Luka Yang Tak Berdarah

Luka Yang Tak Berdarah
eps 9


__ADS_3

Aurel juga langsung memperkenalkan dirinya dan memilih untuk berpura-pura tidak mengenal Presdir Shu.


Presdir yang memiliki nama panjang ' SHU LIANG ' yang pernah memiliki hubungan spesial dengan Aurel sekaligus orang yang menyakitinya.


sudah sekian lama aurel menghindar untuk bertemu pria ini namun Gabriel malah membawanya untuk menghadiri lunch bersama pria ini.


"aku mau ke kamar mandi dulu " bisik aurel ke Gabriel


"silakan saja"


saat baru keluar dari kamar mandi aurel telah di hadang oleh shu niang. entah apa tujuannya aurel hanya ingin menghindari nya. aurel mencoba melewatinya dengan berjalan di sisinya tapi tiba tiba shu niang berkata sesuatu.


" mengapa kau pura pura tidak mengenaliku? apa suami juga tidak mengetahui hubungan kita di masa lalu? "


" diam kau..... hubungan kita adalah masa lalu jangan pernah mengungkit ungkit masa lalu itu!..!"


"apa kau masih mencintai ku aurel? "


" jangan harap! mencintaimu adalah kesalahan ku . mengapa dulu aku tidak pernah menyadari sifat mu yang busuk"


hati aurel semakin tidak ter kontrol semua ingatan di masa lalu nya kembali berputar di kepalanya


```flash back on```


" hey sayang apa kau tidak mencintai aurel lagi? "


tanya seorang cewek yang berada di dalam sebuah rekaman.


" sebenarnya bukannya aku tidak cinta lagi aku hanya sekedar bosan dengan dia "


jawab lawan bicaranya


" lalu bagai mana dengan aku? "apakah aku hanya sekedar pelampiasan? " tanya cewek itu kembali.


" bukan begitu sayang... kau yang akan aku nikahi soal aurel aku masih tidak tega untuk mutus kan hubungan ku dengan nya. lagi pula dia juga masih bisa kita manfaatkan" jawab lawan bicara cewek tadi.


cewek yang berada di rekaman itu adalah sepupu aurel sendiri dan lawan bicara sepupu aurel itu tidak lain adalah kekasih aurel yaitu shu niang.

__ADS_1


aurel begitu kecewa mengapa harus dea sepupunya yang menjadi selingkuhan shu niang. aurel begitu dekat dengan dea tapi dea menusuknya dari belakang.


aurel terus menonton video yang dikirim dea ke ponselnya. video itu di buat di apartemen dea. mengapa baru sekarang aurel tau kalau shu niang selingkuh.


baru saja selesai melihat video dea dan shu niang yang di akhiri dengan kemesraan mereka dea tiba tiba menelpon aurel


" gimana au...? sakit yh....maaf... "


suara dea di sebrang sana yang bernada penyesalan tapi hanya di buat buat oleh nya karna di detik berikutnya dea langsung tertawa dengan puas nya.


" mengapa kau lakukan ini kepada ku? apa salahku kepadamu de? "


" apa yang aku lakukan.... aku hanya menemaninya sebagai teman ranjang.... ups bukan ternyata aku yang di cintainya... hhhh.. "


" sudah seharusnya kau menderita au..... kau selalu mendapatkan pria yang ku cintai... kasih sayang kakek pun hanya untuk mu.... " dea meneruskan pembicaraan nya


aurel tidak tau selama ini yang mendekatinya itu adalah pria yang dicintai dea selama ini... memang sejak sma kalau aurel bilang sedang menjalin hubungan dengan pria dan aurel memberi tau nama pria itu dea selalu berubah sikap pada aurel.


dulu yang aurel tau hanya deon pria yang di cintai oleh dea tapi deon malah menembak aurel.


" aku ingin tau seberapa hancurnya dirimu saat kau kehilangan orang yang kau cintai di saat sayang sayang nya"


setelah itu aurel memutuskan untuk membatalkan pernikahan nya dengan shu niang. sebenarnya shu niang tidak keberatan ats pembatalan pernikahannya. lagi pula perasaan shu niang kepada aurel juga sudah memudar.


