
"Oh, perkenalkan Mbak, ini Jenno, pegawai baru yang baru masuk 3 hari ini," Robby memperkenalkan Jenno pada Rahayu.
Jenno bangkit dari duduknya dan segera memperkenalkan dirinya. Dia orang yang tampan, putih, tinggi, bisa di bilang visualnya itu sangat menarik untuk di lihat. Dan sepertinya Rahayu pernah melihatnya tapi entah dimana.
"Saya Jenno mbak, pegawai baru, baru 3 hari ini bekerja disini," Jenno memperkenalkan dirinya.
"Kamu saudara Jenna yang hilang ya?" Tanya Rahayu dengan raut wajah serius. Hal itu membuat Jenno menjadi terdiam, agak sedikit lama loading nya, jadi Jenna tertawa cekikikan mendengar lelucon garing dari bos nya.
"Gak lucu ya? cuma Jenna yang ngeh." Jawab Rahayu nyengir.
"Maksud Mbak gimana?" ini bukan Jenno yang tanya, melainkan Mala.
"Saya bercanda Mala.." Barulah mereka semua tertawa. Karena bagaimanapun, Jenna adalah anak tunggal dari orang tuanya, dan Jenno hanya mempunyai adik laki-laki dari orang tuanya juga.
"Saya Rahayu, pemilik rumah makan ini, kamu bisa panggil saya Mbak Ayu seperti mereka," kata Rahayu pada Jenno setelah mereka puas tertawa.
"Iya Mbak, saya makasih udah di terima kerja disini, padahal awalnya saya di kira mau buat konten," jawab Jenno cengengesan.
"Memangnya kamu ngonten?" tanya Rahayu penasaran.
"Iya, akun saya @Jenno_ng kalo mbak mau tau," Jenno mulai promosi.
"Lah, kamu si jennong itu? jennong itu kan singkatan dari jidad nonong kan ya?" tanya Rahayu antusias.
"Kok mbak tau?" Jenno gak kalah antusias.
"Saya viewer setia kamu loh, makanya tadi saya rasa saya pernah liat kamu di mana gitu, rupanya beneran kamu?" Tanya Rahayu masih penasaran.
"Iya Mbak, saya.. wah saya seneng nih bisa kerja bareng Mbak, makasih udah selalu kasih like nya Mbak," Kata Jenno.
"Kamu tau akun saya gak?"
"Kalo boleh tau apa Mbak?" Jenno mengeluarkan hape nya dari saku.
__ADS_1
"Nama akun saya, @Akuayusepanjangmasa.." Jawab Rahayu bangga.
"Mbak yang selalu support saya kan ya? dan Mbak juga selalu kirimin saya kopi susu? dan Mbak selalu bilang, 'Kerja bagus Jen, lanjoot' itu kan Mbak?" Tanya Jenno kegirangan.
"Iya itu saya.. saya suka konten kamu, memotivasi, Lucu, mendidik juga, saya suka semua."
"Makasih Mbak, atas support nya.." Jenno merasa sangat senang mendengar orang yang selalu mensuport nya ada di hadapannya. Bukannya Jenno gak penasaran, Jenno penasaran banget malah, tapi setiap Jenno mengajak percakapan melalui DM, Rahayu tak menanggapi, ternyata dia sudah bersuami, pantaslah...😩 (Ekspresi Jenno saat ini)
Untuk saat ini percakapan mereka masih di dominasi oleh Jenno dan Rahayu, seakan-akan mereka yang lain yang berada di ruangan itu seolah-olah adalah patung.
"Eh, ngomong-ngomong kok dia bisa kerja disini Rob?" Tanya Rahayu setelah pulih dari kegembiraan bertemu idola.
"Hehe.. awalnya itu Mbak..." Robbi mengulang kembali saat dia mencari pegawai baru.
flashback on.
Robby berjalan di tengah teriknya matahari untuk menempelkan beberapa kertas lagi yang masih berada di tangannya.
Sebenarnya gak harus bersusah payah sih untuk Robby mencari pegawai baru untuk di jadikan pelayan. Tapi namanya Robby kalo gak menyusahkan diri, bukan Robby namanya.
