiliki rekening bank dengan syarat kartu identitas anda sendiri].


setelah lucky berbicara tentang hal tersebut Tony mengoceh karena lucky masih memanggilnya tuan, meninggalkan ocehannya dia pergi ke bank tersebut untuk membuat rekening baru miliknya sendiri.


"hey Tony lihat sini" teman sekelas memanggil Tony, dia sedang duduk di kursi bank".


melihat temannya Tony menghampirinya dan duduk disampingnya, sembari mengobrol si kawan menanyakan Tony sedang apa di bank itu. "oh ya aku ingin membuat rekening bank sendiri". dengan tersenyum dia berkata pada sikawan.


"mengapa kau tidak bilang dari tadi, kau lupa ayahku yang memiliki bank ini, biar ku bantu". dengan wajah serius dia membantu Tony untuk membuat rekening.


Budi itulah namanya dia berasal dari keluarga terpandang dikota, tak diherankan dia menjadi salah satu populer disekolah, ayahku memiliki banyak perusahaan terkemuka dan juga bank yang sudah ada di berbagai negara. namun Budi ini sangat anti dengan namanya kemewahan dia lebih memilih menggunakan baju lokal yang terbilang murah dibandingkan dengan baju branded yang harganya membuat kantong berlubang.


dengan kepribadian yang cool dan memiliki banyak uang dia bisa saja memiliki wanita yang dia mau, tapi dia sangat menyukai wanita yang unik dan mandiri sehingga hingga saat ini dia masih menjomblo.


setelah mengantar Tony membuat rekening, yang super cepat karena tanpa mengantri sedikitpun, Tony menunggu disana. "sedang apa kau, mau minuman?... hah menunggu tak perlu biar besok aku antar kartu itu kepadamu oke kau boleh pulang". Budi ini begitu pengertian dia menyuruh Tony pergi agar tidak menunggu dan dia juga bilang dia sedang menganggur jadi dia tidak masalah. Tony sebenarnya tidak mau namun Budi ini pemaksa sekali jadi dia tidak bisa menolak permintaannya.


"tapi Bud....." Tony keluar dengan rasa tidak enak dihatinya.


"Fiuh waktu masih panjang untuk menjadi kaya jadi akan ku singkatan saja bagaimana?"

__ADS_1


__ADS_2