
"dasar... " gumam Gabriel dengan senyum yang mengembang.
Gabriel kemudian juga turun dari mobil dan menyusul istrinya masuk rumah kelurga nya.
"mengapa pipi istrimu sangat merah? apa yang kau lakukan padanya? " tanya mama Gabriel yang sedari tadi berdiri di pintu sejak aurel masuk ke dalam rumah.
" tidak ada ma.... aku tidak melakukan apa apa"jawab Gabriel dengan sedikit senyuman dari bibirnya dan berlalu menyusul istri kecilnya tadi.
" tidak ada apa apa tapi dia tersenyum.... dasar memang.... kau masih seperti anak anak el... " gumam mamanya Gabriel dan setelah itu ikut masuk ke rumahnya sendiri...
" apa yang di lakukan el padamu au? apakah dia sangat jail saat di rumah? "tanya papaya Gabriel kepada aurel.
" tidak ada apa apa pa.... " jawabnya dan tetap menunduk karna malu untuk menatap Gabriel.
setelah itu mereka berempat makan dengan tenang tanah ada suara kecuali dentingan sendok dan garpu.
claudia mama dari seorang Gabriel adalah seorang pengusaha butik yang ternama. papa rendy juga tidak pernah melarang mama claudia untuk bekerja karna mengelola butik adalah hobby nya. sedangkan papa rendy adalah seorang pengusaha yang ternama.
(back to topik... )
setelah makan malam mereka berbincang bincang hingga lupa waktu. dan jam sudah menunjuk kan pukul sebelas malam.
" lebih baik kalian menginap saja karna ini sudah terlalu malam jika kalian pulang... " kata mama claudia
" betul kata mama mu itu el" lanjut papa rendy
" tidak usah ma lebih baik kita pulang aja " jawab Gabriel.
" kau ga kasian lah melihat istrimu itu? jika kau tetap ingin pulang... lebih baik kau pulang sendiri saja biarkan menantuku tetap disini karna ini sudah malam" mama claudia mulai mengomel
" ga papa kok ma aku pulang aja" jawab aurel
" tuh kan orang nya aja ga papa"
" udah yah el kamu kalo mau pulang, pulang aja tapi jangan bawa istri mu karna diluar sangatlah dingin... "
" tapi ma....... " jawab Gabriel
__ADS_1
memang mama claudia itu termasuk tipe orang yang ga mau ngalah dan itu pun juga menurun ke anak pertama nya ini yang tidak lain adalah Gabriel.
" ga usah tapi - tapi an.... kau nurut sama mama yah au..... suamimu itu mamang keras kepala" kata claudia dan langsung menarik tangan aurel untuk naik ke lantai dua tempat kamar Gabriel terletak
' bukan kah dirinya juga sama keras kepalanya' suara hati seorang suami sedang berbicaraš
siapa lagi kalau bukan Gabriel dan juga rendy.
" yah sudah lah lebih baik aku pulang.. "
" apakah kau akan meninggalkan istrimu di sini? " tanya papa rendy
" aku hanya ingin mengambil leptop dan berkas berkas yang ku butuhkan untuk meeting besok pagi....yah sudah pa aku pergi dulu assalamu'alaikum... "
" waalaikumsalam" jawab apa rendy
disisi lain di kamar Gabriel yang lebih tepatnya sekarang sedang di isi oleh seorang wanita yang tak lain adalah aurel. aurel berpikir jika Gabriel benar benar meninggalkan nya karna alasan meeting besok pagi.
" yah sudahlah jika dia pergi lebih baik aku sekarang istirahat saja....... eh tunggu....... kayak ada yang kurang? tatapi apa yah?" monolog aurel
" oh iyh aku harus ganti pakaian ,tapi apa yang harus aku pakai untuk tidur...... "
semua yang ada di kamar Gabriel membuat aurel merasa Gabriel ada di sampingnya. apalagi bau harum yang terhirup oleh hidung aurel mulai dari peralatan mandi sampai bau ruangan pun masih sama seperti bau harum Gabriel.
saat di walk in closet aurel memilih kaos warna abu abu. kaos itu memang ukuran yang paling kecil tapi mampu menenggelamkan tubuh aurel
" tuh kan.... sekecil kecilnya ukuran baju el pasti bakal kebesaran jika aku yang pakai...."
