Luka Yang Tak Berdarah

Luka Yang Tak Berdarah
eps 14


__ADS_3

buat kalian yang baca tolong dong tinggalin jejak.


jangan lupa like juga.


kalau ada saran juga.


maaf yah masih banyak typo soalnya baru menjalani dunia tulisan akunya.


plis yah tinggalin jejak kayak tekan tombol like gitu 😄😄


oke......maksih lah udah baca karya ku,udah bersedia mampir......


aku akan lanjutin ceritanya......


konfliknya pun juga belum ada sih tapi tungguin aja yah...jangan bosan bosan nunggu......


*************************


"i... iya ma... "jawab aurel.


kemudian aurel naik ke atas untuk mengantarkan


kopi gebriel.saat aurel masuk ke kamar nya dia mendapati Gabriel yang sedang duduk di jendela kamar.



" mama letak an di meja sana ... " kata Gabriel tanpa menoleh kebelakang. mungkin dia mengira jika yang mengantar kan kopi nya adalah mama claudia.


*apa dia tidak tau jika ini aku bukan mama claudia... * ujar aurel dalam hati.


"oh yh ma apakah bram........ eh kamu au yang anterin kopi nya.... em itu bram apakah dia sudah datang? " tanya Gabriel yang baru mengetahui jika aurel lah yang masuk ke kamar. Gabriel juga turun dari tempatnya duduk dan berjalan ke arah aurel. lebih tepatnya sih ke arah kopi nya berada.....


" belum kayaknya.. " jawab aurel dan berbalik untuk kembali ke dapur.


" apakah kau yang membuatnya" tanya Gabriel dan sekilas melirik cangkir di tangannya.


" iyh.... memangnya kenapa? " tanya aurel balek. dia udah ketar-ketir takut rasanya ga sama ama yang di bikinin mama claudia .


" yh gapapa .... enak... makasih yah.... "


" emmm.. iyah"


tiba tiba dengan usilnya bram masuk kedalam kamar mereka.

__ADS_1


" ups..... maaf aku ganggu kalian sedang bermesraan yah? " tanya nya dengan senyum jahil nya.


bram itu adalah tangan kanan Gabriel yang sudah di anggap seperti adek nya sendiri. mama claudia dan papa Rendy juga menganggap bram adalah anak nya. bram sebenernya tipe orang orang yng dingin dan tegas jika bertemu orang orang yang tidak dia kenal yang lebih tepat nya tidak dia suka. namun saat berada bersama keluarganya maupun keluarga Gabriel kepribadian bram berubah 180° . dari cowok pendiam menjadi cowok yang usil dan banyak tingkah.


" sudah jangan banyak bicara.... mana berkas dan laptopnya? " tanya Gabriel.


" kau nih ga seru....... yah kan kakak ipar? " bram bertanya kepada Aurel untuk mengusili nya.


" ini yang kau minta" kata bram dan menyodorkan apa yang di minta oleh Gabriel.


" udah sana pergi..... udah tau ganggu" jawab Gabriel yng kemudian langsung membuka berkas yang di sodorkan oleh bram.


" oke... oke sans aja lah ga usah ngegas.... " jawab bram dan langsung berlaku keluar kamar.


aurel kemudian ikut berlalu keluar untuk kembali ke dapur. aurel menyembunyikan wajah nya yang sudah menahan malu. bagai mana bisa bram menganggap mereka sedang bermesraan. Gabriel juga begitu mengapa dia menanggapi bram seperti itu.


Gabriel tersenyum saat aurel pergi meninggalkan kamarnya.


" jadi masak apa kita ma? " tanya aurel saat sudah tiba di dapur.


" masak gurame aja tante.... aku kan suka gurame" kata bram yang sedang duduk di depan TV.


" jika tante masak gurame yang ada Gabriel malah ga menoleh sama sekali ke meja makan hihihi" kat mm claudia.


" dia tidak akan makan seperti biasanya tante.... " jawab bram.


