
Karena merasa tidak punya alasan lain untuk menolak ajakan Afdal dan Kendra akhirnya Mala dan Amel ikut bersama afdal ke restoran H&B yang tak lain adalah restoran milik kendra.
*****
Restoran...
Saat mereka memasuki restoran lagi-lagi Mala dan Amel menjadi terkejut, bagaimana tidak, semua karyawan yang melihat kedatangan mereka menunduk hormat di tambah lagi seorang yang berpakaian jas rapih dan tertulis di tag namanya Manajer menghampiri mereka dan menuntun mereka ke ruang makan VVIP yang sangat megah.
Saat akan duduk pun sang manajer bergegas untuk menarik kursi yang akan diduduki oleh kendra tapi kendra segera menolak dan meminta untuk manajer tersebut meninggalkan mereka berempat.
Karena rasa penasaran yang sangat besar akhirnya Amel bertanya pada Afdal.
"kak, sebenarnya kalian itu siapa sih? tanya Amel, "kok mereka sepertinya sangat menghormati kalian" lannut Amel.
"Apa kamu sungguh tidak mengetahui siapa kami? kata Afdal balik bertanya.
"Ya elah kak, ditanya kok malah bertanya balik" ucap Amel kesal.
"Apa kau sungguh tidak pernah melihat kami di TV? tanya Afdal.
"Aku tidak punya waktu untuk menonton TV, jawab saja apa susahnya sih kak". ucap Amel kesal karena sudah sangat penasaran.
Saat Afdal akan berbicara lagi ternyata makanan mereka sudah tiba dan dihidangkan oleh karyawan tidak lupa di temani oleh Manajer tadi.
"Silahkan makan tuan dan nona, jika ada yang dibutuhkan anda bisa memanggil saya". ucap manajer itu.
"Terimakasih pak". ucap kendra
Para pelayan meninggalkan mereka dan mereka pun makan dalam diam.
*****
Selesai makan Kendra dan Afdal membawa Mala dan Amel ke Mall terbesar di kotanya.
Karena merasa heran Mala pun bertanya pada Kendra.
__ADS_1
"Maaf kak, kok kita ke Mall sih, bisa tolong antar kami ke Kampus saja untuk mengambil motor kami, kami sekarang harus cepat-cepat karena harus mengurus perlengkapan untuk wisuda kami besok". ucap Mala panjang kali lebar.
"Kanapa harus ke kampus lagi, sekarang kan kami mengantar kalian untuk berbelanja kebutuhan Besok". ucap kendra santai.
"Hah, jangan bercanda kak, membayangkan belanja disini saja tidak pernah, apa lagi harus belanja sungguhan". ucap Mala kaget.
"Iya kak, lebih baik kita ke kampus saja". kata Amel.
"kalian tidak usah protes, ayo masuk". ajak Kendra
"Ayo, kalian tidak perlu khawatir kan ada kami". ucap Afdal dan di angguki oleh Kendra.
"Tapi kak, ka...." belum selesai Mala berbicara kendra langsung menariknya masuk ke dalam Mall, begitupun dengan Afdal ia menarik Amel.
Sampai di dalam Mall, Mala dan Amel semakin dibuat penasaran, siapa sebenarnya Kendra dan Afdal mengapa para Karyawan Mall yang melihat mereka langsung memberi hormat dan meminta maaf pada mereka.
"Maaf tuan, mengapa tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu jika anda ingin datang". tanya sang Manajer mall yang sudah dihubungi terlebih dahulu oleh pelayan yang melihat kedatangan kendra dan afdal.
"Kami datang hanya untuk belanja bukan untuk meninjau". ucap Afdal
"Jika begitu mari tuan dan nona, kalian ingin berbelanja apa, biar saya antar dan bisa melayani anda sekalian". jawab sang manajer.
"Baik tuan, silahkan berkeliling". jawab sang manajer.
sang manajer pergi mengerjakan pekerjaannya begitupun dengan karyawan yang lainnya.
******
Saat berkeliling Mala dan Amel melihat gaun yang cantik dan berencana untuk memakai itu di acara wisuda mereka besok saat melihat harganya Mala dan Amel tercengang bagimana tidak harga gaun itu senilai 179 juta. Sedangkan disisi lain Afdal dan Kendra yang melihat amel dan Mala kaget langsung memberi kode pada pelayan Mall untuk membungkuskan gaun yang di pegang oleh mala dan amel.
