
"Bundaaaaaa....." Teriak gadis kecil yang lincah itu, sambil berlari dia melambaikan tangannya.
Rahayu tersenyum dan juga melambaikan tangannya pada anak semata wayangnya, ada hari di senyum itu, melihat senyum anaknya yang mengingatkan dia pada sosok almarhum suaminya. Lesung pipi yang sama persis di kedua pipinya, tahi lalat di pipi kanan nya, dan mata itu... mata yang memancarkan cahaya keteduhan bagi siapapun yang melihatnya.
"Sayaanngggg...." Rahayu memeluk anaknya kala Laili sudah sampai di samping motor nya. "Belajar apa tadi nak?" tanyanya lagi setelah motor berjalan perlahan
"Tadi Lili belajar Iqlab bunda..." Jawab anaknya. Ya, Rahayu sedang menjemput anaknya pulang ngaji.
"Berarti Lili udah tau donk apa itu Iqlab?" Tanya Rahayu mengevaluasi belajar anaknya.
"Udah.. kata ustadz Iqlab itu menggantikan..."
"Menggantikan apa?" Tanya Rahayu
"Mmmmm.... menggantikan apa ya? Ehmmm.. itu.. huruf Ba. iya Bunda?" Tanya Laili ragu dengan jawabannya.
"Iya donk... pinter anak Bunda... Tapi yang di ganti bukan huruf Ba nya sayang, tapi bunyi huruf Ba." Rahayu tak pernah pelit pujian untuk anak nya.
__ADS_1
"Iya, tadi pak ustadz juga bilang gitu Bun," Laili menoleh kearah Rahayu.
"Ya udah, nanti kita belajar lagi dirumah ya, biar Lili tambah paham."
"Okiiii dokiiii Bundaaa...."
Seperti yang kita ketahui Iqlab adalah salah satu bagian dari hukum nun mati dan tanwin. Menurut bahasa, Iqlab artinya mengganti, sedangkan menurut istilah ilmu tajwid, iqlab artinya mengganti bunyi bacaan nun mati atau tanwin menjadi mim apabila huruf sesudahnya adalah huruf ba.
Sesampainya dirumah, Rahayu memandikan putrinya, lalu mulai memasak makan malam, menu kali ini ayam goreng sambel ijo, serta sup kentang wortel.
Jika saat malam hari mereka merasa lapar, biasanya Rahayu memberikan mereka potongan alpukat tanpa gula sebagai camilan malam, hal ini karena alpukat baik untuk diet sehat, dan juga mengenyangkan untuk di makan malam hari.
Selepas sholat Maghrib, Rahayu mengevaluasi kembali pelajaran ngaji anaknya, lalu setelah itu mereka mengerjakan tugas sekolah Laili untuk menempelkan potongan kertas origami sebagai kolase hewan.
Rahayu membantu memotong kertas menjadi bagian-bagian kecil dengan menggunakan gunting, sedangkan Laili mengerjakan tugasnya, yaitu menempelkan potongan-potongan kertas tersebut pada gambar yang sudah di cetak pagi tadi.
Laili membuat 2 gambar kolase, yang satu berbentuk kupu-kupu dan yang lain adalah kura-kura. Satu per satu dia menempelkan kertas-kertas itu dengan telaten. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan gambar kolase tersebut. Hingga akhirnya tugas itu selesai, mereka berdua merasa lega dan lelah..
__ADS_1
Haaaahhhhhh..... mereka menghela nafas.
"Akhirnya selesai juga dek,," kata Rahayu.
"Lili capek Bun.."
"Belajar ya emang capek Dek, kalo gak mau capek ya gak usah belajar biar jadi orang yang gak pinter, Lili mau?" Lili langsung menggelengkan kepalanya dan kembali duduk tegak. "Udah, tinggal masukin kedalam bingkai aja," Rahayu melirik jam dinding, "udah jam setengah sepuluh dek, kamu tidur gih, biar Bunda yang pasang."
Laili mengangguk dan tidak menjawab, sebab memang dia sudah mengantuk sekali, sedari tadi juga dia sudah menguap berkali-kali.
Rahayu tersenyum melihat anaknya yang mulai oleng karena mengantuk, dan mengawasinya sampai Laili masuk kamar, lalu dia bertugas memasukkan gambar tersebut kedalam bingkai foto yang sudah di siapkan.
Setelah selesai, Rahayu meletakkan tugas anaknya di atas meja belajar Laili, biar besok bisa di bawa ke sekolah. Ada dua gambar, satu untuk di bawa ke sekolah, yang satu lagi akan di pajang di rumah. Sudah menjadi kebiasaan Laili juga jika ada tugas kesenian dia akan membuat dua gambar, karena dia juga ingin mengagumi hasil karyanya.
Seperti tugas di semester 1 lalu, mereka di suruh untuk melukis menggunakan telapak tangan sebagai tema nya. Dengan antusias Laili menggunakan telapak tangannya untuk membuat ikan dan jerapah. Saat itu, Laili membawa gambar ikan untuk di nilai gurunya dan betapa senangnya dia karena mendapat nilai yang tinggi.
Saat pulang sekolah, Laili berkata pada Bundanya kalau guru suka melihat gambarnya, jadi gambarnya di tinggal di sekolah untuk di pajang. Beruntungnya dia masih punya jerapah yang akan dia letakkan dalam kamar. begitupun kali ini, dia membua dua.
__ADS_1