Madu?!

Madu?!
Meninggal


__ADS_3

Kisah ini bermula dari perkenalan seorang janda beranak satu dengan seorang pria berpenampilan menarik, Mapan, dan Sholeh serta tidak lupa lelaki itu ternyata juga menyandang status duda. Hehehe...


"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... Kamu yang sabar ya Nak, semua ini ada hikmah nya, kamu harus kuat. Anakmu butuh kamu, kamu gak boleh larut dalam kesedihan." Bu Rima berkata pada anak perempuannya yang baru saja di tinggal pergi suaminya.


Rahayu yang sedang menangis di samping jenazah suaminya tak dapat berkata-kata, hanya bisa menangis sesenggukan atas kepergian suaminya yang tiba-tiba.


Bagaimana tidak, tak ada angin dan tak ada hujan, suaminya bilang kalau dia merasa lelah dan ingin istirahat, siapa yang menyangka kalau istirahat yang dia maksud adalah istirahat panjang tanpa bisa bangun lagi, tanpa bisa bersama lagi.


Anak semata wayang mereka, Laili Putri yang sedang bersekolah bahkan belum tau jika sang ayah telah pergi meninggalkan mereka.


"Yang sabar Yu, Bapak juga sedih kehilangan menantu yang tiba-tiba ini. Kamu gak boleh lemah ya Yu, banyak yang akan mendukung kamu, masih ada Bapak sama Ibu yang akan menjaga kamu dan anak mu. Sudah jangan nangis Nduk, ayo kita persiapkan pemakamannya."


Pak Yunan selaku bapak dari Rahayu juga mencoba memberikan semangat pada anak semata wayangnya yang kini terlihat tak bersemangat.

__ADS_1


Rahayu yang masih bersedih pun mengangguk mengiyakan perkataan bapaknya. Tak lama waktu berselang, Laili pulang kerumahnya di jemput dengan paman dari pihak Ayahnya. Dia menangis meraung tak mau di tinggal sang Ayah, bagaimana tidak, karena Laili selalu di manja oleh sang Ayah, anak yang selalu menerima perhatian oleh kedua orang tuannya,


Rahayu yang juga bersedih berusaha tegar dan membujuk sang anak agar ikhlas menerima kepergian ayahnya. Sampai pada akhirnya Laili bisa tenang dan juga ikut serta menuju ke pembaringan terakhir ayahnya.


Setelah melewati proses pemakaman, mereka semua kembali kerumah masing-masing. Masih ada beberapa tetangga dan kerabat yang berada di rumah Rahayu guna memberikan semangat padanya.


"Bunda, Ayah udah gak ada, jadinya kita tinggal berdua kan ya?" Laili berkata sembari memeluk ibundanya.


"Iya Bunda, Lili juga akan jadi anak yang baik, gak akan nyusahin bunda, belajar rajin supaya Lili jadi anak pinter."


"Bagus anak Bunda, kita jalanin hari-hari kita dengan semangat ya,"


"Iya bunda..."

__ADS_1


Ibu dan anak saling berpelukan, sembari sesekali meneteskan air mata. Tapi di dalam hati Rahayu, dia bertekad akan bangkit dari kesedihan supaya anaknya juga ikut semangat.


Hari-hari berlalu tanpa terasa, hampir 3 bulan lamanya sudah Alm. Annas meninggalkan Rahayu dan Laili. Dan selama itu pula Rahayu tinggal di rumah orang tua nya. Tapi semakin kesini, Rahayu juga semakin segan dengan kedua orang tuanya karena dia menumpang di rumah mereka tanpa bekerja.


Rahayu gak bisa tinggal diam melihat orang tuanya yang sudah lanjut usia masih harus menanggung dia dan anak nya.


Bukannya Rahayu tidak punya pekerjaan, tapi berhubung suaminya baru meninggal, jadi Bapak dan Ibu masih melarang dia bekerja, kata Bapak nanti setelah 3 bulan baru boleh bekerja.


Bisnis tambak ikan masih di percayakan kepada orang kepercayaan keluarganya untuk di urus. Sedangkan rumah makan kecil-kecilan yang sudah beberapa tahun dirintis nya juga masih di percayakan dengan pegawainya.


Bisnis tambak ikan biasanya dijalankan oleh mendiang suaminya, Rahayu juga ikut andil dalam menjalankan bisnis ini sebagai akuntan. Bukannya Rahayu tidak bisa bekerja di kantoran, tapi dia lebih senang bekerja menjalankan bisnis bersama dengan suaminya, bekerja di rumah sambil mengawasi anak, suaminya selalu berkata, "bekerja itu bisa dimana aja, asalkan ada usaha dan doa, gak harus kerja kantoran kalau mau rejeki berlimpah, rajin sedekah dan tetep ikhtiar," kata-kata Itu selalu terngiang di telinga Rahayu. Dan sekarang ini Rahayu yang menjalankan urusan tambak, walaupun dia tidak datang ke tambak, tapi para orang kepercayaan masih datang melapor kerumah orang tua Rahayu.


Untuk Rumah makan yang di kelola Rahayu, itu menu utamanya adalah ikan Nila yang di pelihara sendiri. Walau banyak menu yang lainnya tapi Menu dengan menggunakan bahan baku ikan Nila masih mendominasi hidangan di rumah makan SERAMBI miliknya.

__ADS_1


__ADS_2