Sekitar 1 jam mereka berkeliling dan tidak ada satupun barang yang di ambil oleh amel dan mela, mulai dari sepatu, tas, gaun dan banyak lagi perlengkapan yang mereka lihat tapi karena harga yang sungguh fantastis jadi mereka tidak mengambilnya dan tanpa mereka ketahui ternyata Kendra dan Afdal membeli semua yang sudah mereka pegang tadi, dan sudah menyuruh pelayan untuk membawa ke mobilnya.
Karena merasa lelah berkeliling Mala mengajak Amel, Afdal dan kendra untuk pulang saja, karena dipikirkannya ia masih belum mempersiapkan semua kebutuhannya untuk besok jadi harus cepat pulang dan belaja dipasar saja nantinya.
"Sebaiknya kita pulang saja". ucap mala dan disetujui oleh Amel, afdan dan kendra.
__ADS_1
"Baiklah, kita pulang". jawab mereka kompak.
***
Sampai di rumah ternyata Motor Mala sudah ada didepan rumah dan ia tahu pasti itu perbuatan kendra dan Afdal.
"Terimakasih sudah mengantar kami kak". ucap mala dan amel.
"Santai saja". ucap Kendra.
Tanpa sepatah kata, Afdal turun dari mobil dan menuju bagasi tak lama kemudian ia menenteng 10 paper bag yang lumayan besar dan memberikannya pada Mala dan Amel, Mala dan Amel yang merasa heran pun ingin bertanya tapi sebelum mereka buka suara terlebih dahulu kendra berbicara.
"Tidak perlu bertanya lagi, kalian sebaiknya masuk dan istirahat untuk acara wisuda kalian besok, dan jangan lupa pakai yang ada di paper bag itu". ucap Kendra diangguki oleh afdal.
"Kami pergi dulu". ucap kendra dan Afdal bersamaan, mala serta amel hanya bisa mengangguk karena masih penasaran kapan kendra dan afdal berkelana isi dari paper bag itu, tapi mereka tidak ingin pusing dan langsung ke kamar mereka untuk melihat apa saja isi dari paper bag itu.
*****
Sampai di Kamar Mala dan Amel lagi-lagi terkejut karena isi dari paper bag itu adalah gaun, sepatu, tas, alat make up dan banyak lagi aksesoris lainnya, yang mereka yakini pasti barang-barang itu harganya tidaklah murah dan itu semua semakin menambah rasa penasaran mereka pada kendra dan Afdal, bukan hanya perlengkapan untuk Mala dan Amel tapi kendra dan Afdal juga membelikan perlengkapan untuk Ibu dan Ayah mereka.
Mala berencana untuk menghubungi Kendra dan menanyakan tentang barang-barang yang diberikan, tapi ia baru ingat ternyata ia tidak memiliki nomor kendra. Akhirnya Mala bertanya pada Amel.
"Mel, apa kamu punya nomor kak kendra atau kak afdal? tanya Mala.
"Ada apa kak, kok tiba-tiba bertanya nomor mereka? tanya Amel, jangan bilang kakak menyukai salah satu dari mereka". lanjut Amel.
"Huh, kau ini, aku hanya ingin menanyakan tantang barang-barang ini, apa kau tidak merasa aneh pada mereka, mereka membelikan kita ini dengan cuma-cuma". ucap mala
"Sudahlah kak, jangan dipikirkan terus, aku tidak punya nomor mereka, dan kakak tidak perlu khawatir soal barang-barang ini, karena tadi kak afdal bilang mereka cuma mau membelikan kita saja dan kita harus memakainya besok, kak afdal juga bilang kalau besok akan ada yang menjemput kita sekeluarga untuk ke kampus".ucap amel.
"Mengapa kita harus dijemput, kan kita bisa naik taksi saja". ucap Mala.
"Sudah kak, jangan bertanya terus, mana aku tahu alasan mereka". jawab Amel dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
*****
__ADS_1
Bersambung....
Bantu like, komen and vote😉