````flash back off```


" khemm..... " Gabriel berdehem untuk memecahkan keheningan.


"mengapa kau di sini? " aurel bertanya kepada Gabriel karna tadi Gabriel sedang berbincang dengan investor di perusahaan nya.


"seharusnya aku gang bertanya kepada mu mengapa kau ada di sini dengan tuan shu? "


aurel bingung harus bagai mana . aurel takut jika Gabriel mengetahui tentang masa lalunya dengan shu niang. bukan karna apa dia hanya tidak mau mengingat tentang masa lalu yang kelam itu.


"mungkin dia ingin menggoda mantannya ini lagi " jawab shu niang dengan di akhiri senyum yang meremehkan


" mana mungkin istri saya melirik mantan yang standar nya saja sudah di bawah saya , jelas tidak mungkin tuan shu.... yah sudah saya pergi dulu " jawab Gabriel dan menarik tangan aurel pergi dari tempat itu.

__ADS_1


shu niang hanya bisa menggertakkan giginya atas penghinaan yang di lontarkan oleh presdir el yang tidak lain adalah Gabriel. memang benar mana mungkin aurel akan memandang pria lain sedangkan yang sekarang menjadi suaminya adalah incaran para wanita diluar sana. soal bisnis dia juga termasuk pebisnis yang sangat populer.


Gabriel pergi dengan menarik tangan aurel. mereka tidak meneruskan lunch nya bersama tuan shu. aurel awalnya sangat senang atas pembelaan yang di lontarkan oleh Gabriel, dia kira Gabriel membelanya karna percaya kepadanya namun ternyata.....


" kau jangan GR dulu aku membelamu karna reputasi ku yang di pertaruhkan. apa jangan jangan kau memang benar benar menemuinya karna ingin kembali dengan nya lagi? "


aurel hanya bisa meratapi nasibnya tana sadar air telah menetes dan membasahi pipi nya.


"segitu buruknya kah aku di matamu?"


aurel langsung pergi meninggalkan Gabriel yang kelihatannya sedikit gelisah. tanpa di sadari Gabriel aurel sudah tidak ada di belakang nya lagi.


" kemana dia sekarang" Gabriel bertanya kepada dirinya sendiri dan mulai mencari aurel di sekitar.


sudah setengah jam Gabriel mencari aurel namun tidak menemukan nya. Gabriel sudah mencari disekitar restauran tapi tetap saja tidak ada. mau di telfon pun percuma karna hp ada di tangan Gabriel saat ini.


tiba tiba pandangan Gabriel fokus pada seorang gadis yang berada di atas gedung restaurant.


"apakah itu aurel? "


dengan perasaan penasaran nya Gabriel naik ke atap restaurant,dan ternyata benar itu aurel. aurel sedang tertunduk dan menangis di tepi.


"bawakan makanan ke atap restauran..!!?" perintah Gabriel ke orang yang berada di sebrang telepon.


Gabriel berjalan mendekati aurel . aurel yang menyadari kedatangan seseorang langsung menoleh kebelakang.


" mengapa kau kesini? "


belum sempat Gabriel menjawab pertanyaan aurel seorang pelayan membawakan senampan makanan.


" makan! " perintah Gabriel


" tidak... aku tidak lapar... "


" aku tidak Terima penolakan! "


dengan paksaan yang sangat lama aurel baru mau makan. aurel juga memaksa Gabriel makan karna mereka berdua sama sama melewatkan makan siangnya. entah mengapa perasaan Gabriel terasa seperti sangat baik sehingga dia banyak tersenyum. aurel yang melihat senyum Gabriel yang hanya sekilas ikut bahagia karna pasalnya Gabriel tidak pernah tersenyum sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2