
London.
Hari ini kendra berangkat sekolah menggunakan sepeda motor yang cukup terlihat kumuh, karena memang kendra menyembunyikan identitas aslinya sebagai pewaris Perusahaan terbesar dunia yaitu H & B Group. Bukan tanpa alasan Kendra menyembunyikan identitasnya tapi itu semua dilakukan karena banyak pesaing bisnis yang ingin menghancurkan H & B Group lewat dirinya, seperti akan membuat Kendra kehilangan nyawanya dan banyak lagi Ancaman-Ancaman yang lainnya bukan hanya itu Kendra sendiri memang ingin menyembunyikan identitasnya karena ingin memiliki teman yang tulus dan tanpa pandang Harta dan Tahta.
Akhirnya Kendra tahu mana teman yang tulus berteman dengannya dan mana teman yang selalu merendahkannya.
Kendra hanya memiliki satu sahabat saja yaitu Afdal Nugraha, afdal seorang anak yatim piatu dan ia bekerja untuk bisa menghidupi dirinya sendiri dan untungnya ia mendapatkan Beasiswa sehingga bisa bersekolah di salah satu sekolah Elit di London.
Sekolah
Kendra yang sudah datang di sekolah pun melangkah ke ruang kelasnya dan tidak sengaja melihat afdal yang sedang beradu mulut dengan salah satu siswa yang memang sering mengganggu mereka. Kendra pun menghampiri afdal guna untuk menolongnya.
"Hai.... Kau apakan sahabat ku". Teriak kendra pada Orang yang akan melayangkan tinjunya pada afdal. Orang itupun akhirnya menghentikan aksinya karena mendengar teriakan kendra.
"Hah.. Beraninya anak beasiswa seperti mu meneriaki ku". ucap orang itu yang tak lain adalah Riko salah satu anak pemegang saham di H & B School.
"Untuk apa aku takut". jawab kendra santai dan membuat Riko dan Danial sahabatnya bertambah geram.
"Danial kau urus anak tidak tahu diri itu". perintah riko pada temannya yang bernama Danial.
"Oke". ucap danial dan langsung berjalan kearah kendra dan melayangkan tinjunya tapi itu semua berhasil di tangkis oleh Kendra dan akhirnya terjadilah perkelahian antara Kendra dan Danial. Sedangkan Riko sekarang menghajar afdal yang notabene nya afdal memang kurang cekatan dalam hal bela diri.
Karena mendengar keributan banyak siswa yang menghampiri mereka, siswa yang melihat itu berteriak dan ada pula yang pergi memanggil guru untuk bisa melerai mereka.
Kendra yang sudah berhasil melumpuhkan Danial pun melihat kalau afdal sekarang sudah babak belur, akhirnya Kenan menghampiri Riko dan menghajarnya habis-habisan dan pada saat itu pula guru datang melerai mereka dan membawa mereka ke ruang BK.
Ruang BK
"Kalian berempat silahkan memanggil wali kalian". Ucap guru BK yang kini sedang duduk didepan mereka berempat.
"Maaf saya tidak punya wali karena kedua orang tua saya sudah meninggal dan saya tinggal sendiri". ucap afdal dengan suara lirih karena merasa sedih jika mengingat kedua orang tuanya.
"Orang tua saya dan Danial sebentar lagi akan datang". ucap riko.
__ADS_1
"Seperti yang bapak tahu kalau selama ini saya selalu sendiri dan tidak pernah ada orang yang menjadi wali saya, karena itu saya tidak perlu ada wali". ucap kendra tenang.
"Ciiihhh.. Dasar anak-anak tidak punya asal usul" cibir riko dan Danial bersamaan.
Sedangkan Kendra dan Afdal tidak menanggapinya.
Tak lama kemudia datang dua pasang suami istri dan mungkin itu adalah kedua orang tua Danial dan Riko.
"Siapa yang berani memukuli anak saya". Teriak Papa Riko saat telah duduk di sofa yang sudah disiapkan.
"Mereka pa" Tunjuk Riko pada Kendra dan Afdal.
