Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
02


__ADS_3

Cika yang di telepon oleh salah satu pemegang saham di sekolah miliknya sebenarnya tak ingin pergi tapi setelah mendengar nama kendra disebut oleh kedua orang tua Danial dan Riko pun akhirnya ia mengatakan jika akan datang ke sekolah saat itu juga.


Sampai di sekolah cika turun dari mobilnya karena kebetulan cika datang sendiri ke sekolah, walau umur yang sudah tak muda lagi cika tetap terlihat masih sangat muda dan tentunya masih sangat cantik.


Saat cika keluar dari mobilnya banyak sekali para siswa yang melihat ke arahnya karena ia menggunakan mobil limited edition yang hanya ada dua saja di dunia. Banyak juga yang membicarakan cika karena ia juga merupakan pemilik dari H & B School.


Cika sampai di ruangan BK dan langsung di sambut oleh semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Kendra.


"Ada apa anda meminta saya datang kesini". tanya cika to the point.


"Begini Nyonya Cika, kedua anak ini telah memukuli anak dan keponakan saya". jawab papa Riko


"Apa itu benar". tanya cika singkat dan melirik kendra.


"Benar Nyonya". ucap kedua orang tua Riko dan Danial.


"Apa kalian sudah mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak". tanya cika lagi.


"Belum nyonya karena mereka tidak ingin mendengarkannya". ucap kepala sekolah mengalihkan pandangannya pada kedua orang tua Riko dan Danial.


"Mengapa kalian tidak mendengarkannya terlebih dahulu" tanya cika lagi dan lagi.


"Maaf Nyonya tapi apa nyonya tidak lihat kedua anak kami ini babak belur seperti ini" ucap papa Riko "dan saya rasa saya tidak butuh penjelasan". sambungnya lagi.


"Tapi saya butuh". ucap cika "Silahkan kamu jelaskan". perintah cika pada Kendra.


Kendra pun menjelaskan semuanya tetapi Riko dan Danial menyangkal itu semua, tapi cika yang memang sudah mengenal baik Kendra anaknya jadi tentu saja ia tahu kalau Riko dan Danial berbohong.


"Karena semuanya sudah jelas lebih baik kita biarkan saja mereka masuk ke kelas mereka masing-masing". ucap cika


"Tidak, pokoknya mereka berdua harus dikeluarkan". ucap kedua orang tua Riko dan Danial.

__ADS_1


"Ada hak apa anda sehingga ingin mengeluarkan mereka". ucap cika dingin.


"Karena kami pemegang saham di sekolah ini". ucap papa Riko.


"Saham yang 5 % itu". ucap cika santai. "Baiklah mulai sekarang kalian sudah tidak punya saham lagi" ucap cika dan menelepon Kenan suaminya dan memberitahukan semuanya.


Akhirnya Saham keluarga Riko dan Danial di H & B School sudah dibeli oleh Perusahaan Cika.


Mendengar itu semua kedua orang tua Riko dan Danial menjadi emosi dan pergi dari ruang BK itu.


Kini tinggal cika, kendra, afdal, guru Bk dan kepsek diruangan itu.


"Apa kau baik-baik saja sayang". tanya cika pada kendra dan mengelus rambutnya.


"Berhenti Mom, aku bukan anak kecil lagi". ucap kendra kesal dengan mommy nya yang selalu mengelus rambutnya seperti anak kecil.


"Hai sayang, kau memang anak kecil mommy dan kau tidak akan pernah menjadi besar di mata mommy, kau tetap putra mommy yang kecil dan menggemaskan". ucap cika terkekeh melihat kenan yang cemberut.


Mereka yang ada di ruangan itu menjadi kaget dan bertanya-tanya sebenarnya ada hubungan apa Kendra dan Cika. Melihat itu cika pun berbicara pada mereka.


"Apa kalian kaget mendengarnya, aahh.. sudahlah intinya kalian jaga rahasia ini dan Saya titip putra kecil ku ini pada kalian". ucap cika dan mencium pipi kiri kanan kendra dan pergi begitu saja.


Kendra yang di perlakukan seperti itu pun kembali protes pada mommy nya.


"Mommy ingat aku bukan anak kecil lagi" protes kendra sedangkan cika pergi tanpa menghiraukan protes anaknya.


Kendra yang sudah tidak melihat mommy nya lagi pun pamit pada kepsek dan Guru Bk.


"Kalau begitu kami ke kelas dulu". Pamit Kendra pada kepsek dan guru Bk.


"Silahkan Tuan muda". ucap kepsek dan Guru Bk bersamaan.

__ADS_1


"Panggil aku kendra saja, dan ingat jaga identitas ku sebaik mungkin". ucap kendra.


"Baik". ucap kepsek dan guru Bk singkat.


**Jam Istirahat.....


Di kantin**.


"Ken, aku ingin bertanya pada mu". ucap Afdal.


"Tanyankan saja". ucap kendra santai.


"Apa benar kau adalah Tuan Kendra Berlin Adi Putra Hermawan". tanya Afdal


"Iya". jawab kendra singkat.


"mengapa kau menutupinya kan kau jadi sering dibina oleh mereka". tanya Afdal lagi.


"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi". ucap kendra


"Tapi aku minder bersahabat dengan kamu ken". ucap Afdal lirih.


"Buang jauh-jauh pikiran mu itu Dal". ucap kendra


"Tapi..". "Tak ada kata tapi Dal". ucap kendra lagi lagi memetong perkataan Afdal.


************************


Bersambung...


Jangan lupa like, komen, vote and rate bintang 🖐nya yah readers💛

__ADS_1


Butuh saran dan kritik yang bersifat membangun.


#Ittha😉


__ADS_2