Lucky Book

Lucky Book
pembantaian


__ADS_3

"ada apa ini dia melakukan 3 tekel keras dan tidak mendapatkan kartu ,"ucap komentator dengan heran


permainan tim lawan berubah saat memasuki babak pertama, mereka bermain begitu keras hingga membuat seorang bek cidera, untuk itu dia harus diganti keluar.


light memainkan permainan yang benar benar gila sekali mereka seperti kesurupan, namun kedua tim sama sama bermain menyerang dan tidak ada yang bertahan sehingga pertandingan lebih seru lagi.


Tony yang dari tadi jalan santai disuruh coach untuk berlari sekencang-kencangnya ke depan gawang musuh, dia berusaha menolaknya namun pelatih terus berteriak padanya.


"baiklah..... hey oper ke depan"


umpan jauh ke depan, semua orang mengira jika bola itu akan keluar lapangan namun kenyataannya tidak, Tony dengan kecepatannya mencapainya bola yang cepat itu dan mengkonversikannya menjadi sebuah gol akrobatik cantik.


"Golllllll, sulit dipercaya siapakah dia , itu adalah Tony dar SMA luwoon benar benar pemain yang luar biasa".


merasa tertantang zekio yang memiliki skill lincah berhasil membalas gol tadi, dia berhasil melewati 5 pemain dan membuat goal yang tak kalah luar biasa hebatnya.


kedudukan saat ini 4-4 dan waktu tersisa 10 menit.


sementara itu ditempatkan yang berbeda satu tim sudah masuk ke final dan menunggu siapa yang akan melawan mereka, tim itu berisi beberapa jebolan akademi klub top Eropa, SMA paling kaya di negara ini, banyak pemain bertalenta yang akan besar dimasa depan di tim ini.


dan tim ini juga salah satu tim paling solid di antara tim yang lainnya, dan pemilik sekolah tim ini sendiri adalah seorang ketua pejabat olahraga di negara ini, namun semua anggota tim ini sangatlah egois dan sombong dan menganggap merekalah yang terbaik disana, setelah pertandingan mereka sedang berada di bar berpesta sambil menunggu siapa yang akan melawan mereka.


"lihat bung Tanu waktu tinggal 5 menit dan kedua tim sama sama kuat, dan belum ada yang dapat memastikan diri mereka lolos ke final".


Tony sekarang lebih memikirkan kenapa Rin tidak datang kesana dan memainkan permainannya dengan leha leha, Tony berfikir jika Rin tidak menyukai sepakbola dan lebih memilih tidak melihatnya.


"semangat Tony !!!!"


Tony menoleh suara yang familiar itu disana ada Rin yang datang terlambat karena ada pelajaran matematika, melihat kekasihnya Tony bersemangat sekali hingga tidak menyadari gawangnya sedang diserang dan akan dibobol oleh zekio.


zekio mengatakan dalam hatinya jika dia berhasil mengalahkan Tony dan berhasil membalaskan perasaan dendamnya yang dia pendam selama ini, namun....... tanpa ia sadari bola yang ia Lesatkan ke gawang itu berhasil ditahan Tony pas sebelum melewati garis gawang itu.


melihat Tony dia kesal dan berlari ke arahnya serta menekelnya dengan keras, Tony terjatuh namun bolanya sudah jauh di depan lapangan dan sudah di tendang oleh rekan setimnya Tony, dan membuahkan gol di menit menit akhir.

__ADS_1


"aku berhasil mematahkan kakimu sialan hahahaha"


"kau ini bicara apa , siapa kau lihat kakiku baik baik saja"


Tony berdiri dan berlari mendekati teman temannya yang sedang berselebrasi.


teriakan pendukung meriuhkan lapangan itu, namun di tengah keriuhan itu zekio terdiam dan membisu, dan mengakui kalau dirinya dikalahkan lagi oleh Tony entah untuk ke berapa kalinya.


dia menghampiri Tony yang sedang duduk di pinggir lapangan, dia menyapanya dan duduk di sampingnya, dia mengucapkan selamat dan mengatakan namanya.


"Hadi kau zekio, Haha lihat dirimu kau berbeda kawan aku bahkan tidak mengenalimu, kau banyak berubah"


zekio lalu mengatakan semua unek-uneknya kepada Tony, tentang semuanya dia ucapkan.


Tony meminta maaf atas semua yang mungkin tidak Tony sadari menyakiti perasaan zekio, dia berdiri dan membungkuk pada zekio.


