
tiga hari berlalu Tony kali ini sedang fokus membereskan tugas tugasnya yang belum selesai disekolah.
di meja belajarnya menumpuk sekali tugasnya, namun Tony tidak mengeluh sedikitpun saat mengerjakan tugas sebanyak itu, dimana biasanya seorang pelajar normal akan mengeluh dengan tugas segitu banyaknya.
tapi karena Tony adalah orang yang sudah dewasa dan melewati berbagai hal dalam hidupnya, dia seakan sudah terbiasa dengan hal tersebut dan lebih menyikapinya dengan lapang dada.
Tony mengerjakan tugas sekitar 3 jam setiap harinya dan itu terus dilakukannya.
"Tony nak makan malam sudah siap"
"baik Bu ibu dan ayah bisa lebih dahulu makan, aku akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa soal lagi".
sebenarnya tidak begitu, Tony dengan cepat membuka komputernya dan melihat pasar saham dengan seksama, dia sudah tau mana yang nanti akan melambung naik mana yang turun, untuk itu dia memilih beberapa perusahaan di memorinya.
setelah melakukan main main dengan itu, Tony melakukan sesuatu luar biasa yaitu membereskan satu karya novel dengan cerita yang kompleks, menarik dan mengagumkan yang belum pernah ada pada saat itu.
dia Tony menyelesaikan novelnya hanya dalam beberapa hari saja, sebenarnya Tony menuliskan beberapa karya di memorinya dan menambahkan beberapa kata hingga karya itu menarik, setelah sudah selesai menulis Tony dengan gampangnya melempar buku itu ke luar jendela rumahnya.
"sialan karya ini payah, main ah". ujar Tony dengan muka tenangnya
Tony pergi ke rumah temannya yang bernama Bob, dia adalah salah satu teman Tony yang doyan makan hingga badan terlihat seperti balon.
Bob orangnya ceria, tidak pedulian apa kata orang tentangnya dan dia orang yang jujur di depan teman-temannya. namun akhir akhir ini dia jarang berkumpul dan membuat beberapa temannya khawatir.
Tony berjalan beberapa belokan hingga sampai di rumahnya.
Tony mengetuk pintu rumahnya, ibunya yang membukakan pintu, mereka sudah saling kenal karena Tony selalu datang kesana untuk bermain.
"Bob ada Tante"
ibunya lalu memanggil Bob dan dia keluar dari kamarnya dengan senyuman diwajahnya.
__ADS_1
Tony lalu mengajak bob untuk ke restoran dan tentu saja dia mengiyakan ajakan Tony itu dengan semangat, mereka berangkat dengan berjalan kaki walaupun tempatnya jauh namun mereka begitu senang mengobrol bercanda bersama.
"Mas 3 potong paha ayam dan 2 burger ukuran jumbo, airnya Soda." Bob memesan dengan sumringah
sementara Tony melihatnya sembari menggelengkan kepalanya.
sembari makan Tony menanyakan mengapa dia jarang bermain bersama sama, Bob lalu membuka mulutnya dan memakan burgernya dengan begitu lahap. setelah itu dia menangis dan makan secara bersamaan.
"aaaammm, ak ak aku ingin diet namun aku selalu kalah oleh egoku dan kakak ku sama sekali tidak membantu"
setelah mendengar penjelasannya dia sekarang menginginkan sesuatu yakni, Bob sengaja menurunkan berat badannya agar dia bisa jadian dengan seorang dari kelasnya si Tony.
namun rencananya untuk kurus sampai sixpack malah gagal karena si cewe yang lebih suka Bob yang berbadan gumpal.
"oooh, aku tau kenapa kau ingin kurus, pasti karena Lisa kan" dengan nada bercanda
karena Bob ini orang yang jujur dia menjawabnya dengan jujur dan malu malu, Tony menyarankan mengapa dia tidak langsung mengatakannya pada Lisa toh mereka sering bersama di kelas seni sudah dekat malah.
