
Hi maaf yh jarang up cerita soalnya lagi ribet banget ini.....
oke makasih udah sampe sini kalian....
kita lanjut aja yh....
jangan lupa banyak typo jadi mohon di maklumi yh....
**********
Satu minggu kemudian.......
"Jangan ada yang ngasih tau aurel..... "
" Emang kenapa sih..... Aurel berhak tau..... "
" Jangan lebih baik dia ga tau soal kabar ini... Ini hanya akan ngerusak kebahagiaan nya"
" Tapi kalau Aurel tau sendiri gimana? "
" Itu di luar jangkauan kita "
Itu lah perdebatan yang di lakukan oleh lima orang yang berada di dalam restoran mewah.
**********
Rena (g'crops)
Aku otw rumah kamu rel
Me
Aku di rumah kok
Aurel menutup HP nya dan kembali merawat bunga yang ada di taman belakang. Ke adaan mansion pun sudah berubah drastis. Satpam penjaga pun sudah ganti .
" Yang bener sayang ini rumahnya " Tanya seorang laki laki yang baru saja masuk ke dalam halaman mansion yang di penuhi dengan bunga mawar di sekeliling nya.
" Iyh sayang ini rumah nya"
"Begitu banyak perubahan di sini...... Mungkinkah Aurel yang mengubah semua ini......oh mustahil mungkin Aurel sudah bahagia dengan azrul dan menyewa pembantu untuk rumah ini" Batin laki laki itu
" Silakan masuk tuan nyonya.. . . . Nyonya ada di dalam" Kata satpam yang barusan membukakan pintu Gerbang.
Perempuan yang datang bersama pria itu menghubungi pemilik rumah ini
" Hey aku sudah di depan rumah mu"
" Masuklah aku ad di belakang"
"Oke aku akan tunggu di ruang tamu"
" Oke aku akan segera ke sana"
Perempuan tadi menggandeng pasangannya dan masuk ke dalam mansion
"Kaka......mana eskrim nya itu papa kasih buat aku.. . . .. . " Alin berlari dengan terus merengek kepada kaka nya
" Endak dek papa kasih ini buat kaka.. . . Lagian adek udah habis banyak.adek ga boleh makan banyak banyak nanti adek sakit lagi"
Brukkk
__ADS_1
Nathan menabrak seseorang
" Maaf om.. . . Kaka alin ga sengaja" Kata alin yang menolong kaka nya yang terjatuh
" Oh tidak apa apa sayang " Jawab rena
"Dek masuk kamar" Perintah nathan kepada alin.
Nathan sedikit familiar dengan wajah pria itu tapi dia tidak tau pernah melihat di mana tapi perasaanya sedikit ga enak.
Rena dan tunangan nya sedikit bingung dengan sikap nathan yang tiba tiba jadi tegas.
" Alin berlari menuju ke arah wanita yang baru saja masuk ke ruang tamu"
" Ada apa sayang.. . . " Tanya Aurel yang mendapati putrinya memeluk kakinya.
" Kaka meninggikan suaranya"
" Kaka.. . . . " Kata Aurel sedikit tegas
" Maaf ren. . . . . . Anak aku emang gini"
" Gapapa kok rel"
Aurel terus mengamati laki laki yng sedang memunggunginya karna seperti pernah mengenalnya.
" Oh iyh rel ini calon suami aku"
Deg
Jantung Aurel seketika terasa berhenti saat sosok pria yang tadi memunggunginya kini telah berbalik menghadapnya. Dengan perasaan yang begitu hancur kini kedua mata Aurel terasa di penuhi dengan cairan bening.
" Sebentar ku akan mengantar anak ku ke kamar dulu" Kata Aurel yang ingin menutupi air mata nya yang akan jatuh.
" Oh okey"sekarang terasa sakit mau
" Adek ama kaka ke kamar yah" Ajak Aurel ke pd twins.
Aurel terus menahan gejolak hati yang terasa sakit maupun bahagia karna bisa bertemu lagi dengan Gabriel.
" Maaf barusan aku tinggal"
" Oke ga papa "
" Oh iyh aku kenalin lagi yah.....ini calon aku Gabriel "
" Gabriel "
Dengan dada yang sesak Aurel menggapai tangan Gabriel
" Aurel, Aurel azkandariah"
" Dimana suamimu? " Tanya Gabriel
" Dia udah pergi.. . . Mungkin sudah mati"
Jawab Aurel dengan sedikit tersenyum meskipun hambar.