" eh tapi dia marah ga yah bajunya aku pake? ga mungkinlah dia marah.... kan aku istrinya lagi pula dia juga ga ada di sini... " monolog aurel sejak keluar dari walk in closet.
* seperti inilah gambaran aurel saat memakai kaos milik Gabriel*
tanpa dia sadari Gabriel sudah berada di dalam kamarnya.
" laillahaillallah....... allahuakbar....anak kodok makan kucing...... " latah aurel yang tiba tiba di hadapannya sudah ada seorang laki laki yang menjulang tinggi yaitu suaminya sendiri.
__ADS_1
" mana.... mana...... kodok makan kucing? " tanya Gabriel yang mukanya sudah celingak-celinguk mencari keberadaan kodok yang di sebut kan oleh aurel.
" bwahaha......... "aurel langsung tertawa karna melihat gelagat Gabriel yang menanggapi ucapan aurel dengan serius.
" kenapa kau malah tertawa au..? " tanya Gabriel karna aurel tanpa hentinya tertawa.
" kau sangat lucu........ mana ada kodok makan kucing .... bwahaha..... " aurel kembali tertawa hingga perut nya mungkin sakit karna kebanyakan tertawa.
" lah kau tadi yang bilang..... " kini Gabriel makin bingung.
ini Gabriel yang terlalu gimana apa memang bodoh mana ada kodok makan kucing𤣠~ author~
" lah tadi aku latah karna.... " aurel mengingat kembali kenapa tadi dia bisa latah.
setelah ingat aurel langsung merubah raut wajahnya menjadi garang
" aku latah karna kau tiba tiba berada di depan ku. bukan nya kau tadi mau meninggalkan ku? bukan nya kau sudah naik mobil? trus kenapa kau ada di sini? untuk apa kau kembali? dan..... " ucapan aurel terpotong karna Gabriel sudah membuat mulut aurel dengan tangan nya.
" au..... est.... sakit " rintih Gabriel yang tangan nya di gigit oleh aurel...
" kenapa kau menggigit tangan ku? " sambung Gabriel.
" salah siapa kau membekap mulut ku" jawab aurel dengan menunjukkan wajah kesalnya.
" makanya kalau ngomong tuh kasih koma jangan nerocos mulu. tanya juga satu satu jangan kayak kereta api gitu.... " jelas Gabriel.
" aku naik mobil tadi rencananya mau ambil leptop tapi ga jadi karna aku sudah menyuruh bram untuk mengambilkannya. sedangkan mengapa aku kembali? karna ini rumah ku dan ini juga kamarku.... " sambung Gabriel lagi.
" emmm.... emmmmm...ini...... " aurel yang ingin minta ijin memakai bajunya jadi sedikit gugup
" oh yh yang kau pakek juga baju ku...jadi..... " Gabriel terus memandangi aurel karna aurel lucu banget saat memakai kaos milik nya. dari tadi pun Gabriel sudah memperhatikan aurel dari ketawa nya, perubahan raut wajah nya, itu sangat menggemaskan. ingin sekali Gabriel menerkamnya sekarang.
aurel yang dipandang seperti itu merasa tidak nyaman sekaligus tidak aman.
" mengapa kau melihat ku seperti itu... " sekarang raut wajah aurel sudah berubah ketakutan
"jadi........ semua yang disini milik ku termasuk juga.......... KAU"Jawab Gabriel dengan sedikit demi sedikit maju.
__ADS_1
aurel yang terdesak pun berjalan mundur.tanpa di sadari dia sudah di pintu walk in closet. aurel yang sekarang telah terhimpit oleh tubuh Gabriel dan pintu walk in closet semakin waspada. jantungnya berdetak tidak karuan. aurel bingung ini perasaan takut apa perasaan yang lain karna ini sangat aneh.
dan kemudian...............