"Kalian berani membuat anak saya babak belur seperti ini, apa kalian tidak tahu kalau saya salah pemegang saham di sekolah ini, dan Ciiihh.. kalian hanya seorang anak yang bersekolah disini karena beasiswa, apa kalian tidak takut jika saya keluarkan kalian dari sini". ucap papa riko emosi.
Afdal yang mendengar itu menjadi gemetar karena ia sangat takut jika benar-benar dikeluarkan dari sekolah lain halnya dengan Kendra yang terlihat santai.
"Silahkan saja kalau anda mampu". ucap kendra santai.
"Dasar anak tidak tahu sopan santun". ucap Mama Riko dan Danial.
"Sekarang panggil kepala sekolah kesini". ucap papa Danial.
"Baik tunggu sebentar pak". ucap Guru BK dan menelepon seseorang setelah itu taklama kemudian datanglah seorang laki-laki yang kira-kira berumur empat puluh tahun keatas menghampiri mereka.
"Permisi, sebenarnya ada apa ini". tanya kepsek
"Saya mau mereka berdua dikeluarkan karena sudah membuat anak dan keponakan saya babak belur seperti ini". ucap papa Danial pada kepsek.
"Maaf pak, tapi kita tidak bisa sembarang mengeluarkan seorang siswa, bagaimana jika kita dengarkan penjelasan mereka dulu, baru bisa kita memutuskan segala sesuatunya" ucap kepala sekolah sedikit takut karena ia tahu kedua orang tua Danial dan Riko adalah salah saru pemegang saham di H & B School.
"Saya tidak peduli akan penjelasan yang penting mereka berdua harus dikeluarkan sekarang juga". ucap kedua orang tua Danial dan Riko.
"Tapi..." kepsek belum selesai berbicara langsung dipotong oleh Kendra.
__ADS_1
"Lakukan saja perintah mereka tapi saya ada syarat, bagaimana?". ucap kendra menyeringai.
"Kau tidak berhak berbicara disini, kau hanya akan tahu dikeluarkan saja". ucap papa riko.
"Apa anda yakin bisa mengeluarkan saya". tanya kenan pada papa riko
"Tentu, karena saya akan menghubungi pemilik saham terbesar disekolah ini untuk mengeluarkan kalian". ucap papa Riko.
Sedangkan Orang tua yang lain tersenyum penuh kemenangan.
Berbeda dengan Afdal yang kini bersujud didepan kedua orang tua Danial dan Riko.
"Saya mohon tuan dan nyonya jangan mengeluarkan saya dan sahabat saya dari sekolah ini". ucap Afdal dan masih bersujud didepan orang tuan Riko dan danial.
"Saya tidak akan melakukan itu jika teman mu itu juga bersujud dan memohon ampun pada kami dan anak-anak kami". ucap kedua orang tua Danial dan Riko.
"Jangan harap". ucap kendra berteriak. "Afdal bangun dan jangan pernah lagi bersujud pada manusia sombong itu, kita hanya perlu bersujud pada Tuhan saja dan mereka bukan tuhan". sambung kendra.
"Tapi Ken..." lagi-lagi kendra memotong pembicaraan Afdal.
"BANGUN KATA KU" Teriak Kendra dan membuat mereka semua kaget, terutama afdal yang tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Kendra.
Afdal langsung bangun dan duduk kembali disamping kendra.
"Silahkan kalian telepon pemilik saham paling besar di sekolah ini dan anda harus tahu saya sama sekalk tidak takut". tantang kendra dan membuat Kedua orang tua Danial dan Riko tambah emosi dan langsung saja menelepon Cika Sebagai pemilik 90 % saham di sekolah itu.
Afdal terlihat semakin takut dan lagi-lagi Kedua oramg tua Riko dan Danial tersenyum penuh kemenangan sama halnya dengan Danial dan Riko. Sedangkan kepsek dan Guru BK hanya bisa menghela nafas panjang.
************************
**Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote and rate bintang 🖐nya yah readers💛
__ADS_1
Butuh saran dan kritik yang bersifat membangun.
#Ittha😉**