Lucky Book

Lucky Book
Riot


__ADS_3

"eh nampaknya sudah pagi, huh jam 4 lewat 39 sial aku seharusnya datang jam 4 tepat".


Tony panik hanya karena tidak ingin datang paling akhir, entah mengapa dia menjadi begitu, [tuan tenanglah ini hari Minggu].


"o oh kau benar, kenapa aku jadi parno "


karena bingung di jam segini pasti belum ada yang datang dan membuat makanan, Tony berinisiatif untuk membuat makanannya sendiri di dapur, "tapi tunggu aku bahkan belum pernah masak, hey lucky apa kau punya yang ku butuhkan.


[tentu ada tuan, God of cooking anda bisa menggunakannya]


Tony dengan ragu membuka kulkas, dan dengan alami memilih bahan bahannya seolah olah dia tahu bahan apa yang dia butuhkan, dia ingin memasak makanan yang ada di restoran Prancis, "entah kenapa sepertinya aku faham cara memasaknya".


.


.


tak terasa sudah selesai, Tony lantas mencobanya sedikit terlebih dahulu, takut jika nanti rasanya akan berbeda, satu suapan sudah masuk ke mulut dia mengunyahnya perlahan-lahan, "woah apa apaan ini!!!!, **** ini 10× lebih enak dari restoran mahal itu, gila, apa lagi minuman ini, rasanya seperti ada di lautan menyegarkan sekali".


dengan rakus dia memakan makanan itu hingga habis, sesudah kenyang dia menyisakan sedikit saja, lalu dia keluar rumah untuk mendapatkan matahari pagi yang menyegarkan.


lalu di tempat yang berbeda, mawar selesai memasak untuk anaknya yang berjumlah 3 orang, 2 laki dan satu orang adik bungsu yang sangat amat imut, dia membereskan sampah dan berbagai kegiatan rumah lainnya, biasanya dia berangkat jam 7, namun kini dia bisa sedikit lega karena disuruh berangkat jam 8, jadi dia ada waktu untuk mengantarkan anaknya ke sekolah beserta menitipkan anak bungsunya ke ibunya.


.


"hey batu bodoh jawab pertanyaan ku itu, apakah dewa itu ada?, kenapa kau marah"


"kau selalu mengatakan aku batu, aku ini dewa yang agung sialan, akan ku jawab jika aku memiliki bentuk manusia seperti mu.


"caranya?"


dengan mana tentu saja"


merasa pertanyaannya tidak mungkin dijawab Tony pergi dari sana, namun saat Tony akan masuk ke lift batu itu berkata.... " tentu mereka ada, tapi di dunia ini mereka hanya menjadi spirit orang orang tertentu saja karena kekurangan kekuatan ".


pertanyaan sudah dijawab, Tony dengan wajah serius mendekati batu itu, dia menyentuhnya, "transfer ", mana Tony terserap oleh batu itu dan mengubahnya menjadi ......


seekor kucing

__ADS_1


"bwahahahah, apa apaan ini lebih baik kau jadi batu saja dari pada menjadi kucing, hahahaha, cup cup cup, mau ikan hahahaha "


mana Tony yang dia transfer ternyata tidak cocok dan mengubah batu itu menjadi kucing kecil yang imut, bukanya senang karena bisa bergerak dia lantas marah marah dengan mencakar Tony.


tentu itu tidak berefek apapun karena dia hanya kucing.


"orang ini bisa serius apa tidak, meow, kenapa aku berkata meow, oh tidak ..... kenapaaa aku selalu sial meow"


"hahahaha"


Tony masih terus tertawa hingga perutnya sakit karena terlalu banyak tertawa.


.


.


"oh kau sudah berhenti, dasar "


Tony lalu membawanya dari goa itu untuk melihat dunia luar setelah sekian lama, dan merasakan cahaya untuk pertama kali, yang sebelumnya hanya cahaya lampu bohlam saja.


seorang dewa perkasa yang disembah di dunianya dulu, dan dihormati di dunia dewa sekarang terjebak di tubuh kucing imut, dari yang sebelumnya batu.


