
di ruang tamu mereka bertiga berbicara dengan santai namun ketika Tony mengatakan bisnis ayahnya mulai berbicara serius.
"jelaskan pada ayah apa yang kau mau".
Tony menjelaskan sebenarnya dia begitu menyukai bisnis ketimbang olahraga, dia sudah menutupinya selama lebih dari 5 tahun dari ayah dan ibunya.
"sayang kau bisa pergi ke kamarmu, biarkan kami berdua". dengan tegas pada isterinya
ibu Tony pergi ke kamarnya dan selesai menutup pintu suasananya berubah, ayahnya kelihatannya sangat serius dengan obrolan kali ini. "jawab ayah dengan jujur Tony jangan berbohong pada ayahmu ini penjelasannya belum bisa difahami". melihat ayahnya begitu Tony mulai serius dengan omongannya, dia menjelaskan dari hal kurang detail sampai yang terdetail dalam ucapannya ayahnya yang mendengar omongan Tony seketika terkagum, kata demi kata dia ucapkan dengan keseriusan dan semua yang dia ucapkan masuk akal dan dia begitu tenang sekali.
"....... anak ayah sepertinya dewasa terlalu cepat , lakukanlah apa yang menurutmu benar dan ingat apapun hasilnya kau harus menerimanya apapun itu oke, sini peluk ayah nak sebab tidak lama lagi kau pasti akan meninggalkan rumah ini".
suasana siang yang sunyi Tony menangis sejadi jadinya, dia mengeluarkan semua rasa sedihnya dan berterima kasih karena diberi kesempatan untuk memperbaiki nasibnya dan dapat mengerti mengapa dia selalu di beri cobaan, ayahnya menangis dan ibunya dikamar juga menangis hari itu dipenuhi oleh air mata.
setelah mengisap air matanya Tony menanyakan apakah benar ayahnya dulu memiliki perusahaan besar?. ayahnya terdiam Tony mengetahui hal itu karena di masa depan dia menanyakan pada seorang teman ayahnya.
"bisa dibilang begitu, akan ayah jelaskan secara singkat, dulu sebelum ayah menikah di umur ayah yang ke 20 ayah bisa menghasilkan 30 milyar bahkan lebih dalam beberapa hari saja, tapi setelah beberapa tahun ayah tidak merasakan bahagia memegang uang sebanyak itu, singkat waktu ayah bertemu ibumu di perusahaan ayah, dia melamar sebagai pembantu bisa dibilang dan". belum selesai Tony mendengar sampai akhir adiknya datang membuka pintu dan berteriak.
__ADS_1
"aku pulaaang". mendengar anak perempuannya pulang ayah Tony tertawa melihat wajah Tony yang kecewa, ayahnya bilang jika dia akan melanjutkan ceritanya nanti saja dan membuat Tony pergi ke kamarnya akibat kesal.
esoknya Tony dapat surat dari sekolah bahwasanya Senin akan diadakan pembagian ijazah dan diharapkan orang tua Tony datang dan mengambil ijazah nya , setelah memberikan surat itu ke ibunya Tony melihat berita di TV tentang smartphone yang membuat berita itu tranding di berbagai saluran TV, pasalnya itu adalah telepon pertama yang cara pakainya hanya menggunakan sentuhan jari saja. tople itulah nama merknya dan sudah dipasarkan di Amerika dan rencananya akan dipasarkan di suluruh dunia.
[tuan apakah tuan setuju akan membeli saham perusahaan itu]
"ya 10%".
setelah mengatakan itu Tony membuka sistemnya dan menyuruh lucky untuk mengeluarkan misi.
[tuan level tuan naik, sekarang tuan bisa membeli sesuatu dengan poin tuan tanpa harus mengerjakan misi].
