Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
09


__ADS_3

Dua hari berlalu kini ibu Mala sudah diizinkan pulang dari rumah sakit, Mala dan keluarganya bahagia karena ibu mereka sudah melakukan pengobatan dan sekarang keadaannya jadi lebih baik. Dan dua hari itu pula Mala dan Amel menunggu kedatangan Kendra dan Afdal tapi mereka berdua tidak pernah datang.


Kini Mala sekeluarga menaiki taksi untuk pulang kerumah mereka, karena tidak mungkin jika naik kendaraan umum karena ibu mereka baru saja sembuh.


Dalam perjalanan Mala terus memikirkan Kendra, entah mengapa ia merasa sangat tertarik akan pesona Kendra padahal sebelumnya ia tidak pernah memikirkan laki-laki karena seluruh perhatiannya ia curahkan untuk keluarganya, sama halnya dengan Amel yang terus memikirkan sikap hangat Afdal dan senyum manisnya, membuat Amel senyum-senyum sendiri, dan itu semua tidak pernah luput dari perhatian ayah mereka, tapi sang ayah hanya bisa diam dan tidak menanggapi sama sekali.


Sampai di depan rumah mereka turun dari taksi dan ayah mereka membayar ongkos taksinya, mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga yang tidak terlalu luas.


Sepuluh menit kemudia mereka masing-masing pamit ke kamar untuk beristirahat, karena rumah mereka hanya ada dua kamar jadi mala dan amel satu kamar, itupun kamar yang terbilang sempit jika harus berdua, tapi mereka tidak pernah mengeluh dan terus bersyukur.


******

__ADS_1


Pagi hari dirumah Mala dan Amel mereka tengah siap-siap untuk ke kampus, mereka kuliah di jurusan ekonomi dan bisnis, mereka bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa. Merupakan suatu keberuntungan karena mereka bisa mendapatkan beasiswa di kampus terbesar di London yaitu Universitas H & B, yang merupakan salah satu kampus milik Kendra Berlin Adi Putra Hermawan (panjang amat tuh nama) 😂


Sebelum Mala dan Amel berangkat ke kampus mereka terlebih dahulu membersihkan rumah dan memasak sarapan untuk kedua orang tua mereka.


*****


Sampai di kampus Mala dan Amel langsung ke kelas mereka, dan mereka mengikuti kelas sampai selesai. Saat akan keluar dari kelas mereka di hadang oleh tiga orang perempuan yang berparas cantik sayang mereka sangat sombong dan suka mengganggu Mala dan Amel karena mereka anak beasiswa.


"Maaf, walau kami miskin itu bukan urusan kalian dan saya juga ngak tertarik untuk pekerjaan yang tidak halal". ucap Mala


"Alah sok sok banget sih kamu, bilang aja kalau kamu suka keluar masuk bar, demi bisa dapat beasiswa disini, atau jangan-jangan kamu menggoda pemilik kampus ini yah". ucap tiwi teman vita

__ADS_1


"kalian jangan ngomong sembarangan yah, biarpun kami miskin tapi kami tetap punya harga diri, dan ingat kami juga ngak kenal siapa pelik kampus ini". Ucap Amel tidak terima dengan perkataan Tiwi.


"Alah, kalian jangan sok suci deh". ucap wati teman vita dan tiwi.


Sebelum Amel menyahuti perkataan wati, mala sudah lebih dulu menariknya pergi dari hadapan Vita dkk. karena merasa diabaikan Vita dkk mengikuti Mala dan Amel lalu menjambak rambut mereka berdua, tentu saja Mala dan Amel memberi perlawanan karena tidak terima jika mereka diperlakukan kasar seperti itu.


Perkelahian terus berlangsung sampai pada saat mereka tak berdaya dan saling melepaskan jambakan mereka. Untung saja tidak ada yang melihat mereka karena memang hanya tersisa mereka. berlima yang ada didalam kelas.


*******


Bersambung...

__ADS_1


Bantu like, komen and Vote😊


__ADS_2