
Hari ini adalah hari kedatangan Mama dan Papa kenan ke London, Reza pun menjemputnya di bandara dan membawa mereka ke Mansion Cika. Sampai didepan Mansion reza mengajak mereka turun dari mobil, mereka pun hanya mengikut saja karena ingin bertanya tapi lebih baik tanyakan didalam saja sambil beristirahat.
Saat mereka Sampai didepan pintu mansion banyak Bodyguard yang menyapa mereka.
Selamat datang tuan dan Nyonya. Silahkan masuk karena tadi Tuan besar menyuruh jika anda sudah tiba bisa langsung masuk saja.
Baik terimakasih pak. ucap reza
iya sama-sama Tuan. ucap Bodyguard itu.
Reza pun masuk kemansion di ikuti Oleh MaPa Kenan. Sampai didalam Ruangan yang sepertinya adalah ruang tamu Kedua orang tua kenan kaget karena disana ada Keluarga Hermawan dan Keluarga Berlin beserta seorang anak yang kira-kira berumur enam tahun dan sangat mirip dengan kenan waktu kecil dulu.
Silahkan duduk tuan dan nyonya Adi Putra. ucap Tuan Hermawan.
Terimakasih Tuan Hermawan. ucap Tuan Adi Putra dan segera duduk di sofa bersama istrinya.
Apakah anda tahu mengapa anda dibawa ke mansion ini tuan. tanya opa cika
Kami tidak tahu tuan karena kami kesini hanya ingin menemui anak dan menantu saya. ucap papa Kenan
Baiklah, tolong dengarkan penjelasan kami. Ucap Opa cika
Opa dkk pun mulai menceritakan semuanya termasuk cika yang cucu kandungnya dan pewaris dua perusahaan terbesar didunia sampai pada keadaan kenan saat ini yang masih koma. Tapi mereka tidak menceritakan tentang Kendra anak Kenan dan cika karena Opa dkk ingin jika cika sendiri yang menjelaskan tentang anaknya.
Mendengar Ken koma MAPA kenan pun menjadi sedih dan mereka mulai khawatir tentang keadaan kenan tetapi Opa dkk menyakinkan bahwa kenan pasti akan baik-baik saja apa lagi sekarang ada cika disampingnya.
Tuan Ferdian, apa boleh saya bertanya. ucap William papa kenan.
Silahkan tuan. ucap Ferdian Opa cika
Siapa dia. ucap William sambil mengarahkan pandangannya kearah Kendra.
Oh dia cicit saya. ucap Ferdian.
Kalau boleh tahu dimana orang tua mu sayang. tanya William pada Kendra.
Baru akan menjawab pertanyaan William, Kenan dipanggil oleh Rio atas perintah tuan Berlin Kakek Cika.
Tuan dan Nyonya Adi Putra pasti sangat lelah jadi ada baiknya kalian istirahat dulu dan besok baru kita ke Rumah Sakit menjenguk kenan. Ucap Nyonya Berlin dan Hermawan.
Iya, terimakasih Nyonya. ucap Nyonya Adi Putra
Tuan dan Nyonya adi putra diantar pelayan ke kamar mereka yang sudah disediakan di mansion.
*******
Hari ini Opa, Kakek dan kedua orang tua kenan akan ke rumah sakit diantar oleh Rehan, Oma dan Nenek cika tidak ikut karena Oma dan Nenek cika harus menjaga kendra di mansion. Kendra juga belum tahu keadaan yang sebenarnya yang ia tahu mommy nya sekarang dalam perjalanan bisnis dan deddy nya belum datang menemuinya lagi.
Sampai dirumah sakit Opa, Kakek dan kedua orang tua kenan langsung menuju ruangan kenan dirawat.
Mereka masuk kedalam ruangan kenan dan cika langsung memeluk mama kenan yaitu Rosa mertuanya.
Maafkan cika ma, andai cika tidak menyeberang sembarangan pasti kak ken tidak akan seperti ini, ini semua salah cika ma. ucap cika sambil menangis.
Tidak sayang, ini bukan salah kamu, ini sudah takdir nak, kita hanya bisa pasrah dan berdo'a saja sayang. ucap Rosa
Benar kata mama mu nak, ini semua sudah takdir jadi berhenti menyalahkan diri mu sendiri. ucap William papa kenan dan mertua cika tentunya.
__ADS_1
Terimakasih MaPa sudah tidak menyalahkan cika. ucap cika
Iya sayang karena kamu memang tidak salah. ucap rosa dan william.