[semua sudah dibeli dan dimaks levelnya, tuan karena error pada bagian pembelian tadi tuan tidak sengaja mengaktifkan sistem keamanan yaitu memaksimalkan semua misi yang ada tanpa terkecuali points tersisa 80 juta saja, terima kasih telah membuka sistem kami :)]
Tony berusaha untuk tidak marah sampai urat urat di tenggorokannya keluar, dia berhasil menahan kemarahannya namun rasa kesalnya tidak dia begitu kesal karena dia berencana mengeluarkan points points itu untuk membangun bisnisnya yang sudah ia rencanakan, tapi dia malah mendapatkan ini.
belum selesai Tony mengomel seseorang mengetuk pintu depan rumah, karena ibunya sedang memasak dan ayahnya sedang tidur siang Tony membukanya, setelah mendorong pintunya ternyata bukan satu orang ada sekitar 10 orang dibelakang orang yang mengetuk pintu, dan orang yang mengetuk pintu adalah preman yang pernah ingin memukul Tony waktu itu, setelah melihat wajah Tony yang rasanya tidak asing dia berkata. "hey kawan apakah Tobi ada, bilang padanya ada yang mencarinya". Tony memiliki perasaan yang tidak enak dengan hal ini namun dia harus mengatakannya pada ayahnya.
__ADS_1
setelah menyuruh mereka menunggu ayah Tony keluar dia begitu ketakutan melihat sikawan yang sepertinya yang memimpin para bajingan ini, "hey ini dia pak tua kita, mana bayar hutangmu kau sudah berjanji padaku akan membayarnya bulan ini, jika kau tidak membayar akan kuhancurkan rumahmu". ucap si badan besar dengan marah.
Tony yang memiliki perasaan yang tidak enak dengan segera keluar dari pintu, dia melihat ayahnya yang akan dihajar oleh si kawan yang badannya besar.
melihat ayahnya dalam bahaya Tony tanpa sengaja bisa berlari cepat dan menahan tinjuan si badan besar. si badan besar tidak kaget dan menyuruh Tony mendengarkannya. setelah mendengar penjelasan yang sangat rumit Tony berjanji akan melunasi hutangnya sore ini di tempat yang dikatakan sikawan."baiklah sepertinya kau bukan seorang pembohong, ingat di cafe naga langit sore ini katakan pada penjaga diluar namaku oke, bulldog". mereka berlalu pergi Tony membawa ayahnya kedalam dan menyandarkannya di sofa.
"ayah jujur padaku sebenarnya apa yang terjadi", sembari serius dan ibunya yang panik sedang mengobati memar di pipi ayahnya.
"baiklah ayah kali ini jujur, sebenarnya ayah pindah karena ayah memiliki hutang pada sebuah gang terbesar dikota sebelah bernama naga langit, waktu ayah berbisnis dulu, ayah pernah ditipu hingga menghabiskan seluruh uang perusahaan, ayah membayar semua karyawan ayah dengan tabungan ayah, ibumu juga tahu itu, dan ayah tidak pernah ingat kalau ayah punya janji dengan gang naga langit, yaitu mereka akan menjaga perusahaan ayah asalkan ayah membayar, namun karena lupa itu ayah sampai saat ini masih memiliki ekor hutang sebesar 40 juta pada mereka maafkan ayah Tony".
disini Tony lega karena ayahnya sudah mau jujur padanya dia tidak marah ataupun kesal pada ayahnya, dia malah menyukai kejujurannya.
"baik aku akan ke bank dan mengambil setengah pendapatanku, untuk melunasi hutang ayah".
ayahnya tidak ingin Tony melakukan itu karena dia ingin dia yang menyelesaikan masalahnya sendiri.
"dengar yah kita adalah keluarga aku sebagai anak dan kau adalah ayahku akan kulakukan apapun untuk keluargaku bahkan aku siap mempertaruhkan nyawaku untuk keluargaku".
__ADS_1
mendengar ucapan Tony barusan ayah terdiam membisu, begitu juga ibu yang tak tahan menangis pilu, Nina yang mendengar dari kamar hanya terpaku dan hanya membisu mendengar perkataan kakaknya.