Luka Yang Tak Berdarah

Luka Yang Tak Berdarah
eps 22


__ADS_3

hai balik lagi nih akunya......


ada yang kangen ga?????


Oke kita lanjut yh


maaf banyak typo dimana mana


*************


mereka begitu khawatir dan kasian akan keadaan aurel saat ini.


tanpa sadar pun bram dan radeo ikut meneteskan air matanya.


memang benar bram tak lagi tau keberadaan Gabriel sejak kejadian itu. kejadian dimana Gabriel mendapatkan kotak itu. bram juga melepaskan diri atau lebih tepat nya mengundurkan diri dari posisi apa pun yng bersangkutan dengan Gabriel.


* brakkkk*


pintu ruangan aurel di dorong oleh seseorang.


" au....... " teriak seseorang yang baru saja datang.


" mau apa kau kesini lagi? " bukan aurel yang bertanya melainkan Maria bertanya dengan sinis ke arah seseorang yang baru saja masuk ke ruangan aurel.


" aku hanya ingin menjenguknya.... "


" apa kau baik baik saja au? " tanya cowok itu


" pergi......" kata yang baru saja keluar dari mulud aurel.


" aku hanya-"


" pergi saya bilang.... "aurel memotong ucapan cowok itu


azrul kemudian melangkah menuju pintu. yah cowok itu adalah azrul mantan sahabat sekaligus mantan pria yang pernah singgah di hatinya yang menghancurkan nya seperti saat ini.


aurel sudah tau tentang kotak itu dan juga tentang azrul yang mengirim nya.


azrul juga sering datang ke mansion milik aurel untuk bertemu dengan aurel namun aurel selalu mengusirnya.


dua minggu kemudian.


12.00


saat ini aurel sudah tidak berfikir lagi tentang keberadaan Gabriel karna dia akan fokus merawat kedua anak nya.


" sudah siapa au? " tanya Maria


" sudah ayo" kya aurel dengan mendorong kereta bayi yang berisi dua bayi yang berjenis kelamin berbeda itu.


" mas tolong bawakan barang barang nya bersama kak deo yh" kata axel.


" kita akan bahagia bertiga yah nathaniel dan nathalien. "


" siapa nama keponakan ku ini?.


" Nathaniel fahreza dan Nathalien fairyzia" kata Aurel dengan terus memandang putra putri mereka.


kemudian mereka ber lima masuk ke mobil milik radeo dan menuju ke mansion Gabriel.


mereka semua mengantar aurel dan baby twins ke dalam mansion. mansion itu terlihat sangat sepi seperti pertama kali dia meninggalkan mantion itu untuk pergi kerumah sakit.


" mau di temenin aja au? " axel menawarkan dirinya


" ga usah gapapa aku udah ad twins kok jadi gapapa "


" Oke kalo ada apa apa hubungi kita ya au"


aurel menjawabnya dengan anggukkan. mereka berempat meninggalkan aurel dengan baby twins.


aurel awalnya belum siap untuk menjalani ini semua. menurut nya bagi mana dia bisa membesarkan mereka berdua sendiri an. tak terasa air mata aurel sudah luruh melewati pipinya saat membayangkan masa depan mereka. saat melihat nathaniel aurel yakin saat besar nanti dia akan bisa melindungi adiknya.


aurel hanya berusaha terlihat tegar di depan kedua nak nya. .......

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


..


.


...


" kak nathan balikin ruby nya alin..... " teriak seorang balita perempuan yang sedang mengejar balita cowok yang membawa sebuah bonek beruang seukuran dirinya.


" kejar kaka alin........ " jawab jawab balita cowok dengan terus berlari.


" mama liat kak nathan nakal" kata balita cewek dengan mulut yang dimonyongkan.


" nathan kasih in ruby nya ke alin entar mommy nya pulang marah lo ke nathan" jawab seorang cewek yng sedang memasak.


dan saat berada di pintu balita cowok menubruk sepasang kaki.


" kaka ga boleh gitu dong ke ade kan kaka tau adek ga boleh kecapean. "


ternyata yang di tubruk barusan adalah sepasang kaki milik aurel.


" maaf mommy kaka maen maen aja ama ade"


aurel menggendong balita cowok itu yang tak lain adalah nathaniel.


