
maaf buat pembaca soalnya saya lagi banyak urusan jadi ga bisa nulis kelanjutan ceritanya .jangan pernah bosen buat baca cerita ini ya .
******************************************
" dia istriku dan urusanku jadi jangan pernah mencoba untuk deketin dia "
Gabriel kemudian meninggalkan Azrul sendirian
*apa sebenernya dia suka sama Aurel* monolog Azrul yang terus menatap kepergian Aurel Yang telah dibawah oleh Gabriel.
"emm turunin aku.......kamu tuh sebenernya kenapa sih marah marah mulu"kata aurel
Gabriel menurunkan Aurel dan berkata.
"siapa juga yang marah marah"
"apa kamu masih berfikir kalau aku berselingkuh dengan Azrul?"tanya Aurel sambil menyeimbangkan tubuhnya yang lemah.
"enggggg......."
"au...........sakitttt " Aurel tiba tiba terjatuh karna tubuhnya yang tidak seimbang di karenakan dia tidak bisa mengontrol tubuhnya yang lemah.
"kamu gapapa .........???" tanya Gabriel yang kemudian kembali menggendong aurel.
"emmmmmm......."Aurel merasa heran dengan sikap Gabriel yang perhatian.
Aurel terus memandang wajah Gabriel dari bawah.
"kenapa.......?" tanya Gabriel tanpa memandang Aurel.
Aurel hanya terdiam karena tidak mungkin Aurel berkata kalau dia heran dengan sikap Gabriel.
Gabriel menurunkan Aurel di dalam mobil dan berpikir untuk segera pulang.
__ADS_1
sesampainya di rumah Aurel mencoba untuk turun dari mobil sendiri tapi tidak bisa berdiri dengan tegap karna tubuhnya masih lemah.
"siapa yang suruh kamu turun sendiri....?"
"kenapa kamu khawatir dengan kondisi aku..........??"kata aurel yang kembali di gendong oleh Gabriel
"siapa yang khawatir sama kamu?saya hanya khawatir dengan status saya jika nanti ada yang melihat saya dan saya di anggap suami yang kejam bagaimana??"
Aurel hanya pasrah dengan jawaban suaminya. aurel pikir itu memang alasan Gabriel sehingga Gabriel perhatian sama Aurel.
Aurel sudah berfikir kalau Gabriel mulai perhatian sama dirinya tapi ternyata salah Gabriel tetap lah Gabriel seorang yang lebih sayang sama dirinya sendiri bukan..?
...*********...
saat sampai di kamar Gabriel menurunkan Aurel di ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang penuh dengan keringat.
'kricik.......kricik.......kricik.......'
"apakah kau masih lama di dalam sana el..?"tanya Aurel yang juga ingin mandi karna kegerahan.
"terserah saya dong inikan kamar mandi saya...."
"hehhh......."dengus Aurel.
"apakah kamu bodoh ..?aku kan juga mau mandi...."tambah Aurel.
Gabriel tidak menggubris ucapan aurel sama sekali.gebriel tetap melanjutkan kegiatannya.
setelah beberapa menit Gabriel keluar dari kamar mandi dan marah marah karena aurel yang terus saja memanggil manggil aurelia
"bisa ga sih ga usah teriak teriak....."
"maaf tidak bisa karna aku juga mau mandi"
__ADS_1
aurel turun dari ranjang dan pergi mandi meskipun keadaannya lemah.
"mandilah menggunakan air hangat agar tubuhmu tidak menggigil!"
aurel membalas tidak menghiraukan Gabriel dan langsung masuk ke kamar mandi.aurel langsung melepaskan pakaiannya dan mandi menggunakan air dingin.
"est.....dingin banget.......mengapa tadi aku tidak mendengarkannya"
aurel menyudahi kegiatan mandinya karena merasa kedinginan.aurel mengambil handuk nya tapi mendadak tubuh aurel semakin lemah.
"el.......el........toll....."aurel memanggil Gabriel
'bruak'
aurel terjatuh setelah memakai handuk.
Gabriel yang sedari tadi berada dikamar ganti langsung menghampiri aurel saat mendengar panggilan aurel.
'tok'
...'tok'...
...'tok'...
"au......au.......kamu ga kenapa kenapa kan au. au.....buka pintunya au"
gebriel begitu khawatir dengan keadaan aurel yang ada di kamar mandi dan tidak bersuara sama sekali.
untungnya pintu kamar mandi tidak di kunci.gebriel masuk dengan keadaan tergesah gesah.
"au.....bangun au!" Gabriel terus menepuk pipi aurel setelah meletak kan kepala Aurel di paha Gabriel.
Gabriel langsung mengangkat aurel dan membawanya ke luar dari kamar mandi.
__ADS_1