
" pagi "
" pagi sayang "
jawab aurel yang berada di meja makan.
aurel dan devan sudah berada di meja makan sejak tadi sedangkan alin dan nathan baru saja turun menggunakan seragam sekolah mereka.
" pagi"
" eh pagi juga el"
gabriel ikut makan bersama keluarga aurel. autel merasa agak canggung berada satu meja dengan Gabriel kembali.
" apa kamu udah baikan el? " tanya aurel yang sedang mengambilkan makanan ke piring si kembar.
" alhamdulillah udah lebih baik"
memang benar menurut Gabriel keadaannya sudah membaik dari pada sebelumya.
" alin di antar papa el mau? " tanya Gabriel kepada alin.
" mau pa tapi kaka gimana? mau? " alin berkata sambil mengubah arah pandang nya kepada kaka nya.
" terserah" jawab nathan singkat.
aurel tidak habis pikir dengan nathan dia sama seperti sifat Gabriel. sifat yang sangat tegas dan di tambah kepribadian nya yang dingin terhadap orang orang di sekitarnya.
hati Gabriel begitu leg karna nathan tidak menolak ajakan nya. meskipun dengan jawaban yang sangat datar tali dia merasa di ingat kan sendiri oleh sifat nya .
setelah itu tidak ada pembicaraan sama sekali, hanya ada dentingan sendok dan piring. sampai saat mereka semua selesai makan Gabriel memilih untuk meminjam mobil aurel karna dia kan ga bawa mobil waktu pulang ke rumah aurel.
aurel memberikan kunci mobil kepada Gabriel. aurel sangat berharap hubungan twins dan papa kandungnya membaik.
aurel tak lagi memperdulikan apa penyebab Gabriel meninggalkan nya dulu. yang terpenting sekarang berfikir bagaiman caranya agar anak anaknya mau memaafkan papa kandungnya.
#di mobil
" maafin papa yah..... papa cuma ingin bareng kalian aja kok buat beberapa waktu ini.. "
" papa ingin menghabiskan waktu papa yang pernah hilang bareng kalian... "
Gabriel terus mengutarakan perasaannya terhadap anak anaknya. dia berharap yang terbaik saja untuk semuanya. alin dan nathan hanya mendengarkan apa yang di katakan oleh papanya. alin ingin menanggapi ucapan dari papanya namun dia ingat jika nathan masih ragu akan pilihannya untuk memaafkan papanya itu.
" oke kalian masuk....... nanti bakal papa yang jemput kalian yh.... papa ingin main main dulu bareng kalian"
nathan hanya berlalu meninggalkan mobil yang baru saja ia naiki.
" oke papa..... " jawab alin dengan senyum yang begitu tulus dan kembali menyusul nathan yang sudah masuk ke sekolah khusus anak anak itu.
" kaka.... kaka... "
" hmm.... "
" kaka udah maafin papakan cuma ga mo ngomong ke papa"
__ADS_1
" apaan sih"
" kaka ga boleh boong ama alin loh.... "
" serah ih... " jawab nathan.
" *au entar twins aku ajak ke time zone yh... aku mau menghabiskan waktu seharian bareng anak anak"
" iyh el gapapa.... "
" oh iyh entar jam lima kamu ke pantai '......... ' yah aku bakal di sana ama anak anak .... aku pingin liat sunset bareng anak anak di pantai itu"
" kenapa aku harus di sana? "
" aku pingin bareng kamu juga"
" oke lah "
Gabriel menutup sambungan telephone nya*.
#sepulang sekolah
" ayo kit ke time zone dulu yah.... " ujar Gabriel kepada twins yang baru masuk ke dalam mobilnya.
" ayo pa... " girang alin karna di ajak jalan jalan. sedangkan nathan hanya terus melihat ke luar jendela.
sesampainya di time zone Gabriel menggendong alin dan menuntut tangan kecil nathan. Gabriel begitu senang dalam hatinya karna tidak ada penolakan dari nathan saat dirinya menggenggam tangan kecilnya.
begitu banyak permainan yang mereka mainkan. dari capit boneka, lantai dance dan masih banyak lagi permainan yang mereka lakukan bersama.
