Luka Yang Tak Berdarah

Luka Yang Tak Berdarah
eps 30


__ADS_3

hi.... buat kalian yang masih stay bentar kagi tamat kok.... maksih yh udah baca sampai sini


********


Kasus bunuh diri itu kini sudah jadi kenangan bagi seorang Gabriel. Gabriel yang tak berdaya akan kecelakaan itu semakin merasa bersalah.


Udah 3 bulan ini Gabriel lalui sendiri rena istrinya lebih tepat nya mantan istrinya sangat kecewa dengan Gabriel . Rena beranggapan bahwa Gabriel pasti akan melakukan kesalahan yang sama . Setelah insiden itu rena tidak pernah kembali ke rumah Gabriel dan surat resmi perceraian datang satu bulan yang lalu.


*******


"Mommy" Teriak fahrez saat fitting baju pernikahan mommy dan deddy nya.


Iyh dia adalah Nathaniel fahreza putra dari aurelia azkandariah bersama Gabriel. Kecelakaan itu hanya buatannya, dia hanya ingin melupakan masa lakunya dan bahagia bersama twins. Kecelakaan itu juga hanya untuk memberikan pelajaran pada Gabriel.


Teman teman nya di indonesia juga sudah tau tentang rahasia ini. Rencana ini juga lancar berkat devan , devandra mahesvati. Kini meraka akan mengelar pernikahan nya


" Iya sayang"


" Adek ga ada"


" Kemana rez? " Tanya seorang laki laki tang berjas putih senada dengan gaun milik aurel.


" I do know ded" Jawab fahrez


Tiba tiba saja aurel mendapatkan telepon dari indonesia yang mengabarkan hal buruk.


Dia sangat tidak percaya akan hal ini.


" Ada apa au? "


" Bisa kita balik ke indo dev? " Tanya aurel dengan air mata yang sudah luruh di tanah.


" Just for you"


Devan tidak mendapatkan penjelasan apapun dari aurel dia juga tidak tanya pasal itu kepada aurel karna dia tau bahwa aurel sedang sedih saat ini.


Keesokan pagi nya aurel bersama devan dan twins sudah sampai di bandara. Mereka di jemput oleh maria dan radeo. " Bagaimana keadaannya sekarang mar? " Tanya autel langsung saat dekat dengan maria.


" Semakin memburuk karna itu penyakit lama"


" Kita langsung ke rumah sakit.. . " Ujar aurel yang kembali berderai air mata fan berjalan lebih cepat bersama maria.


" Ada apa sebenernya? " Tanya devan kepada radeo. Aurel sudah menitipkan twins kepada devan dan radeo karna mereka sedang tidur sedangkan aurel ingin segera sampai do rumah sakit.


Radeo menceritakan dari awal


" Jadi gini.. . . . . . .


**********


" Saat sampai di rumah sakit aurel langsung berlari menuju ruangan yang di sebutkan oleh maria. Disana sudah ada axel yang berjaga di depan pintu.


" Apa sudah membaik?" Tanya aurel kepada axel.


Axel hanya menggeleng kan kepalanya. "Sempai hari kondisinya semakin buruk"

__ADS_1


Seketika aurel langsung masuk kedalam ruangan tersebut di ikuti oleh axel dan maria yang baru saja sampai.


" Kenapa ga bilang? " Tanya aurel dengan di hiasi sesenggukan karna tangisan.


Pria yang berbaring tidak berdaya di atas ranjang pasien dengan bantuan oksigen untuk bernafas itu seketika menoleh. Tanpa sengaja air mata itu turun saat mendapati sosok wanita di depan nya.


" Ka.. . Mu. . . Kasih .. . . . Di sini? "


" Kenapa kamu ga jujur ke aku"


" Jang......ngan na.....ngis" Kata pria itu.


Aurel langsung saja memeluk tubuh itu dengan tangis yang semakin terisak dia tidak tau sejak kapan oria ini di diagnosa penyakit mematikan ini oleh dokter.


" Mohon maaf ini waktunya pasien istirahat " Kata suster yang baru saja masuk.


Aurel dan yang lain pergi meninggalkan oria itu untuk beristirahat. Di luar ruangan devan dan radeo sudah sampai. Aurel langsung saja menangis di pelukan devan.


" Nangis aja jangan di Pendem .. . . . Aku slalu ada untuk mu kok" Devan mengelus surai aurel.


" Sejak kapan dia dirawat bram?" Tanya devan disela menenangkan aurel.


.......Flashback.....


