
Hi....... hari ini aku up lagi yh.....
maaf lama ga up ceritanya 😁😁
salam kangen dari author yh
jangan lupa like oke......
*****************
Gabriel sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam kotak tersebut....
" el sudah ketemu tempatnya... " teriak bram yang sedari tadi melacak keberadaan Toni si bodyguard yang mengawasi aurel. ....
" biarkan saja...... "
" bagai mana bisa begitu hemmmm.... kau sudah gila el...... dia sedang mengandung anak mu dan dia kini sedang di culik dan kau...... kau malah bilang biarkan saja.... " teriak bram dengan nada tinggi
" meraka bukan anak ku... " jawabnya frustasi
dia berjalan dan meletakkan kotak yang tadi di lihat nya ke depan bram..
" kau percaya dengan semua ini..... "
tanya bram....
isi kotak itu adalah foto seorang gadis yang sedang bersetubuh dengan seorang laki laki yang dia kenal. laki laki itu adalah azrul dan gadis yg ang bersamanya itu adalah aurel istrinya sendiri.
dalam kotak itu juga mengatakan kalau itu adalah foto pada tanggal 12 april yang jika di hitung adalah lima bulan lalu dan bertepatan dengan senggang sebelum aurel hamil.
" gila lo el..... lo percaya dengan ini semua....... mana mungkin aurel bisa kayak gitu.... mikir el....... mikir.... " bentak bram lagi.
" dah lah ga tau gue...... rumit menurut gue... "
frustasi Gabriel.
********
disini , di tempat ini aurel sedang tertidur oh bukan......tapi aurel pingsan dan baru sadar saat seorang pria membuka pintu kamar nya.....
" apa mau mu? " tanya aurel kepada pria itu.
" yang ku mau adalah dirimu... " jawab pria itu
" karna kamu sudah sadar kamu boleh pulang..... anak buahku akan mengantarmu pulang.... " lanjut pria itu.
" lalu untuk apa kamu menculik ku.. "
" tidak ada.. "
kemudian aurel menurut saja saat pria itu mengajak aurel keluar dari kamar itu dan mengatakan akan mengantarkan nya ke kediaman Gabriel.
saat sampai di gerbang aurel bingung karna dia tidak tau mengapa mansion nya terlihat sangat sepi, dan juga aurel pun pergi sejak pagi mengapa Gabriel tidak mencarinya.......
aurel hanya pasrah saja dengan keadaan nya saat ini. dia berpikir mungkin Gabriel sangat sibuk.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
4 BULAN KEMUDIAN
Sampai saat ini pun aurel tidak mendapat kabar dari Gabriel. aurel hanya terus berpikir positif karna setiap seminggu sekali bram datang ke mansion milik aurel itu bersama istrinya.setiap aurel tanya tentang Gabriel selalu saja bram jawab dengan kata" aku tidak tau au".
sekarang di ruang bersalin aurel sedang berjuang antara hidup dan mati disaat dulu dia bermimpi akan di temani oleh Gabriel saat bersalin , kini dia hanya bisa berharap Gabriel datang menghampiri nya.
" sayang nanti jika aku bersalin apakah kau mau menemaniku?.... " tanya seorang wanita kepada suaminya
" tentu saja sayang....... aku akan menemanimu hingga jagoan kita lahir.... " jawab sang suami
" jika anak kita perempuan mau di kasih nama siapa? " tanya wanita itu lagi
"yang pasti nama nya bakalan cantik"
" bagai mana kalau anak kita kembar? "tanya wanita itu lagi
" aku akan menamainya dengan reyhan dan reyfan... kalau cewek cowok akan aku beri nama nathaniel dan natalien saja....apa kau suka?"
" tentu saja.... " jawab wanita itu dan langsung mengeratkan pelukan nya di dada bilang suaminya. didepan sinar matahari yang semakin sirna suami istri itu berpelukan tanpa ada rasa ingin melepaskan satu sama lain..
flashback off
" el kamu kemana ini anak kita udah lahir" sebutir cairan bening mengalir di pipi aurel yang sedari tadi di basahi oleh keringat. rasa lelah dan semua kekhawatirannya berubah jadi bahagia saat melihat wajah kedua bayinya.
di luar ruangan bram dan juga istrinya yang tak lain adalah axel ikut terharu melihat keadaan aurel karna mereka tau apa penyebab Gabriel hilang selama ini
" dimana aurel...... " suara seorang cowok cewek atau lebih tepatnya suara sepasang suami istri yng baru saja datang untuk mengetahui keadaan aurel
" dia di dalam Mar.... semua nya lancar.. tapi... " jawab bram
" tapi apa bram? " bukan Maria yang menjawab perkataan bram melainkan radeo suaminya Maria
"nanti kamu pasti tau sendiri" jawab bram frustasi
setelah bersalin aurel di bawa ke ruangan pasien.
aurel begitu meratapi hidupnya baru saja dia mendapatkan kebahagian tapi mengapa Gabriel tak kunjung datang menemuinya. aurel selalu memaksakan pikiran nya untuk berfikir positif disaat hatinya terus berkata bahwa Gabriel sudah melupakan nya.
saat aurel sibuk dengan pikiran nya di atas ranjang dia di kejutkan dengan suara pintu yng di buka.
