Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
08


__ADS_3

Satu jam kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD tempat ibu Mala dan Amel di periksa. Melihat itu langsung saja mereka semua berdiri termasuk Kendra dan Afdal.


Dokter yang melihat Kendra berdiri menghampiri Kendra dan langsung saja memberitahukan keadaan ibu Mala tanpa diminta terlebih dahulu.


"Keadaan pasien saat ini sudah membaik tuan, beliau pingsan karena penyakit Maag nya kambuh dan sepertinya penyakitnya sudah lama tapi tidak pernah melakukan pengobatan" ucap sang dokter.


"Lakukan pengobatan sekarang". jawab Kendra singkat.


"Baik tuan, saya pamit dulu untuk membawa pasien ke Ruang inap". ucap sang dokter.


"silahkan". ucap kendra.


Mendengar percakapan Kendra dan Dokter membuat Mala, Amel dan Ayah mereka jadi legah karena wanita yang amat berarti dalam hidup mereka itu sudah baik-baik saja, yang membuat mereka khawatir bagaimana mereka membayar pengobatan nantinya.


Setelah Ibu Mala di pindahkan ke ruang inap, Mala, Amel dan Ayahnya termasuk Afdal dan Kendra ikut masuk ke ruangan tersebut, betapa kagetnya Mala karena ruangan yang ditempati ibunya sangatlah besar dan mewah. Sekali lagi Mala berfikir bagaimana cara untuk membayar ini semua.


Kendra yang melihat raut wajah Mala yang senang dicampur khawatir pun angkat bicara, karena ia tahu pasti sedari tadi mala dan keluarganya memikirkan biaya pengobatan Ibunya.


"Kalian tidak perlu khawatir tentang biaya pengobatan ibu kalian karena semuanya sudah lunas". ucap kendra dan di iyakan oleh Afdal. "iya kalian tidak perlu khawatir, karena semua biayanya sudah lunas dan kalian hanya perlu menjaga ibu kalian saja". ucap Afdal


Mendengar itu Mala dan Amel menjadi tidak enak karena sudah menyusahkan orang yang sama sekali mereka tidak kenal, lain halnya dengan Ayah mereka beliau tidak memberikan reaksi apa-apa karena terlalu banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan tapi beliau sungkan untuk bertanya.

__ADS_1


"Terimakasih atas bantuan kalian tuan, saya dan adik saya janji jika kami sudah gajian kami akan mencicil biaya pengobatan ibu kami kepada tuan". ucap Mala kepada Kenan dan Afdal.


"Tidak perlu diganti, karena saya membantu kalian ikhlas". ucap kendra dan diangguki oleh Afdal yang terus melihat Amel tanpa berkedip dan sukses membuat Amel malu.


"Kami pamit Om". ucap Kendra dan Afdal pada Ayah Mala dan Mela.


"Silahkan Tuan, Terimakasih sudah membantu keluarga kami". ucap ayah Mala.


"Jangan sungkan pak, bapak tidak perlu memanggil saya tuan cukup panggil kendra saja dan ini kakak saya Afdal, dan oh ya, ini kartu nama saya, jika bapak menemukan kesulitan silahkan hubungi saya". ucap kendra sambil meyodorkan kartu namanya pada Ayah Mala.


"Sekali lagi Terimakasih nak Kendra dan nak Afdal". ucap bapak mala.


"sama-sama". ucap Kendra dan Afdal. "Kami pulang" lanjut mereka berdua.


"Hati-hati kak". ucap Amel malu-malu sedangkan Mala terlihat diam memandang Kendra yang sudah berlalu menjauh.


********


Kini tinggal Mala sekeluarga yang ada di ruang inap tersebut, Ayah yang sudah banyak sekali pertanyaan yang ingin di tanyakan sedari tadi pun bertanya pada kedua putri kembarnya.


"Nak, bagaimana kalian bisa mengenal Tuan Kendra dan Kakaknya? tanya Ayah Mereka yang ternyata bernama Agus.

__ADS_1


"Tadi dijalan ban motor kami bocor Yah, terus kami menepi dan taklama kemudian kak Kendra dan kak Afdal menghampiri kami dan setelah kami menceritakan kejadian ibu yang sakit dan ban motor kami bocor, mereka menawarkan diri untuk mengantar kami, sebenarnya kami merasa tidak enak tapi kami tidak punya pilihan lain". ucap Mala dan Amel.


"Mereka memang sangat baik, bukan hanya rumornya saja tapi aslinya juga". ucap pak Agus lirih


"Maksud ayah?, apa ayah tahu meraka itu siapa?" tanya Mala


Mendengar pertanyaan Mala pak Agus diam enggan untuk menjawab, dan membiarkan anak-anaknya tahu sendiri siapa Kendra dan Afdal yang sebenarnya.


"Eeehh, ngak kenal kok nak". ucap Pak Agus mengelak.


"Oooo, aku kira ayah kenal, mereka itu baik banget yah Ayah". Ucap Mala


"Iya nak, mereka sangat baik". ucap pak Agus.


********


Bersambung....


Maaf baru bisa Update🙏, dari kemarin banyak kerjaan di dunia Nyata😁


Jangan lupa Like, Komen and Votenya yah kakak-kakak😊

__ADS_1


__ADS_2