Gabriel tipe orang yang sering sekali meninggalkan sarapan nya


" kita masak ayam kecap,capcay dan perkedel aja ma biar aurel yang masak " usul aurel kepada mama claudia.


" baik kah kita masuk itu saja lagian itu juga simple kalo buat sarapan. tapi bentar yah tadi mama lupa kalo ada janji sama bu rt. sebentar yh mama tinggal bentar an kok. " kata mama claudia.


" tante mah gitu.... bram kan mau nya gurame.... " manja bram kepada mama claudia.


" udah lah itu aja...... nanti pasti ueennnak karna aurel yang masak... oke bram tante tinggal sebentar"


" baik tante " jawab bram.


* ternyata bram lucu juga pas lagi manja kayak gitu.....padahal biasnya dia sangat terlihat garang * batin aurel.


cukup lama aurel berkutik dengan alat alat dapur yang ada di rumah mewah itu dan hampir 20 menit dia memasak akhirnya selesai juga.


( maklum banyak yang instan, kompor pun banyak jadi jangan di hujat kalo waktunya kecepatan😁)

__ADS_1


bram yang menyadari kalau aurel telah selesai masak pun mematikan TV nya dan bergerak menuju mena makan.


" aku makan yah kaka ipar...... soalnya kalo aku ga keburu makan bisa bisa belum selesai makan el sudah akan mengajakku pergi..... " bram akan suara dan terus memandang makanan yang di buat oleh aurel dengan berbinar.


" makan lah duluan bram.... " jawab aurel aurel juga menuangkan makanan ke piring bram.


mama claudia belum juga datang begitu pula dengan Gabriel yang sedari tadi belum turun turun.


" kau mau makan dengan apa bram? , biar ku ambilkan... " tanya aurel karna sudah menganggap bram juga sebagai adek nya.


" semuanya aja kakak ipar....... " jawab bram antusias


baru saja aurel meletakkan lauk di piring bram dan kembali duduk mereka mendengar langkah kaki seseorang menuruni tangga. kalo bukan Gabriel siapa lagi....


" apa yang kalian lakukan....... " tanya Gabriel yang baru saja sampai di sebelah meja makan.


Gabriel seperti biasa dia akan pergi dengan menenteng jasnya dan akan dia kenakan saat dia sampai di kantor.


" apa lagi makanlah... " jawab bram dan kemudian menyuapkan suapan pertama ke dalam mulut nya. bram tidak tahu dalam pertanyaan itu ada hati yang cemburu.....


"cihhh...... ayo berangkat sekarang! " kata Gabriel dan ingin beranjak dari tempat nya berdiri.


"bwentuar an suajua akwu lugui menuikmati mwakwanann yang di bwuat ......kakak ipar....." jawab bram dengan mulut yang penuh dengan makanan.


" ukhuuk..... ukhukkk.. " bram tersedak makanan. aurel yang melihat itu langsung menyodorkan minuman yang di depannya.


Gabriel yang mendengar jika makanan itu di buat oleh istrinya dia langsung menunda rapatnya dan kembali menuju meja makan.


" oke...... aku juga mau makan.... kenapa ku tidak memanggil ku untuk makan?kena kenapa kau melayani nya seakan akan di alah suamimu au? " tanya Gabriel setelah dia sudah duduk di tempatnya.


*ada yang butuh perhatian rupanya* batin bram.


" bram bilang kau jarang sarapan jadi aku males untuk memanggilmu makan jika kau juga akan menolaknya" jawab aurel.


aurel juga belum makan karna dia menunggu mama Claudia pulang.


" kau mu makan dengan lauk apa? aku akan segera memanggil papa juga... " tanya aurel setelah menambah kan nasi di piring Gabriel


belum sempet ngomong mau makan dengan apa mama sudah terlebih dahulu teriak di ruang tamu.


" ASSALAMU'ALAIKUM.... mama pulang"


" waalaikum salam " jawab merek berdua karna bram masih sibuk mengunyah makanan yang ada di dalam mulut nya dan setelah tertelan semuanya dia baru menjawab salam mama Claudia.

__ADS_1


setelah itu...........


__ADS_2