__ADS_1
" maaf nona aurel ada hal yang ingin saya bicarakan "
" silakan dok" jawab aurel kepada dokter yang berdiri di hadapan nya
" suara memang berjalan dengan lancar tapi........ " dokter itu tidak bisa melanjutkan perkataannya karna sedikit kasian melihat seorang wanita di depannya ini meskipun dokter itu tau kalau wanita di depannya ini adalah wanita yang kuat.
" tapi apa dokter...? "
" anak keduamu tidak sehat.... tubuhnya sangat lemah dan saat pemeriksaan dia juga cacat"
terasa teriris hati aurel tatkala mendengar penuturan dokter itu tantang anak perempuan nya.
butir demi butir air matanya mengalir hingga deras. dia turun dari ranjang pasien dan menggendong putri kecilnya yang sedang tertidur di tempat bayi yang berada di sampingnya.
dalam pelukan yang mendalam aurel terus menangisi keadaan anaknya dari terlahir tanpa di temani seorang ayah dan kini dia harus menanggung beban yang sangat berat di saat dia baru lahir.
" bagaimana putriku tumbuh .... "
" bagai mana hiks...hiks...keadaannya yang lemah bisa hiks...hiks...ber...bermain dengan teman teman nya...hiks..hiks...."
" bagaimana ......bagaimana dia.....hiks...hiks...menerima keadaanya yang lumpuh...."
aurel bersimpuh di lantai dan mendekap putra putri nya sembari air mata terus mengalir membasahi pipinya. dia terus memikirkan masa depan kedua anak nya.
"arghhhhhhh...... hiks... hiks.... "
teriak aurel dalam tangisnya.
semua orang yang di luar kamar Aurel pun masuk ke ruangan aurel.
dokter tadi? dokter tadi sudah keluar sebelum Aurel menggendong anaknya.
" ada apa au? " tanya Maria yang baru saja masuk lebih dahulu.
Maria begitu miris saat melihat keadaan aurel saat ini.. dulu gadis ini begitu ceria dan periang... dia pikir dengan berubahnya Gabriel Maria berfikir aurel akan bahagia lagi selamnya tapi ternyata salah aurel kini semakin terpuruk dalam kesedihan.
" anak ku mar... anak ku..... anak ku cacat..... bagaimana... hiks.... hiks.... anak ku bisa bertahan..... dia hiks... hiks... sudah menjalani hidup yang berat Mar.... "
" hus..... hus...... diem yah au...... kita semua ada disini... kita akan bantuin kamu au... " jawab Maria yang terus memeluk aurel yang berada di lantai dengan kedua anaknya.
" b*ngsa*t lo el.....lo tega ninggalin aurel dalam ke adaan kayk gini .......dan lebih milih percaya sama bukti konyol itu" kata Bram dalam hati.
" Gabriel Mar.. geb.... "
" udah lupain cowok brengsek itu..... lo pasti bahagia tanpa dia au.... lo harus kuat demi mereka.. " kata axel dan langsung memeluk dua sahabatnya tadi
mereka begitu khawatir dan kasian akan keadaan aurel saat ini.
tanpa sadar pun bram dan radeo ikut meneteskan air matanya.
memang benar bram tak lagi tau keberadaan Gabriel sejak kejadian itu. kejadian dimana Gabriel mendapatkan kotak itu. bram juga melepaskan diri atau lebih tepat nya mengundurkan diri dari posisi apa pun yng bersangkutan dengan Gabriel.
* brakkkk*
pintu ruangan aurel di dorong oleh seseorang.
" au.....
******************
oke maksih buat kalian yng udah baca sampai ke eps ini...... jangan lupa tekan like nya yah
oke dah maksih...... semoga kalian suka ama alur cerita nya
aku ga jadi rubah alurnya ke anaknya Gabriel kok tokoh utamanya tetep aurel kok jadi semangat yh buat ngertiin cerita ku yang rumit...
maaf yh kalau ceritanya ga buat kalian menyatu ama ceritanya karna juga ini pertama kali aku nulis cerita
oke dada para readers yang comel🥰
__ADS_1