"haha kau tak berubah selalu seperti dulu Tony" ucap zekio


mereka mengobrol dan mengatakan masa lalu yang menyenangkan sekali, lalu zekio menanyakan sebuah pertanyaan "apakah kau akan jadi atlit Tony kebetulan ayahku ada di sebuah sekolah sepakbola".


"wah bos sudah ada lawan kita di final SMA luwoon", seorang dari tim kaya itu mengatakan pada kaptennya


"persiapan diri kalian brengsek aku akan menjadi pemain cadangan, kalian main duluan lagi pula hanya SMA kecil nan miskin"


lelaki berambut pirang itu berdiri dan menyuruh bawahannya untuk segera bersiap, dia adalah seorang dari Brazil bernama Bruno dos Santos anak dari legenda Brazil zele dos Santos.


pertandingan final sudah dimulai, anak anak dari SMA luwoon sudah memasuki lapangan dan tinggal menunggu tim lawan saja, mereka sudah lima menit menunggu namun tidak ada seorang pun yang muncul, seharusnya di diskualifikasi namun entah kenapa panitia seolah tutup mana soal ini.


lalu mereka muncul hanya beberapa pemain utama saja yang masuk dan kebanyakan pemain lapis kedua, dan pemain utama memilih di kursi cadangan dan bersantai di sana, para pemain itu tidak ingin melihat pertandingannya bahkan Bruno tertidur di kursinya.


"Hay kau lihat apa, kalian tidak ada tandingannya untuk kami jadi bos memainkan pemain lapis kedua, brengsek"


lalu pemain dari SMA luwoon terpancing beruntung Tony berhasil meredam keadaan, teriakan penggemar yang tadinya sunyi kembali terdengar setelah Alex datang dengan anak buahnya.

__ADS_1


peluit dibunyikan saat itu para pemain utama langsung bersantai seolah mereka hanya melihat lalat yang sedang mengelilingi kotoran, namun yang tidak mereka sadari Tony melihat ke arah mereka dengan tatapan kesal.


untuk itu setelah Pluit ditiup Tony dengan segera menendang bola itu ke gawang lawannya, yang sebenarnya dijaga oleh kiper yang menjadi kiper utama di timnas U-19.


beberapa pemain syok, tidak dengan Gonzalez yang sesudah dikalahkan Tony dia terus melihat pertandingannya, gol cepat yang tidak diduga itu oleh pendukung SMA itu mengira mereka sedang mempermainkan SMA luwoon.


namun pada faktanya para pemain utama yang ada di lapangan sangat serius saat itu, seorang bek melihat ke arah Tony, dia seperti mengeluarkan aura kemarahannya.


"Hay Bob katakan pada yang lainnya, jika tim lawan meremehkan mereka"ujar Tony pada Bob yang menjadi kapten


setelah mendengar perkataan Bob suasana tim luwoon berubah menjadi serius, dari yang tadinya tenang.


beberapa menit berlalu skor 8-1 yang dimenangkan SMA luwoon, dan yang membuat syok Tony menyetak 7 dari goal itu.


penonton bersorak dengan nama Tony hingga membuat para pemain lawan yang di bangku cadangan terbangun, dia melihat kanan dan ke kiri . setelah itu dia melihat ke layar skor .


"apaaaa bos bangun bos kau pasti tidak percaya ini"


Bruno bangun dan memarahi si kawan yang membangunkannya, sikawan lalu menunjuk ke layar skor. Bruno menoleh sedikit karena masih mengantuk.


"apa ini tidak mungkin, hey kalian para sampah bangun, kita akan bermain" berteriak keras


ada sekitar 5 orang yang masuk menggantikan pemain lapis kedua.


salah satunya Bruno, para komentator memprediksi jika Bruno akan kembalikan keadaannya menjadi kemenangan, dengan keberpihakan wasit sebenarnya Bruno lebih diuntungkan namun....


"apaaaa!!! ini itu goal ke 10 dari Tony dan skornya menjadi 15 - 4, pembantaian ini adalah pembantaian sepertinya para pemain


SMA luwoon termotivasi akibat ucapan para pemain lawan, sepertinya mereka menjilat ludahnya sendiri ini benar benar memalukan".


priit


peluit ditiup tanda pertandingan sudah berakhir, Bruno melamun melihat Tony, dia tidak menyangka ada pemain seperti itu karena dia berfikir jika dengan uang dia bisa melakukan apapun dan hanya orang kaya saja yang bisa sukses menjadi apapun.

__ADS_1


namun nyatanya pemikiran itu salah , dan pemikiran itu malah berbalik pada dirinya sendiri.


__ADS_2