" em sini... sini sama mommy juga ade.... jangan marah ya sama kaka nya-


nanti ga punya temen lo" nathan langsung menyerobot perkataan aurel


aurel duduk di depan TV dan memangku kedua anaknya.


" loh udah pulang aurel? " tanya seorang yang di panggil mama tadi oleh kedua balita tadi.


" udah xel..... em bram belum dateng....? " tanya aurel kembali.


axel memang di panggil mama oleh baby twins. sedangkan Maria di panggil bunda oleh baby twins.


aurel membiasakan baby twins memanggil mereka seperti itu karna aurel sering menitipkan baby twins kepada keluarga Maria atau pun axel.


bran maupun radeo juga sangat senang dengan kehadiran baby twins.

__ADS_1


mereka seakan sudah melupakan tentang gabriel yang telah lama pergi tanpa kabar.


"kamu g kecapekan kan jagain twins? apalagi sekarang kamu lagi hamil" tanya aurel kepada axel


" engga lah malahan aku seneng bisa maen baren mereka.... iyh ga twins? "


" iyh dong ma.....


mom..mom... apa mommy udah ketemu ama deddy? "


pertanyaan itu keluar dari mulud mungil alin


aurel tau jika sebenernya twins membutuhkan sosok deddy dalam pertumbuhan nya namun mau bagai mana lagi dia tidak bisa memberikan itu semua untuk meraka.


" assalamu'alaikum " tiba tiba seorang laki laki masuk ke dalam rumah itu.


" pa pa..... " teriak twins barengan dan turun dari pangkuan aurel dan berlari menuju ke arah laki laki itu.


" aa..... "laki laki itu merentangkan tangan nya dan berjongkok.


" kalian kangen papa ya? " kata laki laki itu


" tidak.... kami mau hadiah nya... soalnya pa pa udah janji bawain banyak coklat buat kita" kata alin kepada pria itu


" coklat dek"


" terserah aku kaka" kemudian kembali memeluk laki laki itu setelah menatap sinis kaka nya


" Ohh papa bram lupa........ kalo alin dan nathan cium papa dulu mungkin coklatnya mau datang"


langsung saja twins mencium pipi bram di kanan dan kiri


" bawa masuk za"


kaya bram kepada sopirnya


reza sopir bram membawa masuk empat kantung kresek yang berisi kan coklat dan juga eskrim.


" jangan banyak banyak" peringat aurel kepada twins..


bram yang memeluk twins langsung saja mengangkat tubuh mungil alin dan menuntun tangan mungil nathan kemudian berjalan menuju istrinya.


" hay anaknya papa ...... kalian pasti pingin segera keluarkan? " kata baram yang berjongkok untuk berbicara kepada anaknya yang sedang berada di dalam perut axel.


" papa dedek bayi nya lagi asik maen bola di dalem.... katanya kalo udah keluar mau maen bola ama kaka" saut nathan


mereka para orang dewasa tertawa dengan perkataan nathan barusan


" ayo sayang kita pulang..... papa bram capek mau istirahat. "


" ayo mom... " kata nathan dan melepaskan tangan nya dari bram. alin pun juga melepaskan pelukan dari bram lalu menyusu kaka nya menuju mommy nya.


" coklat ama eskrim nya bawa semua ya mom"


" jangan sayang..... biar disini aja kan besok kesini lagi"


" Oke mommy"


aurel pun menggendong alin dan menuntun koper baby twins yang berisikan ruby . ruby adalah boneka kesayangan alin dan dia selalu membawanya kemana mana. nathan tidak bisa tidur jika tidak di dekat ruby katanya dia mau selalu didekat ruby karna dia sama saja menjaga alin. sedangkan alin tidak bisa tidur jika tidak di peluk oleh kaka nya.


itu sebabnya kemanapun alin pergi dia akan selalu membawa koper kecil yang dia sebut sebagai rumah ruby.


nathan pun selalu naik di atas koper ruby.


sebenarnya koper itu bisa berjalan sendiri tapi karna yang menaiki adalah nathan yng berusia 5 thun membuat aurel terus menuntunnya agar selalu dalam pengawasan.


sesampainya di mansion aurel kaget dengan ber parkirnya sebuah mobil di depan mansion.


ternyata itu adalah mobil........


**************


Oke maaf buat kalian karna ceritanya banyak yng di singkat singkat....

__ADS_1


Terima kasih telah mampir untuk baca


see you....... 🥰


__ADS_2