Luka Yang Tak Berdarah

Luka Yang Tak Berdarah
eps 10


__ADS_3

belum sempat Gabriel menjawab pertanyaan aurel seorang pelayan membawakan senampan makanan.


" makan! " perintah Gabriel


" tidak... aku tidak lapar... "


" aku tidak Terima penolakan! "


dengan paksaan yang sangat lama aurel baru mau makan. aurel juga memaksa Gabriel makan karna mereka berdua sama sama melewatkan makan siangnya. entah mengapa perasaan Gabriel terasa seperti sangat baik sehingga dia banyak tersenyum. aurel yang melihat senyum Gabriel yang hanya sekilas ikut bahagia karna pasalnya Gabriel tidak pernah tersenyum sekalipun.


*********


saat sampai di mention Gabriel menyuruh aurel untuk istirahat terlebih dahulu karna nanti malam bunda nya Gabriel mengajak makan malam di rumahnya.


" kau mau kemana ? " tanya aurel


" keluar sebentar "


kepergian Gabriel membuat aurel bosan berada di rumah sendirian. aurel pergi ke dapur untuk membuat puding coklat kesukaannya. saat enak" nya masak puding tiba" Gabriel datang dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu aurel.


" mengapa kau disini hm...? aku menyuruhmu untuk istirahat di kamar bukan?


" aku hanya meras bosan saja"


aurel ingin menghindar dari sandaran dagu Gabriel yang bertengger di bahunya, namun Gabriel sudah menghentikan nya dengan berkata


"biarkan seperti ini dulu sebentar! "


aurel pun membiarkan kepala Gabriel bertengger di bahunya. sebenarnya aurel sedikit geli dengan hembusan nafas Gabriel yang menerpa kulit lehernya namun rasa itu dikalahkan dengan rasa nyaman atas sikap manja Gabriel.


setelah selesai masak puding aurel menunggu puding mengeras dengan pergi ke kamar mandi untuk bersiap siap.


setelah mandi aurel lupa akan pudingnya. mungkin karna dari tadi dia sibuk mencari gaun yang di hadiahkan Gabriel pada saat pernikahan nya.


bukan nya apa aurel hanya sangat suka gaun itu dan dia juga belum pernah memakai gaun itu sama sekali. dia pernah berfikir bahwa dia akan memakainya saat kumpul bersama keluarga Gabriel.


" mengapa aku sangat menyukai gaun ini ya? "

__ADS_1


aurel berpikir sejenak tentang itu tapi dia tidak lupa juga dengan terus merias wajah nya.


" apakah kau masih lama aurel ini sudah sangat malam untuk acara makan malam kita..? " teriak Gabriel dari bawah.


aurel menampakkan dirinya dari ujung tangga. begitu terlihat anggun dirinya sehingga membuat Gabriel ternganga.....


hingga aurel samai di tangga paling bawah pun Gabriel masih terpukau dengan penampilan aurel. Gabriel terus menatap aurel tanpa henti.


"ini hanya makan malam keluarga mengapa kau dandan seperti ini? " tanya Gabriel


mungkinkah penampilan aurel begitu megah? aurel hanya menggunakan gaun tanpa lengan warna merah dengan panjang selutut yang di pasukan dengan sebuah kalung liontin.


" mengapa kau berkata seperti itu? aku hanya per penampilan sederhana.. " bela aurel untuk dirinya sendiri


Gabriel langsung membalikkan badan dan keluar menuju mobilnya.


" mengapa dia terlihat begitu memukau walau dengan penampilan sederhana? " gumam Gabriel karna dia tidak menyangka akan terpukau seperti itu dengan penampilan aurel.


dalam perjalanan mereka tidak ada pembicaraan sama sekali. Gabriel yang terus fokus dengan setirnya begitu pula dengan aurel yang terus memperhatikan pemandangan malam di luar jendela.


saat Gabriel ingin mengambil tisu mata nya malah galfok sama paha aurel yang terekspos karna rok nya aurel yang sedikit naik karna posisi aurel yang sedang duduk.


" mengapa mataku tidak bisa menghindari pemandangan ini"


Gabriel mulai terusik dengan yang dilihat sedari tadi. Gabriel langsung meletakkan kan jaz nya yang sedari tadi di sebelahnya di pangkuan aurel yang menampakkan paha nya tadi.