Opa dan Kakek cika yang melihat kasih sayang william dan Rosa pada cika jadi bahagia karena jika mereka tiada nanti masih ada orang yang akan peduli dan sayang pada cika.
********
SATU BULAN KEMUDIAN
Hari ini sudah satu bulan kenan koma, semua pekerjaan kantornya di tangani oleh Reza sedangkan cika yang terus menjaga kenan menyerahkan semua pekerjaan kantornya pada Rehan dan Rio tapi ia akan sesekali mengeceknya dan juga akan bekerja dari rumah sakit untuk menyelesaikan berkas-berkas yang harus ia tandatangani dan tidak bisa diwakilkan.
Cika hanya sesekali pulang ke mansionnya untuk menemui Kendra. Dan saat ia pulang pasti kendra akan menanyakan deddy nya dan saat itu pula cika akan menjawab deddy nya sibuk dan membuat kendra sedih karena ia berfikir deddy nya tidak mau menemuinya lagi seperti dulu tapi cika meyakinkan kenan bahwa daddy nya akan datang nanti dan secepatnya. Kendra hanya bisa mengangguk saja.
***
Siang ini Opa dan Kakek cika akan datang kerumah sakit untuk menemani cika menjaga kenan, walau mereka sudah terbilang berumur tapi mereka masih sehat dan terlihat muda. Sedangkan Orang tua kenan sudah pulang ke Indonesia lima belas hari yang lalu dan Orang tua kenan belum mengetahui perihal Kendra karena setiap ia bertanya pasti Opa dkk akan mengalihkan pembicaraan, mereka akan menjelaskannya jika nanti kenan sudah sadar dan sudah kembali bersatu dengan cika.
RUMAH SAKIT
Kak apa kakak masih betah tiduran seperti ini, apa kakak tidak merindukan aku dan Kendra kak, kamu tahu kak, Kendra terus menanyakan mu sampai-sampai ia berfikir bahwa kau tidak mau menemuinya seperti dulu, kak bangunlah kak aku merindukan panggilan sayang mu. ucap cika yang terus mengajak kenan bicara karena dokter juga menyarankan agar terus berbicara pada orang koma karena itu bisa merangsang pasien untuk cepat sadar apa lagi orang yang berbicara padanya adalah orang yang teramat dicintainya.
Opa dan Kakek datang ke ruangan kenan dirawat dan mereka mendengar semua ucapan cika, mereka kasihan pada cucu semata wayang mereka dan mereka sepertinya merencanakan sesuatu.
Cika sayang apa kau sudah makan siang. ucap Opa
Belum Opa, cika belum lapar. ucap cika
Kamu harus makan sayang nanti kamu ikut sakit loh. ucap Opa
Iya sayang kamu harus sakit kamu mau kalau nanti kamu sakit tidak ada yang bisa menjaga kenan. ucap Kakek cika.
Baiklah. ucap Opa dan Kakek cika
Hening sekitar tiga menit dan kini opa dan kakek cika mulai melancarkan rencana mereka untuk merangsang kenan agar cepat sadar.
Fajar bagaimana jika kika jodohkan saja cika dengan tuan muda Bagaskara, dia tidak kalah tampan dan mapan dari kenan, dari pada harus menunggu Kenan yang belum tentu kapan ia akan sadar. ucap Ferdian Opa cika
Aku setuju dengan usulan mu, aku tidak tega melihat cucu ku terus menangis karena memikirkan kenan. ucap Fajar Kakek cika
Cika yang mendengar itu menatap opa dan Kakeknya, tapi saat akan berbicara Opa dan Kakek cika mengedipkan mata lada cika, cika yang seolah mengerti pun tidak jadi bicara.
Jadi bagaimana Fajar, apa kita hubungi keluarga Bagaskara sekarang juga. tanya Ferdian
Hubungi sekarang saja Fer, lebih cepat lebih baik. ucap Fajar.
Baiklah aku hubungi sekarang. ucap Ferdian.
Saat Opa cika berbicara dengan seseorang melalui telepon dan seseorang itu ternyata adalah Rehan Asistennya yang sudah beralih menjadi asisten cika sekarang, tiba-tiba jemari kenan bergerak dan ia langsung membuka matanya dengan pelan.
A...aaairr. ucap kenan
Cika yang melihat kenan sadarpun tersenyum bahagia dan langsung mengambilkan kenan air minum dan membantunya untuk minum. Cika langsung memencet tombol yang ada diruangan kenan dan tak lama kemudian datang dokter yang menangani kenan dan ternyata tombol yang tadi itu menandakan seseorang membutuhkan dokter diruangan itu, tapi tidak semua ruangan memilikinya itu hanya khusus pada ruangan khusus keluarga Berlin.
