Luka Di Dalam Pernikahan

Luka Di Dalam Pernikahan
13


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh Amel kemarin bahwa mereka akan dijemput oleh orang suruhan Afdal, tepat jam tujuh pagi orang yang akan mengantar mereka ke kampus sudah tiba dan ternyata orang itu tidak sendirian tapi juga membawa empat orang lainnya.


Orang suruhan Afdal dan Kendra mengetuk pintu rumah Mala.


tok tok tok....


"Permisi". ucap orang suruhan Afdal dan kendra (anggap aja namanya mang ujang😂)


Mala yang mendengar ada yang mengetuk pintu pun segera membuka pintu dan ia melihat lima orang di depannya yang menunduk hormat sambil mengucapkan selamat pagi.


"Selamat pagi nona". ucap kelima orang itu kompak.


"Selamat pagi, maaf anda cari siapa? Mala membalas sapaan mereka dan lanjut bertanya.


"Maaf nona, kami utusan dari tuan Kendra dan tuan Afdal, saya kesini untuk menjemput anda ke kampus dan empat orang ini yang akan merias anda dan keluarga anda". ucap mang ujang


Lagi dan lagi Mala merasa terkejut sekaligus heran, terkejut karena mereka akan didandani oleh perias terkenal dan heran mengapa Kendra dan Afdal harus bersikap seperti itu pada mereka.


"Tapi kami bisa berangkat sendiri dan kami juga bisa berdandan sendiri, tidak perlu merepotkan anda tuan dan Nyonya". ucap Mala.


"Maaf nona, kami hanya menjalankan perintah dari Tuan Kendra". ucao mang ujang diangguki yang lainnya. " Dan Mohon anda jangan memanggil kami Tuan dan Nyonya, panggil saja saya ujang, dan panggil mereka dengan nama saja atau mbak perias saja nona" lanjut mang ujang.


Karena tidak ingin banyak berpikir akhirnya Mala hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka masuk.


Sekitar satu setengah jam akhirnya mereka semua sudah selesai didandani dan sekarang waktunya untuk berangkat ke kampus.


******


Kampus..

__ADS_1


Mala sekeluarga sudah sampai di kampus diantar oleh orang suruhan Kendra dan Afdal, Mala sekeluarga langsung menuju aula yang ditempati untuk melangsungkan acara wisuda Universitas H&B, Aula yang sangat luas dan megah.


Sampai didalam aula sudah banyak Mahasiswa beserta para keluarga mereka yang datang. Mala mempersilahkan kedua orang tuanya untuk duduk ditengah-tengah, tetapi sebelum duduk ada seseorang yang berpakaian rapih menghampiri mereka dan meminta mereka untuk duduk didepan.


"Mari Nona sekeluarga duduk di depan". ucap orang tersebut (anggap aja namanya riski)


"Mengapa harus didepan pak, disini juga kan sama-sama tempat duduk". ucap Mala.


"Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah untuk membawa anda sekeluarga untuk duduk di depan". ucap Riski.


"Perintah lagi perintah lagi". ucap Mala kesal dan berlalu kedepan dari pada harus terus berdebat dengan orang suruhan itu, sedangkan keluarganya hanya mengikut saja karena mereka juga tahu pasti itu orang suruhan Kendra. Tapi dilain sisi Amel merasa heran mengapa kendra bisa menyuruh mereka duduk didepan, bukan kah yang akan duduk didepan itu para pejabat yang memiliki hubungan dengan pemilik kampus ini, tapi ia juga tidak ingin banyak bertanya dan hanya mengikuti perintah saja. Lain halnya dengan kedua orang tua mereka yang sudah tahu tentang kendra dan Afdal, mereka pun hanya mengikut saja tanpa ingin ikut campur urusan anak mereka dengan Kendra dan Afdal si raja bisnis.


Saat Mala sekeluarga duduk di depan dengan dipersilahkan oleh salah satu orang kepercayaan keluarga H&B banyak pasang mata yang melihat jijik sekaligus iri pada mereka, meskipun mereka memakai pakaian yang sangat mahal tapi tetap saja banyak yang tahu bahwa Mala dan Amel seorang anak beasiswa, jadi bagaimana bisa anak beasiswa dan keluarganya itu duduk didepan, di tempat yang seharusnya di duduki oleh para kerabat pemilik kampus.