" papa alin laper... "
" oh iyh... papa lupa karena keasikan maen bareng nathan"
seketika nathan berhenti tertawa, karna dia menyadari kalau dirinya baru saja tertawa.
" kita makan di sana yah... "
" lets go... "
jawab alin yang kini sudah kembali berada di gendongan Gabriel.
" papa jangan pesen udang yh... karna ka nathan alergi udang" alin memberi tahukan nya kepada Gabriel sebelum dia memesan makanan.
" tapi alin suka udang " lanjut gadis mungil itu.
" baik kita pesen udah buat alin aja yah... "
Gabriel memberikan daftar menu yang dia pengen kepada pelayannya.
" kenapa udangnya buat alin aja..... papa juga alergi udang kaya kaka? "
" iyh sayang.... papa juga alergi udang kayak kaka"
" makan sekarang alin... kaka udah kupasin udang nya itu ... "
__ADS_1
nathan memotong pembicaraan papa dan adek kembarannya.
" kurang kaka.... lagi... " rengek alin karna kakaknya hanya mengupas dua udang.
" sini biar papa yang ngupasin.... "
kemudian mereka makan tenang sampai tiba tiba kepala Gabriel terasa sakit dan dia pun pergi ke kamar mandi.
" kenapa dateng sekarang sakitnya" monolog Gabriel di dalam kamar mandi dan mencoba menghentikan darah yang terus mengalir di hidungnya.
" udah selesai makannya....? "
" udah pa.... tapi papa kenapa pucat....? "
" ga papa kok papa ga kenapa napa "
" yh udah..... apa kita pulang sekarang pa? ini udah jam lima sore" kata alin setelah alin melihat ja tangan berbentuk hello kitty di tangan nya.
" papa ingin liat sunset bareng kalian.... jadi kit ke pantai yah..... apa kalian mau? "
" mau pa... mau bangat..... pasti indah banget mataharinya"
Nathan hanya mengangguk untuk mengiyakan ajakan papanya. nathan ingin mengatakan kalau dirinya sudah memaafkan papanya itu namun dia sangat tidak bisa mengatakan nya.
* Sesampainya di pantai
" tiduran sini saja sayang... papa udah basa karpetnya..... bentar lagi mataharinya bakal tenggelam sayang "
Gabriel membentangkan karpet kecil yang di bawanya tadi. alin dan nathan duduk di sebelahnya.
" papa bahagia banget karna akhirnya kalian maafin papa..... papa juga seneng sehari bareng kalian...... papa mohon jangan benci papa lagi yah... bentar lagi papa akan jauh dari kalian.... papa harap kalian bakal bahagia terus. hari ini hari terbaik bagi papa... papa akan ingat hati ini dalam hati papa yang paling dalam"
tanpa Gabriel sadar air matanya sudah mengalir alin yang duduk di samping Gabriel seketika langsung memeluk papanya dan menangis . sedangkan nathan memilih untuk menjauh karna dia tidak mau terlihat lemah.
kini Gabriel yang di peluk alin mengelus surai lembut anaknya.
" loh sayang kok ga gabung di sana" kata aurel yang baru saja datang
" mom..... " nathan nangis di pelukan aurel.
" nathan mo ngomong ama papa kalo nathan udah maafin papa... tapi nathan malu "
" trus kanapa kamu nangis"
" dada nathan tiba tiba sakit saat liat papa nangis. "
" sekarang kamu ke papa sama alin yah.... kamu bilang ama papa kalo kamu udah maafin papa biar papa tambah semangat buat sembuh.... "
aurel juga tak bisa mengontrol rasa pedih nya. air matanya luruh saat nathan melepaskan pelukannya.dia begitu rapuh ikut merasakan perasaan putranya.
nathan berlari ke arah papa nya dengan kaki kecilnya.
sedangkan di tempat alin.
" alin sayang....matahari nya cepet banget yah tenggelam nya..... alin jangan takut yah karna sudah gelap.... terus peluk papa yah.... "
__ADS_1
Gabriel mengeratkan pelukan nya pada alin sedangkan alin nampak begitu kebingungan karena.....