
Tiga bulan berlalu semenjak Mala dan Amel Wisuda, hubungan Mala dengan kendra semakin baik begitupun dengan Amel dan Afdal, bedanya Afdal dan Amel sekarang sudah berpacaran sedangkan Kendra dan Mala masih sebatas teman akrab.
Kendra juga sangat ingin menjadikan Mala sebagai pacarnya akan tetapi ia masih menunggu waktu yang pas, Kendra berencana akan mengungkapkan perasaannya saat hari ulang tahun Mala yang ternyata tersisa sembilan hari lagi.
Meskipun Mala dan Amel sudah sangat dekat pada Afdal dan Kendra, mereka belum juga mengetahui identitas asli kendra dan afdal yang sebenarnya.
Mala dan Amel sudah pernah bertanya tentang kehidupan Kendra dan Afdal tetapi mereka hanya menjawab suatu saat kalian akan tahu dan saking percayanya Mala dan Amel dengan kata "Suatu saat kalian akan tahu" akhirnya mereka malas pusing dan berhenti bertanya tentang hidup Kendra dan Afdal. Akhir-akhir ini Kendra dan Afdal juga jarang tampil di TV dan jika ada acara Selalu kedua orang tuanya yang datang.
*****
Ulang tahun Mala dan Amel.
Amel sudah tahu bahwa ulang tahun mereka kali ini akan di rayakan di salah satu hotel H&B, tetapi Amel belum tahu siapa pemilik hotel itu.
"Kak, kok ulang tahun aku sama kak Mala harus dirayakan di Hotel sebagus ini sih, kenapa ngak dirumah aja, buang-buang uang tau ngak, pasti mahal deh biayanya, secara kan ini hotel bintang lima milik H&B Group". ucap mala panjang X lebar.
"Ya ngak apa-apa dong sayang, selain acara ulang tahun kalian Kendra juga mau ngelamar Mala disini". ucap Afdal santai.
"Serius kak? tanya Amel tak percaya.
"Iya sayang, makanya kamu telpon Mala sekarang yah bilang harus datang ke Hotel ini dan masuk ke kamar 750, disana sudah ada penata rias yang akan mendandaninya, tapi nanti kamu bilang aja kamu nunggu dia di situ supaya Mala ngak curiga". ucap Afdal.
"Oke deh kak, tapi gimana sama Ibu dan Bapak mereka kan belum tahu". tanya Amel.
"Siapa bilang kami tidak tahu". Ucap Bapak dan Ibu Amel.
Ternyata mereka sedang berada dibelakang Amel dan Afdal, mereka baru saja datang dijemput oleh orang kepercayaan Afdal.
"Eh, Bapak sama Ibu disini juga". tanya mala
"Iya dong, masa kami tidak datang di hari bahagia putri kami". ucap Ibu Amel.
"Emang Ibu udah tau yah? tanya Amel lagi.
"Sudah nak, tiga hari yang lalu saat kalian ke kafe untuk bekerja nak Kendra datang dan meminta ibu dan bapak untuk merestui hubungan mereka". jawab Ibu Amel.
Mendengar jawaban ibunya mala hanya mengangguk saja sebagai tanda sudah mengerti.
__ADS_1
Karena Amel sudah mengerti akan situasi yang sebenarnya akhirnya ia menelpon Mala dan menyuruhnya datang ke hotel tempat ia berada sekarang.
Percakapan ditelepon...
"Halo, Assalamu'alaikum dek, ada apa? tanya Mala setelah menjawab panggilan dari Amel.
"Wa'alaikumsalam kak, ngak ada apakapa kok kak". jawab Amel "kakak sekarang dimana? lanjut Amel bertanya pada Mala.
"Lagi dijalan pulang kerumah ini dek, apa ada yang mau kamu titip dek? ". tanya Mala lagi
"Ngak ada kak, Kakak datang yah ke hotel H&B yang ada di jalan XX, aku sekarang ada di kamar 750, kakak pokoknya harus datang dan sampai jumpa". ucap Amel dan langsung memutuskan sambungan teleponnya karena jika tidak Mala pasti akan bertanya panjang lebar.
Karena sudah menelepon Mala akhirnya Afdal dan Amel masuk ke ruangan tempat akan berlangsungnya acara ulang tahun sekaligis acara lamaran dadakan Kendra.