" Lo harus jadi saksi kasus nya aurel" Kata Gabriel kepada bram yang baru saja datang.


"Gua ga pernah kdrt "


" Tapi lo ninggalin dia waktu keberadaan Lo di butuhkan sama dia"


" Gua ga bermaksud"


" Lo kenapa"


" Eh... Gua baik baik aja " Jawab Gabriel.


( mana mungkin gua bilang yang sebenernya) batin Gabriel.


Bram melihat Gabriel seperti menahan kesakitan jadi bram memaksa Gabriel untuk ke dokter namun tiba tiba Gabriel tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya sehingga dia jatuh ke lantai.


Bram langsung mencari bantuan dan menelepon ambulans. Saat ambulans sampai Gabriel langsung saja di bawa ke rumah sakit.


RUMAH SAKIT***


" Sebenernya temen saya sakit apa dok? "


" Temen? "


" Lah iyh dok temen saya itu"


" Kirain pacarnya kayak di tv tv" Kata dokter muda tersebut.


" Apa dok? " Tanya bram lagi yang penasaran dengan pendengarannya apa mungkin dia salah denger.


" Tidak ada pak..... Ini teman anda sakit ****.penyakit mematikan ini sudah lama bersarang di tubuh nya. Kemungkinan selamat sepertinya sedikit..... Kayaknya teman anda juga melakukan pengobatan rutin rapi beberapa bulan sudah di tinggalkan makanya dia semakin parah. "

__ADS_1


" Terima kasih dok" Kata bram kemudian masuk keruangan tempat Gabriel.


" Ato kita ke kantor polisi sekarang gua udah baik baik aja"


" Lo ga baik el..... Lo sekarang anj*ng"


" Kita harus selesain ini segera bram.... Gua tau gua sekarat jadi ga usah di perjelas kalau gua lagi sekarat.... Dan gua masih bisa bertahan"


" Gua yang akan urus "


Seketika Gabriel mau di rawat di rumah sakit karna bram mau segera memberi penyataan di kantor polisi.


******Flashback off****


" Molai sejak itu dia di rawat... "


Bram juga sudah menjelaskan segalanya kepada axel, maria dan radeo. Selama ini yang menjaga gebriel adalah mereka karna rena telah pergi.


" Rena?" Tanya aurel reflek


" Pergi..... Dia menganggap Gabriel akan melakukan hal yang sama seperti kepada mu, mereka baru resmi bercerai satu bulan yang lalu.


" Alasan Gabriel dulu? "


" Kamu tanya langsung aja ya au soalnya kami di suruh menyembunyikan ini semua dari kamu "


" Iya aku akan tanya sendiri.... Tapi kenapa kalian baru kasih tau sekarang? "


" Ini permintaan Gabriel.... Dia tau kamu masih hidup saat kamu memberi tau maria dua bulan yang lalu.... Gabriel mendengar pembicaraan mereka..... Disitulah di tau kalo itu rencanamu untuk memberi nya sedikit pelajaran... Dan di saat itu juga dia memberitahukan alasan nya meninggalkan mu dulu. "


" Jadi bukan karna tidak percaya padaku? "


Aurel semakin terisak di pelukan devan. Sedari tadi devan menyimak pembicaraan mereka karna devan sendiri tidak tau masalah utu langsung.


Fahrez dan fairy juga terbangun dari tidur nya. Fairy begitu bingung dengan keadaan sekitar mengapa mommy nya menangis? Dan fahrez yang tidak ada di sekitar nya.


" Mommy... " Kata anak yang baru saja datang.


Fahrez tertidur di mobil jadi radeo dan devan meninggalkannya bersama sopir karna tidak mau mengganggu tidur fahrez.


Aurel segera menghapus aurel matanya.


" Sayang kalian temuin deddy kalian yh! Deddy kalian lagi sakit " Aurel membujuk anak anak nya untuk bertemu dengan Gabriel.


" Deddy sakit? " Tanya fairy polosnya kepada devan.


" Bukan deddy devan yang sakit sayang tapi deddy el"


" Engga mau kalo gitu.... Fairy ga suka ada dedy el... Deddy el jahat.... "


Kata fairy


" "Fairy? "


" Iyh bun... Namaku sekarang fairy bukan natalien"

__ADS_1


" Kalian ga boleh gitu sayang deddy el juga deddy kalian" Sekarang devan lah yang membujuk mereka.


( kok sakit yah? Padahal emang ini yang asli.....aku kan hanya ayah sambung mereka.) Batin devan


__ADS_2