Tony ingin pergi dari sana karena ada urusan ditempatnya, saat berjalan semua orang menyapa Tony, kerena dia adalah pemilik baru dari hotel ini, mawar yang baru sampai melihat Tony di sapa dengan sopan seperti pada tuan Smith, menanyakan pada resepsionis yang juga temannya.


"hey Jasmin, siapa orang yang disapa itu?"


" astaga kau tidak tau, dia pemilik baru hotel ini "


"huh pemuda itu pemilik hotel ini, dia malam kemarin datang bersama tuan Smith, ku kira dia saudaranya yang menginap"


"apa semoga saja kau tidak salam memperlakukannya kemarin"


lalu Tony menghampiri meja mereka yang sedang bergosip, "hey Jasmin jika nanti manager datang bilang aku ada urusan bisnis lain". dengan membawa riot yang tidak bisa diam.


"baik nanti akan saya sampaikan"


Tony lalu menyapa mawar yang ada di sana dengan tersenyum.

__ADS_1


Tony berangkat dengan mobil barunya, yang berada di parkiran sebelah hotel itu, jadi di pinggir hotel ada tempat parkir yang khusus sekali dengan tarif yang bisa membuat mata berkeringat.


dia membuka pintunya dan lalu mengunci pintunya dengan cepat, karena kucing itu yang terus meronta-ronta, "aku bilang aku ingin bertemu si tua Smith, cepat turunkan aku!!!".


"diamlah riot, dia sudah pergi , sudah pergi dari negara ini karena umurnya akan semakin terkuras jika terus berada di dekatmu, kau tahu itu, dan juga karena sihir mu juga, dia mendapatkan banyak masalah hingga membuatnya hampir depresi kau tahu itu huh, dia mengobrol bersama ku dan mengakan semuanya padaku yang baru dikenalnya ini"


riot terdiam, dia tidak menyangka apa yang sudah ia beri, membuat hidupnya tersedot, dan mengalami kejadian kejadian yang tidak diceritakan padanya, orang yang selalu datang mengajaknya mengobrol, ternyata menyimpan rahasia yang tidak ingin diceritakan padanya.


Tony yang melihat dia terdiam di kursi depan, tidak enak karena memarahinya, secara dia lebih tua dari Tony dan membuatnya tidak enak berteriak padanya.


"nah kita sudah sampai, hey kucing tua kau ingin menunggu disini atau ingin ikut Dengan ku?"


........ sepertinya akan lama, baiklah aku ikut"


mereka turun dari mobil dan disambut oleh bulldog dan beberapa anak buahnya yang sudah menunggu. "pagi Tony, hey kau memelihara kucing sekarang, duduklah"


Tony duduk disana dengan menggendong riot yang heran dengan desain tempat itu yang seperti guild petualang namun lebih tenang.


mereka sekarang sedang ada di kafe dekat dengan gedung Tony, "ini dia Tony orang yang ku maksud di telfon, dia yang akan menjual tanah di dekat gedung mu itu, "ya saya Loki salam kenal tuan Tony".


"jadi langsung saja ku sebutkan harganya, total 8 milyar".


"baik akan kutanda tangani, .....


. ini dia "


tanpa menawar dan menanyakan ini itu, bisnis berjalan lancar dan cepat dan membuat Loki kaget, karena Tony bahkan tidak membaca berkasnya dan tanpa menawar langsung membelinya tanpa ragu.


"senang berbisnis dengan anda, kalau begitu saya pergi dulu, baik bulldog aku pergi dahulu, tuan Tony juga"


"hey macan kau tidak menawar sedikitpun, apa kau tidak takut ditipu"


"kau ini bulldog, aku sudah meninjau siapa dia dan tanahnya, yang setelah di hitung ternyata harganya memang pantas "


"kau memang iblis"


selain urusan itu bulldog juga ada tugas penjagaan disana, yaitu menjaga pekerja yang sedang membangun gedung baru disana, walaupun gang Skull sudah tidak ada namun pastinya akan keluar serangga-serangga yang ingin menempati posisi Joni, untuk itu Tony menyuruh bulldog, lagipula durasi pekerjaannya ke Tony belum habis.

__ADS_1


"bos orang itu ada disini"


tanpa disadari Tony sedang di awasi oleh seseorang.


__ADS_2