Setelah mereka hendak menutup rumah makan, datang lah seorang laki-laki dengan gaya khas anak ngonten yang membawa selebaran yang di tempel oleh Robby tadi siang.
"Misi Mas..." kata lelaki tersebut.
"Iya?" tanya Robby, lalu dia melihat lelaki itu membawa selebaran pencarian tenaga pelayan, Robby menaikkan sebelah alis matanya dan melihat jika pasti anak lelaki ini mau membuat konten di rumah makannya. "Maaf Mas, sekarang ini lagi gak bisa buat konten, udah tutup." Kata Robby.
"Eh, saya gak mau ngonten Mas," Jawab lelaki itu cepat.
"Jadi? biasanya kalo saya liat ada orang yang dateng terus bawa-bawa tongsis, kamera, apalagi pakaiannya kayak Mas ini, pasti mau ngonten nis, maaf Mas nya, rumah makan kita udah tutup, jadi besok aja dateng lagi," Kata Robby panjang lebar.
"Saya mau ngelamar kerja disini.." jawab Lelaki itu cepat. "Kenalin, saya Jenno, saya liat selebaran ini dan saya mau melamar sebagai pelayan." tambahnya.
"Bukan Ngonten?" Tanya Robby curiga.
__ADS_1
"Bukan..," Jenno melambaikan tangannya.
Melihat ke atas dan ke bawah, Robby mengajak Jenno masuk ke rumah makan dan duduk di salah satu meja tamu. Dihadapannya duduk Jenno yang merasa sepertinya dirinya hendak di sidang di meja hijau.
"Kamu pernah kerja sebelumnya?" Tanya Robby tu de poin.
"Kalo kerja jadi pelayan belum, tapi saya cukup baik dalam berinteraksi dengan orang-orang."
"Memangnya kamu kerja apa?" Tanya Robby lagi.
"Saya konten kreator Mas, sering berinteraksi dengan orang lain."
"Memangnya kamu bisa jadi pelayan? Saya kira kamu juga gak pernah tuh yang namanya ci piring," kata Robby meremehkan."
"Beeeuuhhhh ... Jangan salah Mas, gini-gini saya ini ahli nya di dapur, bukan cuma perempuan aja yang bisa masak, cuci piring, selain itu saya juga bisa nyuci baju dan beres-beres ruangan." Jawab Jenno bangga.
"Oh ya?" Tampak ketidak percayaan. di mata Robby.
"Iya Mas, saya udah biasa tinggal sendiri, jadi saya harus mandiri."
"Oh gitu. Kenapa mau alih profesi?" tanya Robby penasaran.
"Saya itu harus mencoba semua kesempatan Mas, gak harus berada di satu titik aja. Selagi ada kesempatan yang datang ke saya, maka saya akan coba." Jawab Jenno tegas.
"Saya punya tantangan untuk kamu." kata Robby
"Saya siap menerima tantangan anda." jawab Jenno
"Bisa gak kamu menaikkan angka pengunjung dan pembeli di rumah makan ini? Memang disini juga gak sepi, tapi siapa yang gak mau kalau pendapatan kita bertambah ya kan,"
"Oke, saya siap dengan tantangan Mas nya. Kasih saya waktu dua hari. Setelah dua hari, Mas nya bisa kasih seragam pelayan untuk saya." Jawab Jenno percaya diri.
"Oke kalo gitu, disini saya mau ngasih tau kamu, saya Robby sebagai pengantar makanan selain pelayan juga disini, tapi pemilik rumah makan disini gak pernah anggap kita sebagai pekerja, dia selalu menganggap kita mitra bisnis nya, saya dikasih kepercayaan untuk mencari kandidat pelayan yang tepat, jadi saya harap kamu mengerti kenapa saya bersikap tegas sama calon pelamar kerja walaupun saya bukan pemilik."
__ADS_1
"Saya mengerti Mas. Kalo gitu saya pamit dulu, Mas Robby bisa bilang sama pemilik rumah makan ini untuk menyiapkan satu set pakaian pelayan yang udah di ukir nama saya." Jenno tertawa girang dan pergi dari hadapan Robby, Robby hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah Jenno yang agak narsis. Mungkin emang begitu lah sikap anak-anak yang suka buat konten, Robby mengangkat bahu, 🤷