Dokter datang dan memeriksa kenan.
Bagaimana keadaan suami saya dokter. tanya cika
__ADS_1
Alhamdulillah, suami anda sudah baikan dan tinggal istirahat yang cukup saja Nyonya, mungkin dua hari kedepan suami anda sudah boleh pulang. ucap dokter
Terimakasih dokter. ucap cika
sudah kewajiban saya Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu tuan-tuan dan Nyonya. ucap dokter pamit pada Opa, kakek dan cika.
*****
Rupanya Opa dan Kakek cika belum menghentikan sandiwara mereka.
Apa kata keluarga Bagaskara Fer. tanya Fajar Kakek cika
Mereka sangat setuju dan mungkin besok mereka akan ke mansion melamar cika. ucap Opa cika
Kenan yang mendengar itu pun menoleh kearah cika dan bertanya.
Apa benar kau akan menikah dengan keluarga Bagaskara? tanya Kenan pada cika
Cika yang ingin melihat seberapa besar perjuangan kenan untuknya pun mengikuti permainan Opa dan Kakeknya.
Iya. ucap cika singkat.
Bukan kah kau bilang akan memberi ku jawaban lima hari lagi tapi mengapa kau malah akan bertunangan dengan orang lain. ucap Kenan
Lima hari kata mu? Maaf tapi ini semua kesalahan mu karena kau sudah terbaring disini selama satu bulan, dan aku menemani mu disini karena ingin segera mengurus perpisahan kita, bukan kah kau tidak menginginkan ku? ucap cika
Sayang mengapa kau jadi seperti ini, ku kira kau sudah memaafkan ku, saat aku koma depertinya aku bertemu dengan mu dan kau mengatakan kau sudah memaafkan ku. ucap Kenan
Maaf tapi itu semua karen kau tidak bangun, jadi bagaimana bisa aku menikah jika tidak berpisah dengan mu dulu. ucap Cika
Sebegitu tidak inginnya kau hidup bersama ku lagi cik. ucap kenan dan air matanya kini terbendung dipelupuk matanya.
Seperti yang kau tahu. ucap cika
Opa dan Kakek yang mendengar perdebatan mereka pun hanya bisa diam dan tidak menyangka jika rencana mereka akan serepot ini. Sedangkan kenan kini ia memalingkan pandangannya dari cika dan yang lainnya, ia sepertinya sedang meneteskan air matanya. tapi cika pura-pura tidak peduli.
Baiklah karena kau sudah sadar, tunggu saja surat panggilan dari pengadilan, aku pergi dulu dan nanti akan ada kak reza yang menemani mu. ucap cika dan oergi di ikuti oleh Opa dan Kakeknya.
Keluar dari ruangan Kenan. Cika, Opa dan Kakek pun tertawa bersama karena melihat kenan meneteskan air matanya dan percaya bahwa vika akan segera menikah.
Tak lama kemudian reza pun datang dengan membawakan kenan bubur halus agar kenan bisa makan dan cepat sehat seperti semula.
Kenan menanyakan kejadian tadi saat bersama cika pada Reza dan Reza yang mengerti maksud cika berbicara seperti itu pun ikut mengerjai kenan dengan mengatakan bahwa cika memang benar akan segera menikah, karena itu ia harus cepat sembuh dan harus berjuang mendapatkan cika selagi mereka belum resmi berpisah. Kenan yang disemagati oleh reza mengangguk dan ia sangat yakin bahwa cika pasti akan menjadi miliknya seperti dulu dan ia tidak akan menyia-nyiakan cika lagi apa lagi sekarang mereka sudah mempunyai Putra yaitu KENDRA BERLIN ADI PUTRA HERMAWAN.
*
*
*
***Bersambung.....
***Hallo para Reader ini karya pertama ku mohon saran dan kritiknya yang bersifat membangun yah, Maaf juga kalau ceritanya ngak jelas dan banyak salahnya🙏
Semoga Kalian Suka Deh Sama Cerita Ku Ini♥️
Bantu Like Komen Vote dan Jangan lupa Tambah Ke favorit yah reader😉***
__ADS_1
PARA READERS KU YANG BAIK HATI MAAF YAH KALAU CERITANYA NGAK NYAMBUNG🙏 DAN BANYAK HALUNYA***.