
* mengapa kau mengacak acak perasan ku.....? kau sudah membuat ku baper sekarang dengan seenak nya malah tidur dan tidak bertanggung jawab* kesal aurel dalam hati.
* lebih baik aku mencari komik di novel toon* lanjut nya dalam hati lagi...
saat enak enak nya membaca tangan gebriel melintas di hadapan aurel dan menjauhkan HP aurel dari pandangan aurel.
" apa yang kau lakukan el... " hardik aurel karna gebriel mengganggu konsentrasinya.
" cepat tidur! " perintah gebriel
" apa apa an kau ini..... aku belum ngantuk Gabriel........ " jawab aurel dan kembali mengangkat tangan nya untuk membaca cerita di hp nya.
kini Gabriel merampas HP yang di pegang aurel dan mematikannya. gebriel juga meletakkan nya di atas nakas sebelahnya tidur
" apa apan kau ini hem... kembalikan HP ku.... "
" ga usah..... tidur sekarang! " perintah Gabriel.
seketika pula tangan Gabriel meraih tubuh mungil istri kecilnya untuk ikut berbaring dengan nya. terasa terhipnotis oleh sikap Gabriel aurel pun menurut kepadanya dan membaringkan tubuhnya.
" aku sudah berbaring jadi tolong lepaskan tangan mu el... "
" biarkan seperti ini...... aku tidak akan melakukan apapun kecuali ini kepadamu" jawab Gabriel dengan posisi yang sama yaitu menyembunyikan wajah nya di ceruk leher istri kecilnya dan tangan tangan yang juga masih berada di pinggang aurel.
aurel tidak isa bergerak sama sekali.sekarang aurel ibaratkan guling yang sedang di peluk oleh tuanya.
*mengapa dia tiba tiba seperti ini* batin aurel tanpa mengalihkan pandangan matanya ke kepala yang sekarang bertengger di lehernya.
* gini kan enak jadinya....... gini terus yh au... " batin Gabriel..
kemudian mereka tidur dengan pulas. aurel pun seperti nya nyaman dengan posisi itu.
aurel bangun terlebih dahulu karna mau sholat subuh. tapi dia enggan bangun karna sudah terlalu nyaman dengan posisi ini.
"terlalu nyaman seperti ini el" gumam aurel pelan tapi tetap kedengaran oleh Gabriel karna Gabriel pun sudah terbangun karna pergerakan aurel yang berbalik menghadapnya. aurel terus memandangi wajah suaminya.
Gabriel rasanya ingin tersenyum tak kalah merasakan hembusan napas istrinya di permukaan wajah nya. Gabriel yang masih berpura pura belum bangun mengeratkan pelukan nya dan membuat aurel semakin mendekat kepadanya.
hal itu membuat aurel kaget dan langsung mendorong tubuh Gabriel.
" aku mau ke kamar mandi..... " kata Aurel
el. bukan nya melepaskan pelukan nya Gabriel malah kembali mengeratkan pelukan nya kembali.
" aku mau ke kamar mandi di el.... aku mau sholat subuh.... " kata aurel
"heem " dehem nga dan langsung melonggarkan pelukannya.
aurel pun menyamping kan tangan Gabriel dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
( intinya pas bangun posisi mereka udah gitu... terserah mau bayangin siapa karna ini hanya contoh posisi doang😄)
saat aurel keluar dari kamar mandi dia menyaksikan pemandangan yang begitu indah dari atas ranjang yaitu suaminya yang masih terbaring di sana.
* segitu tampannya Gabriel saat tidur......
astaghfirullah hal adzim..... ada apa dengan mu ini au... * batin aurel.
( ini juga sama cuma posisinya aja yang buat contoh nya...)
aurel pun mengambil mukenah dan memasangnya. baru saja ingin takbir Gabriel sudah menghentikan kegiatan aure
" jamaah sama aku.... tunggu sebentar.... " kata Gabriel dengan suara serak ciri khas bangun tidur.
suaran Gabriel membuat aurel menganga karna begitu mempesona menurut nya.
" dengar tidak? mengapa kau mematung? " tanya Gabriel dan beranjak dari tempat tidurnya.
" tidak ada hanya saja... emmmm sedikit aneh... " jawab aurel sedikit pelan
" apanya yang aneh ? aku tidak pernah meninggal kan solat ku ya..... " jawab Gabriel sambil jalan terus menuju kamar mandi.
maklum aurel tidak tau kebiasaan suaminya itu karna dulu dia jarang tidur sekamar.
" itu semua karna kau juga ja" teriak Gabriel uang kembali menampakkan wajah nya dari pintu kamar mandi.