Mala yang mendengar banyak yang mengoceh dan menghinanya pun hanya diam dan malas pusing dengan semua ocehan mereka.


******


Betapa terkejutnya Mala ternyata pemilik kampus itu sedari tadi duduk di sampingnya, dan betapa merasa bodohnya Mala karena dia sebelumnya tidak pernah tahu siapa sebenarnya pemilik kampus dimana ia berkuliah.


Ternyata yang memberi sambutan itu adalah Cika sebagai pemilik kampus meskipun sudah diwariskan pada putra tunggalnya yaitu Kendra Berlin Adi Putra Hermawan. (Panjang amsong deh namanya ken😂)


"Assalamu'alaikum semuanya, pasti banyak yang bertanya-tanya mengapa saya yang memberi kata sambutan dan bukan suami saya atau anak saya kan, itu semua karena suami beserta anak saya sedang tidak ingin dipotret, Hhhhhh". ucap cika sambil tertawa, banyak pasang mata yang melihatnya dengan terkagum-kagum, karena meski cika sudah berkepala empat tapi ia masih sangat cantik. Cika melanjutkan kata sambutannya sampai pada ia menutupnya.


Dilain tempat Kendra dan Afdal menyaksikan acara wisuda itu melalui CCTV, karena mereka belum mau memberitahukan siapa mereka sebenarnya pada Mala dan amel.


Acara wisuda berjalan dengan sangat lancar, Mala dan Amel menjadi lulusan terbaik Universitas H&B tahun ini.


Saat acara sudah selesai mereka semua membubarkan diri dan banyak pula mahasiswa beserta keluarga mereka yang menyapa kedua orang tua Kendra sekedar mencari muka.

__ADS_1


Seperti biasa saat selesai acara wisuda banyak mahasiswa yang berfoto dengan keluarga mereka, tak terkecuali Mala dan keluarganya mereka berfoto bersama dan saat mereka akan selesai berfoto datanglah dua orang pangeran yang yang menghampiri mereka, siapa lagi kalau bukan Kendra dan Afdal.


Kendra dan Afdal meminta untuk berfoto bersama Mala dan Amel, sedangkan kedua orang tua Mala disuruh pulang terlebih dahulu karena Kendra melihat bahwa kedua orang tua pujaan hatinya itu sudah sangat lelah.


"Mari Berfoto bersama". ucap Kendra


"Maaf kak, kami harus segera pulang Bapak dan ibu sudah sangat lelah". ucap Mala


"Tidak masalah jika Om dan tante sudah lelah, kan bisa pulang duluan". ucap Kendra "Om dan tante bisakan saya bersama Mala dulu, dan Om tidak perlu khawatir supir saya akan mengantar Om dan tante pulang, soal Mala dan Amel biar saya dan Afdal yang mengantarnya pulang. lanjut kendra lagi.


"Bisa nak, terimakasih untuk semuanya" ucap Bapak Mala.


"Tidak perlu berterimakasih Om, Om tidak perlu sungkan pada saya dan Afdal". ucap kendra lagi.


"Tetap saja kami sekeluarga harus berterimakasih nak karena nak kendra dan nak afdal sudah begitu baik pada kami". ucap Ibu Mala.


"Baiklah jika itu mau Om dan Tante, Mari saya antar ke mobil". ucap kendra


"Tidak perlu nak, kan ada mang ujang jadi kalian tidak perlu mengantar kami ke mobil, kami pulang dulu". ucap Orang tua Mala.


Mala dan Amel pun mencium tangan kedua orang tuanya dan diluar dugaan Kendra dan Afdal pun mengikuti mereka mencium tangan kedua orang tua Mala dan Amel, perlakuan Kendra dan Afdal pada kedua orang tuan Mala tak luput dari pandangan banyak orang yang kaget melihat mereka memperlakukan kedua orang tua Mala dan Amel.


Disisi lain ada pun yang melihat perlakuan putra mereka pada orang lain menjadi bahagia dan mereka yakin pasti gadis yang bersama orang tuanya itu adalah pujaan hati kedua putra mereka, Yah yang melihat kendra dan Afdal adalah Kedua orang tua Kendra dan Kedua orang yang sangat berarti dalam hidup afdal kedua orang yang sudah membuatnya menjadi orang yang seperti sekarang ini, kedua orang yang ia anggap seperti orang tua kandungnya.


...****************...


Bersambung...


Bantu Like, Komen and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2