Ditempat lain Mala mengomel sendiri bagaimana tidak, ia baru akan bertanya tentang adiknya yang berada dikamar hotel di jam Delapan Malam dan hotel itu bukan hotel sembarang yang bisa dimasuki oleh kalangan bawah seperti mereka.
Mala yang sedikit khawatir dengan adiknya pun menuju hotel H&B dijalan XX.
Sekitar dua puluh menit perjalanan akhirnya Mala sampai di Hotel H&B dan langsung menuju resepsionis dan bertanya tentang kamar 750 yang ditempati oleh adiknya Amel.
"Maaf mbak, saya mau nanya soal kamar 750". ucap Mala
Mendengar pertanyaan Mala sang resepsionis menjadi kaget dan menunduk sopan. Sebelumnya ia sudah diberitahu oleh Afdal jika seorang perempuan datang dan menanyakan kamar 750 langsung diantar ke kamar saja.
"Maaf nona muda, saya tidak tahu itu anda, mari silahkan saya antar anda ke kamar". ucap resepsionis menunduk takut.
"Tapi saya bukan nona muda anda mbak". ucap Mala bingung.
Sang resepsionis hanya diam dan tidak menghiraukan ucapan Mala, saat ini yang ia pikirkan hanya takut di pecat jika nanti Mala bercerita tentang dia yang kurang sopan.
Sampai didepan kamar 750 Mala dipersilahkan masuk oleh sang resepsionis dan saat ia masuk ia melihat ruangan yang sangat megah dan ada juga tiga orang perempuan cantik yang tersenyum padanya, disamping perempuan itu ada alat make up dan gaun yang sangat cantik.
"Maaf mbak, sepertinya saya salah kamar". ucap Mala
"Memangnya nona ingin ke kamar berapa". tanya salah satu perempuan itu anggap aja namanya Tiwi
"Saya ingin ke kamar 750 menemui adik saya, tapi memang sepertinya saya salah kamar karena adik saya tidak ada disini, kalau begitu sekali lagi saya minta maaf, saya pergi dulu mabk". ucap Mala
__ADS_1
Sebelum Mala pergi ketiga perempuan itu sudah menahannya.
"Jangan pergi Nona, anda tidak salah kamar, adik anda sudah ketempat acara terlebih dahulu dan meminta kami untuk mendandani anda lalu kami akan mengantar anda ke tempat acara". ucap Tiwi.
"tempat acara, maksud kalian apa sih, saya tidak mengerti, tolong jangan halangi saya, saya ingin menelpon adik saya dulu". ucap Mala.
"Silahkan nona" ucap tiwi lagi mempersilahkan Mala untuk menelepon.
Saat Mala menelpon Amel, Amel hanya menjawab ikuti saja apa yang dikatakan ketiga perempuan itu. Akhirnya karena tidak ingin banyak bertanya dan banyak berpikir Mala hanya menurut saja.
Tepat jam sepuluh malam Mala sudah selesai di Rias dan dipakaikan gaun yang sangat cantik.
"Anda sangat cantik nona". ucap tiwi dan temannya.
"Mbak bisa aja, tapi mbak bisa ngak panggil Mala aja ngak usah pakai embel-embel nona, kan saya bukan siapa-siapa mbak". ucap Mala
"Anda terlalu merendah nona, anda kan calon tu......" Belum selesai mbak Tiwi bicara ternyata ada yang mengetuk pintu dan akhirnya teman mbak tiwi membukakan pintu dan ternyata yang datang itu Amel bersama Afdal.
"Kakak cantik banget sih" puji Amel pada kakaknya
"Kamu juga sangat cantik dek, kan kita kembaran". ucap Mala
"Eh, iya yah, tapi pokoknya lebih cantik kak Mala deh". ucap Amel lagi.
"Terserah kamu deh, oh iya dek kok kakak mesti didandani kayak gini sih, emang ada apa sih dek". tanya Mala yang sudah sangat penasaran.
"Lebih baik kita ketempat acaranya aja, supaya kakak bisa tau sendiri" Ucap Amel dan menggandeng tangan Mala.
Tak lupa juga Mala berterima kasih pada Mbak Tiwi dan teman-temannya.
...****************...
Bersambung...
Bantu Like, komen dan Vote😉
Follow Juga Bisa Banget😂
__ADS_1