" Jadi kau single parents? " Tanya rena
" Maybe.. . . . "
__ADS_1
" Oh yah kalian mau minum apa? " Tanya Aurel untuk mengalihkan pembicaraan
" Kami akan segera pulang jadi ga usah repot repot.. . . . "
" Baik lah"
Kemudian Gabriel mendapatkan telfon dan pamit keluar untuk mengangkat telfon nya.
Rena dan Aurel terus bercerita dengan bahagia yah setidak nya itulah yng terlihat dari luar tanpa ada yang tau Aurel begitu hancur di dalam nya.
" Ren aku ada meeting jadi kita pulang sekarang atau akan tinggal di sini dulu? "
" Kita pulang saja "
" Baik lah kita akan pulang dulu yah rel"
" Iyh "
" Kalau begitu kami permisi dulu au.. .. Maksud saya nyonya Aurel.. " Kata Gabriel kepada Aurel.
" Silakan el.. Maksudku PRESDIR EL" Jawab Aurel dengan sedikit menekan kata presdir EL.
Aurel mengantar kan tamu nya itu sampai di pintu dan membiarkan mobil Pajero hitam itu kelurahan dari pekarangan rumah nya. Saat sudah tak terlihat lagi mobil itu di penglihatan Aurel tiba tiba saja Aurel luruh di depan pintu. Aurel sudah tidak bisa lagi menahan rasa sesak yang ada di dalam hatinya.
Pria yang selalu di harapkan kehadiran kini telah datang kembali namun bukan sebuah kebahagian yang telah lama di nanti melainkan luka baru yang begitu dalam di goreskan di hati nya.
Pria yang slalu di tunggu nya kini datang membawa penghianat janji yng ia ucapkan. Aurel menangis sejadi jadi nya di depan pintu.
" Sakit EL.. .. . .. Kenapa kamu memberi luka seberat ini.. .. . . . Lebih baik aku kau bunuh dari pada aku kau sakiti dengan luka yang tk berdarah ini"
nathan dan alin turun dan mencari mommy nya karna mereka mendengar suara mobil yang menjauhi rumah nya.
" Mommy. . . . .Mommy kenapa? " Tanya nathan kepada Aurel.sesangkan alin sudah ikut menangis dan memeluk Aurel.
Aurel tersebut saja menangis seakan lukanya sangat sakit. Itulah yang di rasakan oleh nathan dan alin yang mendapati Aurel sedang menangis tanpa henti.
Aurel tidak pernah menunjukkan saat dirinya lemah kepada anak anak nya dan ini kali pertamanya Aurel re l menangis tanpa henti di depan anak anak nya.
nathan trus berfikir apa yang telah terjadi sehingga membuat mommy nya yang begitu kuat menangis dengan sangat buruk seperti ini. Aurel tiba tiba saja jatuh pingsan nathan yang bingung pun segera menelpon mama dan bundanya.
" Halo.. . . " Suar di sebrang sana
" Ma. . . . . .. . Mommy pingsan ma.. . . . ." Kata nathan dengan suara bergetar. Nathan berusaha untuk tidak menangis supaya dia bisa menjadi penguat buat adiknya.
" Kenapa bis ka.. ... . . Kaka jagain adek nya yah.. ..Mama sama papa langsung ke sana "
" Iyh ma kaka tunggu. . . . "
" Kaka yang kuat yah jangan nangis " Kata axel yang mengetahui kalau nathan menahan tangis..
" Kaka kuat kok ma. . . . Kaka ga nangis entar kalo kaka nangis mommy sedih karna kaka ga bisa jadi penguat buat adek " Jelas nathan yang suara nya semakin bergetar.
Sedangkan di sebrang telefon sangat terharu dengan ucapan nathan. Seorang bocah lima tahun yang di paksa menjadi dewasa oleh keadaan. Axel tau kalau sebenernya nathan itu rapuh kayak mommy nya yang trus berusaha tegar di depan semua orang.
Nathan memeluk tubuh mommy nya dan juga alin karna alin ga mau berhenti menangis.
" Kita bawa mommy kamu ke rumah sakit" Kata bram dan kemudian mengangkat tubuh Aurel untuk masuk ke dalam mobil nya.
***********
tetap stay yah di cerita ku ini...... jangan pernah bosen buat nunggu kelanjutan ceritanya.... oke thanks buat semua nya...
__ADS_1