" sudah sana wudhu.....! atau aku tinggal sekarang..! " jawab aurel
setelah Gabriel selesai dengan acara wudhu nya dia mengambil sajadah untuk dirinya sendiri dan tak lupa juga dia mengganti pakai an nya dengan setelan takwa.
" ayo" ajak Gabriel yang melintasi aurel dan sekarang sudah berdiri di depan aurel untuk menjalankan kewajibannya.
* sejak kapan aku mendapatkan suami seperti ini ya Tuhan...... padahal biasanya el kayak syetan kenapa sekarang dia bisa berubah kayak gini..... apa aku yang telat sadar sifat asli suamiku ini yah...? * otak aurel terus berpikir
""Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil
maghduubi 'alaihim waladh-dhaallin...... "
suara Gabriel yang telah usai membaca surah al fatihah. aurel yang sadar dari lamunannya pun langsung menjawab 'amiin' dan mereka pun sholat dengan khidmat.
saat selesai sholat subuh aurel kembali menanyakan apa yang di maksud Gabriel tadi.
" apa maksudmu aku yang membuat kau mabuk? "
Gabriel hanya terdiam mana mungkin dia akan menjawab kalau dia cemburu pada aurel yang selalu dekat dengan azrul.
__ADS_1
" mengapa kau gak menjawab ku el...? "
" apa sayang..... " Gabriel kembali menggoda istrinya itu.
mendengar jawaban Gabriel pipi aurel bersemu merah.
" apa........apa maksud mu menyalahkan ku atas dirimu yang....emm...yang mabuk? "
" memang karna dirimu..... lihatlah wajah mu mengapa wajah mu sangat merah seperti tomat au? " Gabriel mengalihkan pembicaraan.
aurel yang sudah malu akhirnya memutuskan untuk turun ke dapur dan membantu memasak tanpa memperdulikan jawaban yang dia butuhkan.
" lebih baik aku masak dari pada meladeni diri mu."
seketika Gabriel tersenyum karna rencana dia menggoda aurel berhasil. mungkin sekarang kegiatan baru nya adalah menggoda sang istri.
berhubung aurel tadi sudah mandi sebelum sholat subuh sedangkan Gabriel hanya berwudhu selanjut nya Gabriel memutuskan untuk mandi karena habis ini dia juga ada meeting pagi.
* di dapur*
" kenapa wajah mu merah ai..? tanya ibu mertuanya
" tidak ada ma... mungkin tadi aku sedikit memakai blus on. " alibi aurel.
" mama mau masak apa? " lanjut aurel sekaligus menghindari pertanyaan pertanyaan yang mungkin akan di lontarkan oleh mama claudia lagi.
" mama juga bingung.... sekarang mama mau antar kopi buat papa mu dulu.. " jawab mama claudia dan berlalu meninggalkan aurel.
"oh ya el suka sekali minum white coffe di pagi hari jadi kau buat kan itu saja dulu" kata mama claudia sebelum dia kembali melanjutkan perjalanannya.
" baik ma.. " jawab aurel
* jadi kalau pagi el suka minum white coffee.... * gumamnya dalam hati.
" ternyata banyak yang ga ku ketahui tentang el selama ini" kata aurel peka.
setelah itu aurel mengambil panci dan memasak air untuk membuatkan kopi suaminya.
di rumah Gabriel memang jarang ada pembantu. kata mama claudia lebih baik dirinya saja yang melayani anak dan suaminya karna itu termasuk bentuk kasih sayang. tapi kadang kadang juga ada pembantu sih di rumah mama claudia seperti sinta. Sinta adalah seorang remaja yang bekerja di rumah mama claudia untuk mendapatkan uang saku saat ke sekolah. Sinta itu anak dari pembantu mama claudia sebelumnya tapi ibu nya Sinta tidak bisa bekerja lagi karna sakit keras. awalnya mama claudia tidak mau mempekerjakan Sinta dan akan tetap membiayai sekolah Sinta sampai tamat. dengan sikap sinta yang slalu ngeyel dengan alasan tidak enak membuat mama claudia menerima Sinta kerja di rumahnya setiap hari minggu.
back to topik......
saat aurel susah siap dengan kopi di tangan nya dia ragu untuk mengantarkannya kepada suaminya.
" mengapa kau masih di sini... antarkan saja itu kepada suamimu.. " kata mama claudia yang baru turun dari tangga.
" i... iya ma... "jawab aurel.
kemudian aurel naik ke atas untuk mengantarkan
__ADS_1
kopi gebriel.saat aurel masuk ke kamar dia mendapati...........