Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
07


__ADS_3

Sampai di depan rumah yang tidak terlalu besar dan lingkungannya juga terlihat cukup kumuh, Afdal menepikan mobilnya sesuai dengan instruksi amel. Afdal turun dari mobil di ikuti kendra, amel dan Mela.


"Mel kak masuk duluan yah". ucap Mela pada Amel


"Iya kak, sebentar lagi Amel masuk". ucap Amel.


"Mari tuan-tuan, saya masuk dulu". ucap Mela pada Afdal dan Kendra.


"Iya silahkan". ucap Afdal sedangkan kendra hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Terimakasih kak sudah mengantar kami". ucap Amel pada Afdal dan Kendra.


"Sama-sama Amel, kalau begitu kami berdua pergi dulu". ucap Afdal.


"Iya kak, sekali lagi terimakasih". ucap amel.


"Oke, jangan sungkan". ucap afdal dan berlalu masuk ke mobil di ikuti kendra.


Baru akan melajukan mobilnya Afdal dan kendra beserta Amel dikejutkan dengan teriakan Mala yang memanggil nama Amel.


"Ameeeeeeel". teriak Mala dari dalam rumah.


Amel yang di panggil tidak menyahut dan langsung berlari ke dalam rumahnya, kendra dan Afdal yang juga merasa kaget di campur ikut cemas pun tidak jadi melajukan mobilnya dan malah masuk ke rumah Amel.

__ADS_1


"Ada apa kak". tanya Amel pada Mala.


"Cepat mel, ibu pingsan dan ayah juga sudah semakin khawatir pada ibu". ucap Mala.


"Iya kak". ucap Amel dan berlalu masuk ke kamar ibu nya dan tidak menyadari kehadiran Afdal dan Kendra.


"Ayah, ibu harus segera di bawah ke Rumah Sakit, aku takut penyakit ibu semakin parah". ucap Mala.


"Bukannya Ayah tidak mau sayang, tapi kamu tahu sendiri kan kalau kita itu tidak punya biaya". ucap Ayah Mela dan tertunduk sedih.


"Bagaimana ini kak". tanya Amel sambil menangis.


Belum sempat Mala menjawab Kendra sudah bicara terlebih dahulu.


"Ayo bawah Ibu mu ke RS". ucap kendra


"Ayo kalian bantu saya Angkat ibu kamu dan pergi ke rumah sakit". Ucap kendra.


"Tapi kak.." Belum selesai Amel bicara langsung saja di potong oleh Afdal.


"Ayo bantu kami, dan kalian tidak perlu banyak bertanya untuk sekarang yang penting Ibu kalian kita bawah kerumah sakit dulu". ucap Afdal.


Amel dan Mala hanya bisa mengangguk dan membantu mengangkat ibu mereka, karena jujur saja mereka sekarang sangat khawatir.

__ADS_1


****


"Afdal, telepon RS sekarang dan beri tahu saya akan datang dan jangan lupa suruh mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk menangani Ibu mereka". ucap Kendra pada Afdal karena sekarang ia sedang menyetir mobil, entah kenapa saat melihat Ibu Mala pingsan ia sangat khawatir sampai-sampai ia menyetir sendiri.


"Baiklah". ucap afdal dan menelpon ke RS.


Tak lama kemudian mereka sampai di RS Terbesar di London yaitu H&B Hospital.


Saat melihat tulisan H&B Hospital, Mela dan Mala kaget karena mereka tidak bisa membayangkan berapa biaya yang di butuhkan jika harus dirawat di RS itu, pasti sangatlah banyak dan mereka tidak akan pernah bisa membayarnya.


"Maaf tuan, kenapa harus di RS ini". tanya Mala.


"Kamu tidak perlu mempermasalahkan itu, kamu pasti tahu seberapa canggih alat medis yang ada di RS ini kan". ucap Kendra.


"Karena itu saya takut tuan, takut tidak bisa membayar biayanya". ucap Mala lagi.


Kendra tidak mempedulikan ucapan Mala dan langsung membuka pintu mobil dan sontak saja sudah banyak yang menunggu mereka di parkiran dan menunduk hormat pada Kendra dan Afdal. Begitupun dengan Ibu Mala para dokter dan suster langsung membawanya ke UGD.


Mala yang masih tidak tahu siapa Kendra dan Afdal sebenarnya hanya diam bercampur banyak sekali pertanyaan di kepalanya. ia bertanya-tanya tentang dua malaikat di hadapannya yang sudah mau repot-repot membantunya. Dilihat dari penampilan mereka saja tentunya mereka bukan lah orang biasa. Tapi Mala tidak ingin bertanya sekarang karena yang terpenting sekarang adalah kesehatan Ibunya.


Sedangkan Amel dan Ayahnya hanya duduk diam dan menunggu hasil pemeriksaan Wanita yang amat berarti dalam hidup mereka.


*****

__ADS_1


**Bersambung...


Maaf yah kakak2, saya baru bisa lanjut lagi ceritanya soalnya kemarin kehabisan kuota😁**


__ADS_2