"tutupi pahamu itu jika tidak mau ku terkam disini"


kata Gabriel yang melihat raut wajah aurel yang nampak kebingungan dengan jaz yang tiba tiba di tempatkan di pangkuannya.


setelah aurel sedikit membuka jangan dan melihat pahanya yang terekspos dia langsung menutup nya rapat raat menggunakan jaz tadi.


" jangan brani brani!! " katanya aurel yang kini sedikit was was


Gabriel menghentikan laju mobilnya dan....


" memang nya kenapa..??kau kan istriku... " kata Gabriel dan sedikit memajukan wajah nya ke aurel.

__ADS_1


aurel yang tadi nya mulai was was kini tubuhnya menegang karna jarak wajah Gabriel tidak lebih dari 3 centi di depan nya. aurel juga dapat merasakan hembusan napas Gabriel di wajahnya. sayangnya aurel tidak melihat wajah tampan Gabriel dalam posisi dekat dikarenakan aurel menutup matanya sedari tadi..


" tenanglah aku tidak akan melakukan apapun kepada remaja yang tanpa body seperti dirimu " Gabriel berkata sambil menjauh kan wajah nya dari aurel dan jangan lupa dengan senyum menyeringai atas kemenangan nya..


Gabriel kembali menjalan kan mobil nya dan membiarkan aurel sibuk dengan pikirannya sendiri


" apa dia bilang...?? tanpa body..?? apa dia tidak melihat body ku yang atas bawah berisi seperti ini" omel aurel di dalam hati dengan terus memperhatikan body tubuhnya


memang benar jika di lihat lihat body aurel itu bagus hanya aurel tidak perna memakai baju ketat yang menampakkan kan semua lekuk tubuhnya.


padahal waktu pernikahannya aurel juga memakai gaun yang menampakkan lekuk tubuhnya. meskipun hanya beberapa kali aurel memakai gaun yang pas body, seharusnya sudah membuat Gabriel tahu betapa seksinya aurel.


Gabriel yang sedari tadi masih memperhatikan istri kecilnya itu melalui ekor mata nya menyadari kalau aurel terus memperhatikan tubuhnya sendiri seakan tidak Terima dengan ucapannya Gabriel tiba tiba tersenyum.


Gabriel pun sebenarnya juga tidak Terima akan ucapannya sendiri. Gabriel pun selalu tergoda dengan tubuh aurel meskipun istri kecilnya itu sedang menggunakan kaus kebesaran dan hot pant saat sedang di rumah.


" apakah aku tidak Terima dengan ucapan ku istri kecilku..? "


" apa yang kau bilang tanpa body? apakah kau tidak melihat .... emmm.... body ku yang.... seperti... "


" seperti apa hemm.... " Gabriel memotong ucapan aurel


"apakah kau tak melihat body ku itu bagus..!! kau terlalu banyak melihat body para ****** makanya kau tidak melihat body yang kumiliki sangat bagus " jawab aurel tanpa ragu dan curiga dengan terus menampakkan wajah kesalnya.


"kau yang membuat aku melihat body para ****** dan apakah kau mengizinkan suami mu ini melihat tubuh istri kecilnya yang sangat bagus itu? tidak kan? jadi izin kan suami ini melihatnya dulu baru dia akan kembali berkomentar bagus tidaknya body mu itu....." sahut Gabriel dengan seringaian dan terus memperhatikan seluruh tubuh aurel.


" mampus kau aurel kena kan sama jebakan nya" gimana aurel yang merutuki dirinya sendiri . dengan sigap tangan aurel menutupi seluruh tubuhnya meskipun itu tidak berguna sama sekali.


mobil langsung berhenti di depan rumah megah yang tak lain itu adalah rumah mertuanya.


Gabriel begitu senang karna bisa menggoda istri kecilnya itu.


aurel yang sudah bingung dan malu karna diperhatikan dengan anda ngan yang tidak biasa langsung turun dari mobil.


"dasar... " gumam Gabriel dengan senyum yang mengembang.


Gabriel kemudian juga turun dari mobil dan menyusul istrinya masuk rumah kelurga nya.

__ADS_1


"mengapa pipi istrimu sangat merah? apa yang kau lakukan padanya? " tanya mama Gabriel yang sedari tadi berdiri di pintu sejak aurel masuk ke dalam rumah.


__ADS_2