Bob mengatakan jika dia begitu tidak percaya diri dan sangat malu untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan, dan lagipula Bob juga tahu jika Lisa lebih tertarik kepada orang bertubuh atletis.
dimana Bob ku, kau tinggal bilang saja padanya, besok ada kelas seni kan. nanti biar kubantu kau"teriak Tony mengganggu orang lain di restoran itu
Bob merenung, seorang pelayan menghampiri dan ingin mengusir mereka karena berisik, lalu Tony mengeluarkan cara lama, dia memberikan 1000$ untuk permintaan maaf.
pelayanan itu berlalu begitu saja setelah menerima uang tersebut, lalu Tony mengajaknya ke tempat biasa mereka nongkrong yaitu diatas pohon yang lebat.
mereka keluar dari restoran Tony kesal, sementara Bob diam saja dari tadi.
namun sebelum mereka ke tempat itu Bob berhenti di tengah jalan dan mengatakan sesuatu.
"aku tidak tahu apa nanti akan berhasil tapi aku akan mencoba apa yang kau sarankan, untuk itu terima kasih Tony kau sahabatku huuuu"
__ADS_1
mereka bercanda bersama melihat langit di atas rumah pohon, Tony lalu mengatakan sesuatu pada Bob. yaitu tentang ujian sekolah yang akan diadakan setelah lomba antar kota, mereka mempercepat ujiannya karena faktor yang tidak disebutkan.
namun Tony tahu mengapa, karena kepala sekolah telah diganti dengan kepala sekolah baru yang begitu disiplin dan sangat gila terhadap ilmu pengetahuan.
"mengapa kau baru memberitahuku sekarang Tony , aku pulang dulu mau belajar. jangan lupa besok bantu aku ya"
dengan lincah Bob turun dari rumah pohon itu
Tony berbaring dan memandang langit yang biru, dengan iseng dia membuka panel dan dia melihat ada tanda merah pada bagian amplop. dia mengabaikannya lalu membuka panel kekuatan dan kemampuan namun sebelum dia memencetnya seseorang naik ke rumah pohon itu.
"tuan Lee?"
ternyata tanpa diduga itu adalah tuan Lee yang mengikuti di perjalanan ke rumah pohon itu, sebenarnya dia tidak sengaja melakukan itu, dia tidak sengaja melihat mereka makan di restoran itu dan dengan insting pebisnis dia mengikuti Tony.
tuan Lee membawa soda dan memberikan satu pada tony, Tony menanyakan bagaimana dengan studionya?
tuan Lee mengatakan semuanya yang Tony minta dan menambahkan bahwa dia Tony akan datang ke studio itu Minggu ini.
dengan keget Tony menanyakan mengapa tuan lee mengatakan hal itu dan menjelaskan jika Minggu ini dia ada janji dengan teman perempuannya dan dia janji akan datang padanya.
"ooooo, kau ngedate jadi aku salah...."
"ya sudahlah tuan Lee aku akan datang, lagi pula date nya malam hari jadi fine".
Tony meminum soda nya dan lalu menanyakan kabar tuan Lee, dengan wajah lesu tuan Lee mengatakan jika salah satu bisnisnya mengalami masalah dan dia mengalami kebangkrutan yang besar. beruntung Tony membeli studio nya sehingga dia bisa memperbaiki masalah itu.
selesai dengan menceritakan bisnisnya yang panjang sekali, Tony menanyakan apa tuan Lee sudah melakukan apa yang Tony katakan di pasar saham. tuan Lee jawab ya dan dia tidak sempat cek karena terburu buru.
"mengapa kau tidak cek dan lihat apa yang akan terjadi."
melihat muka Tony yang tersenyum dia begitu penasaran apa yang terjadi dengan pasar saham.
__ADS_1
hari sudah sore obrolan mereka selesai dan pulang ke rumah masing masing.
"orang itu selalu membuatku kagum, walaupun dia SMA tak kusangka dia begitu pintar dan bijak serta dewasa pula". tuan Lee mengatakan dalam hatinya