Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
04


__ADS_3

Ruang BK


Orang tua Riko, Danial, Resta dan Dina sudah ada di ruangan BK, kini hanya menunggu wali dari afdal dan Kenan, walaupun mereka mengatakan tak ada wali tetap saja orang tuan Riko dkk terus saja kekeh untuk menyuruh siapa saja yang menjadi wali mereka.


"Pokoknya kalian haru panggil wali kalian sekarang juga, saya tidak peduli kalian mau bawa siapa kek yang penting kalian harus ada wali". ucap papa riko dkk.


"Kalau saya bilang tidak ada yah tidak ada". ucap Kendra santai.


"Dasar anak tidak punya asal usul, apa jangan-jangan kalian itu anak haram yah". ucap papa riko dkk sambil tersenyum meremehkan.


"Anda boleh menghina saya sesuka anda tapi jangan pernah mengatai saya dan teman saya anak haram". ucap kendra emosi. "Baiklah jika anda sangat ingin mengenal wali saya maka saya akan memanggilnya dan saya peringatkan pada anda semua agar tidak menyesal". lanjut kendra dan mengeluarkan Hpnya dan menelepon seseorang.


"Cihhhh,, kau kira kamu itu siapa, kami tidak akan menyesal, karena kamu bukan siapa-siapa disini". ucap papa riko dkk. mereka memang selalu kompak.


"Sudahlah anda jangan terlalu sombong karena sebentar lagi saya jamin anda akan bersujud dibawah kaki saya". ucap kendra tersenyum meremehkan.


"Hai orang miskin kau tidak perlu sombong seperti itu, aku jamin kau yang akan bersujud pada kami nanti". ucap Resta pacar Riko.


"Kita lihat saja". jawab kendra santai.


"Mama lihat lah mereka yang miskin itu, pakaiannya saja kusut begitu, emang yah dasar orang miskin". ucap Dina pacar danial sedangkan mama Dina hanya melihat Kendra dan Afdal sinis.


"Bahkan harta kalian hanya 0,00000000000001 % dari harta yang kumiliki". ucap kendra tersenyum menantang.


"Tak usah sombong, cepat dimana wali mu eskarang". ucap papa riko dkk.


"Tenang saja mommy dan deddy ku sudah dijalan". ucap kendra santai sedangkan afdal yang ada disamping kendra hanya diam saya.


Melihat mereka berdebat kepsek dan Guru BK hanya bisa diam tanpa mau menengahi atau pun menanggapi karena mereka sudah tahu siapa kendra sebenarnya.


***


Saat mereka sudah saling diam dan tak ada lagi perdebatan kini terdengar ketukan pintu dan akhirnya guru BK lah yang membukakan karena dia yakin pasti yang datang itu adalah wali kendra yaitu pemilik sekolah itu.


"Silahkan masuk tuan dan nyonya". ucap guru BK mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


"Terimakasih pak". ucap cika, sedangkan kenan yang disebelahnya hanya diam menampilkan kesan berkuasa dan tentunya terlihat sangat dingin.


Orang tua Riko dkk yang melihat kehadiran Kenan dan Cika pun menyambut mereka berdua ramah karena tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan mereka sangat bergantung pada perusahaan H&B Group.


Kenan dan cika duduk di antara Kendra dan Afdal. Melihat itu orang tua Riko dkk menjadi bingung kenapa mereka yang datang bukan kah seharusnya wali kendra dan afdal atau jangan-jangan mereka itu wali kendra tapi mereka buru-buru menepis pikirannya karena tidak mungkin kendra atau afdal adalah anak pengusaha terkaya itu.


Tidak ada yang memulai pembicaraan sampai pada akhirnya orang tua Riko yang memulai.


"Hai kau" tunjuk papa riko pada kendra "Dimana orang tua mu sekarang, atau apa benar kau ini anak haram yang tidak punya orang tua". sambungnya.


Mendengar ucapan papa riko, Kenan menjadi emosi dan menggebrak meja.


PRAAAA.KKKK.... (Anggap aja suara meja yang di pukul๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)


Sebelum Kenan berbicara kepsek sudah lebih dulu menengahinya.


"Mohon dijaga bicaranya pak". ucap kepsek.


"Anda tidak perlu ikut campur saya hanya mau anak itu memanggil walinya, saya ingin membiat perhitungan lada mereka karena sudah membiat anak saya luka seperti ini". ucap Papa riko dan diangguki oleh yang lainnya.


"Bukankah wali saya sudah datang". ucap kendra santai.


Kendra tidak menjawab ucapan papa riko ia malah melihat deddy dan mommynya satu per satu dan menganggukkan kepalanya.


"Mom ded mereka menghina ku anak haram, aku sangat tidak menyukai kata haram itu". manja kendra pada kenan dan Cika.


Melihat itu semua yang ada diruangan itu kaget kecuali afdal, kepsek dan guru BK.


"Kau pikir deddy menyukainya". ucap kenan dan menatap sinis pada riko dkk.


***


"Karena kalian sudah menghina putra saya maka saya tidak akan tinggal diam, seperti yang di katakan putra saya bahwa ia tidak menyukai kata HARAM". ucap kenan menekankan kata HARAM.


"Maaf tuan, kami tidak tahu kalau dia adalah tuan muda keluarga Hermawan". ucap papa riko dkk sambil merutuki kebodohan mereka.

__ADS_1


"Tapi maaf juga kami tidak menerima kata maaf jika itu menyangkut putra kami". ucap cika sinis.


Cika yang terlihat lembut itu bisa seperti macan jika putra semata wayangnya dihina seperti itu.


"Kami mohon maafkan kami tuan muda". ucap papa riko dkk, bahkan mereka sudah bersujud dibawah kaki kendra.


"Bukankah kalian bilang tidak akan bersujud pada ku, bangunlah aku bukan tuhan yang harus kalian sembah". ucap kendra santai.


"Tapi tuan..." ucapan papa riko dkk terpotong karena kenan pun mulai bicara.


"Bangunlah". ucap kenan dingin.


Mereka semua pun bangun.


***


"Karena saya tidak ingin berlama-lama mengurus semua ini maka saya persingkat saja, silahkan kalian cek perusahaan kalian masing-masing, saya jamin asisten kalian akan menghubungi kalian setelah saya menelpon". ucap kenan dan ia pun mulai menelepon.


Sambungan telepon.


"Putuskan semua kerjasama kita dengan perusahaan RK, DL, DN, dan RST sekarang juga jangan lupa tarik semua saham kita pada perusahaan itu". ucap kenan dalam sambungan telepon itu dan langsing mematikannya tanpa menunggu jawaban dari orang seberang sana.


*


Mendengar itu orang tua Riko dkk menjadi gemetar dan mengumpat anak-anak mereka yang salah mencari masalah.


Taklama kemudia papa riko dkk menerima telepon yang menyatakan perusahaan mereka sedang kolaps karena sebagian besar saham yang ada diperusahaan mereka adalah milik H & B Group yaitu perusahaan Kendra.


Papa Riko dkk ingin meminta maaf pada kendea tapi kenan tidak mengizinkan mereka bicara.


"Kaliam tidak perlu bicara lagi". ucap kenan.


*


"Kalian harus tahu diatas langit masih ada langit". Ucap cika dan keluar dari ruang BK dan diikuti oleh Kenan, kendra dan Afdal.

__ADS_1


********


Bersambung...


__ADS_2