Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
06


__ADS_3

Pagi-pagi sekali kendra dan Afdal sudah siap untuk berangkat ke kantor karena ia akan melaksanakan meeting dengan klien penting.


"Mom, ded, kendra dan afdal berangkat dulu yah". ucap kendra.


"Kalian tidak sarapan dulu sayang". tanya cika


"Nanti di kantor aja mom kita ada meeting penting pagi ini". ucap Kendra


"Benar mom, kami sarapan di kantor aja". ucap afdal membenarkan ucapan kendra.


"Baiklah, tapi kalian harus sarapan yah kesayangan mommy". ucap cika dan di balas anggukan oleh kendra dan afdal.


"Kami berangkat mom, ded". ucap kendra dan afdal sambil bersalaman dengan kedua orang tua mereka dan tak lupa mereka mencium tangan kedua pahlawan hidup mereka.


"iya sayang hati-hati dan jangan lupa sarapan". ucap cika sedangkan kenan hanya tersenyum melihat interaksi ibu dan anak itu.


******


Sampai di kantor Kendra dan Afdal langsung sarapan dengan makanan yang sudah disiapkan oleh sekretaris Kendra. Tak lama kemudian mereka menghadiri rapat.


Skip


Selesai rapat Kendra memeriksa beberapa dokumen di ruangannya dengan ditemani oleh Afdal. tapi kendra merasa ada sesuatu yang selalu mengganjal di hatinya, dan akhirnya ia bercerita pada Afdal.


"Dal, aku masih terganggu dengan pernyataan mommy yang menginginkan kita untuk segera menikah". ucap kendra.


"Saya juga merasa terganggu tuan". ucap afdal spontan.

__ADS_1


"Harus berapa kali aku memberitahu mu Dal, kalau kita sedang berdua jangan memanggil ku tuan, kita itu saudara". ucap kendra jengkel karena afdal selalu memanggilnya tuan jika dikantor walaupun mereka hanya berdua saja.


"Ya baiklah, aku juga terganggu dengan ucapan mommy dan aku merasa bersalah karena belum bisa mewujudkan keinginannya". ucap afdal sedih.


"Aku juga merasa bersalah, tapi jika ingin menikah, aku harus menikah dengan siapa, kau tahu sendiri kan bahwa selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita mana pun". ucap Kendra.


"Ya, apa lagi aku". ucap Afdal frustasi.


Huuuuufhh......


Kendra membuang nafas kasar dan berdiri dari kursi kebesarannya.


"Lebih baik kita makan siang saja dulu siapa tahu kita akan bertemu jodoh di jalan nanti". ucap kendra terkekeh dan pergi keluar ruangannya di ikuti oleh Afdal.


"Huh kau ini, semoga saja ucapan mu itu benar". ucap Afdal dan ikut terkekeh.


Dan benar saja saat dijalan mereka melihat dua orang perempuan cantik yang sedang berdiri disamping sepeda motor mereka.


"Dal, berhenti di dekat mereka, sepertinya mereka membutuhkan pertolongan". ucap kendra sambil menunjuk kedua wanita itu.


"Oke, sepertinya memang mereka membutuhkan pertolongan". ucap afdal dan menepikan mobilnya di dekat kedua wanita yang dimaksud kendra.


Kendra dan Afdal turun dari mobil dan menghampiri kedua wanita itu.


"Hai nona, mengapa kalian berdua berhenti di jalan seperti ini". tanya kendra.


"Maaf tuan jika kami mengganggu perjalanan anda tapi bukankah kami sekarang sudah sangat dipinggir dan tentunya tuan bisa jalan disebelah sana karena disana jalan masih sangat luas". ucap salah satu wanita itu karena mengira jika kendra merasa terhalangi oleh mereka.

__ADS_1


"Bukan begitu nona, kami hanya bermaksud menolong anda jika anda membutuhkannya, tapi sepertinya anda baik-baik saja jadi kami permisi". ucap afdal "Ayo ken kita pergi". ajak afdal pada kendra.


Melihat kendra dan afdal yang akan segera pergi tiba-tiba wanita yang satunya pun buka suara.


"Kami memang butuh bantuan anda tuan-tuan". ucap wanita yang satunya lagi.


"Apa yang bisa kami bantu". tanya Afdal sedangkan kendra hanya diam dan memperhatikan wanita yang sedang diam pula disamping wanita yang berbicara dengan afdal.


"Begini tuan ibu kami sedang sakit dan kami dari restoran tempat kami bekerja ingin pulang kerumah tapi tiba-tiba ban motor kami bocor". ucap wanita itu.


Mendengar itu kendra pun sontak membuka suara.


"silahkan kalian masuk ke mobil kami dan kami akan mengantar kalian, dan simpan saja motor kalian disitu nanti anak buah saya yang akan mengambilnya". ucap kendra.


"Baik tuan terima kasih". ucap wanita itu dan berlalu masuk ke mobil kendra.


Sebenarnya kedua wanita itu merasa takut untuk ikut bersama kendra dan afdal tapi mereka juga tidak ada pilihan lain karena ayah mereka terus menelpon dan mengabarkan kalau ibu mereka harus segera dibawah kerumah sakit.


Saat di dalam mobil Afdal bertanya tentang nama mereka karena jujur saja ia tidak tahu harus memanggil apa pada kedua wanita itu.


"Nama kalian siapa". tanya afdal.


"Saya Dianin Amela dan kakak saya Dianin Amala". ucap Dianin Amela atau Amel.


"Oh baiklah, Sekarang kamu beritahu alamat mu". ucap afdal dan Amel pun memberitahu alamat mereka dan segera menuju kerumah mereka.


****

__ADS_1


Bersambung....


Mohon kritik dan sarannya yang bersifat membangun gays😉


__ADS_2